Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hanyut di Irigasi Punggur Utara Lampung. - thewasesanews.com

Aksi Sigap Anggota TNI, Polri Beserta Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Jasad Suwardi yang Terpeleset Terjatuh dan Hanyut di Saluran Irigasi Punggur Utara

​“Kerja sama yang baik tanggap dan tindakan cepat dari anggota TNI, Polri, Petugas PU Pengairan Eka Jaya Syaputra, dan Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Suwardi alias mbah Gopong dalam waktu tidak lama setelah dilakukan pengurangan debit volume air secara darurat. Korban berusia 79 tahun yang bekerja sebagai petani tersebut dilaporkan pergi dari rumah sekitar pukul 17.00 WIB untuk mencari rumput buat pakan ternak di pinggir aliran sungai Punggur Utara Kampung Purwoadi, namun yang bersangkutan terpeleset masuk ke dalam arus deras. Setelah pencarian intensif selama lima jam sejak laporan masuk, tepatnya pada pukul 23.44 WIB korban diketemukan meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal terjatuh, dan pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas kejadian ini sebagai musibah untuk dimakamkan di TPU 19polos secara menyeluruh.” - Korban dari Saksi Anak Kandung, Sarino alias Inok, serta Laporan Babinsa Trimurjo.

LAMPUNG TENGAH, The Wasesa News – Sinergi kuat dan gerak cepat jajaran aparat keamanan bersama unsur pertahanan sipil kembali ditunjukkan dalam penanganan musibah kedaruratan di tingkat lokal, di mana aksi kemanusiaan ini berhasil mengevakuasi korban tenggelam demi memberikan kepastian hukum serta ketenteraman bagi masyarakat setempat, Jumat (05/06/2026). Kerja sama yang baik tanggap dan tindakan cepat yang diperlihatkan oleh Petugas Operasi dan Pemeliharaan Pengairan Punggur Utara, anggota TNI, Polri, serta Tim SAR gabungan berhasil membuahkan hasil signifikan dalam waktu yang relatif tidak lama dengan ditemukannya jasad Suwardi yang dilaporkan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Langkah taktis penanggulangan bencana alam dan kecelakaan sungai ini dioptimalkan sebagai instrumen kontrol sosial positif guna memberikan rasa aman, penegasan solidaritas komunal, serta memastikan proses evakuasi berjalan secara terhormat sesuai dengan adat dan norma kemanusiaan yang berlaku di wilayah hukum Lampung Tengah.

​Keberhasilan penemuan jasad korban di tengah pekatnya malam tersebut tidak lepas dari adanya pola komunikasi yang berjalan sangat efektif antara warga masyarakat dengan otoritas pengairan serta aparat penegak hukum di lapangan. Koordinasi yang baik dan tepat segera dibangun oleh perwakilan warga Kampung Purwoadi dengan Eka Jaya Syaputra selaku Petugas Operasi Pemeliharaan irigasi (PU Pengairan), bersama jajaran TNI dan Polri untuk mengambil keputusan krusial berupa pengurangan debit volume air secara darurat guna mempermudah proses pencarian warga yang terpeleset dan hanyut tersebut. Penurunan tinggi muka air di sepanjang saluran irigasi Punggur Utara ini dinilai sebagai strategi lapangan yang sangat jitu karena berhasil mereduksi derasnya arus bawah sungai yang selama ini sering kali menjadi kendala utama bagi tim penyelam tradisional maupun personel Basarnas dalam melakukan penyisiran di area pusaran air.

​Setelah melangsungkan proses pencarian intensif dan melelahkan selama kurang lebih lima jam penuh, kerja keras dari ratusan warga Kampung Purwodadi, Kampung Notoharjo, beserta Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan keberadaan korban yang diidentifikasi bernama Suwardi, seorang kakek berusia 79 tahun yang tercatat sebagai warga asli kawasan Umbul Menjeng bedeng 19 polos, Dusun 01, RT 01, Kampung Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Korban ditemukan dalam posisi mengambang pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2026 tepat pada pukul 23.44 WIB di salah satu sudut aliran irigasi yang memiliki karakteristik arus cukup dalam. Penemuan ini langsung disambut dengan isak tangis histeris dari pihak keluarga yang sejak sore hari telah setia menunggu di sepanjang bantaran sungai untuk memantau jalannya operasi penyelamatan yang dilakukan oleh petugas gabungan.

​Berdasarkan data otentik yang berhasil dihimpun oleh petugas kepolisian di tempat kejadian perkara, korban tenggelam dan hanyut di saluran irigasi Punggur Utara tersebut bernama lengkap Suwardi alias mbah Gopong, seorang petani tua berusia 79 tahun yang dikenal sangat rajin dan ramah oleh tetangga di lingkungan tempat tinggalnya di Umbul Menjeng 19 polos Dusun 1 RT 1 Kampung Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Guna melengkapi berkas administrasi penyelidikan, pihak kepolisian telah meminta keterangan resmi dari sejumlah saksi kunci yang berada di lokasi kejadian, di antaranya adalah Sarino alias Inok selaku anak kandung korban yang berusia 60 tahun, serta Supiyanto Amd.Kep, seorang pemuda berusia 36 tahun yang sehari-hari mendedikasikan dirinya bekerja sebagai pegawai medis di lingkungan Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Metro.

​Menurut penuturan mendalam yang disampaikan oleh saksi anak korban di hadapan petugas penyidik Polsek Trimurjo, kronologi peristiwa memilukan ini bermula ketika korban berangkat sendirian dari rumahnya kurang lebih pada pukul 17.00 WIB dengan membawa sebilah sabit dan karung untuk mencari rumput segar yang akan dipergunakan sebagai pakan ternak peliharaan kesayangan korban. Aktivitas mencari rumput di sore hari memang sudah menjadi rutinitas yang biasa dilakukan oleh korban untuk mengisi waktu luangnya di masa tua. Namun malang tidak dapat ditolak, pada saat sedang asyik memotong rumput di area tanah yang licin dan curam tepat di pinggir aliran sungai Punggur Utara Kampung Purwoadi, yang bersangkutan diduga kuat mengalami kehilangan keseimbangan sehingga langsung terpeleset dan masuk terperosok ke dalam arus deras aliran irigasi Punggur Utara yang saat itu sedang dalam kondisi pasang.

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hanyut di Irigasi Punggur Utara Lampung. - thewasesanews.com

​Kecurigaan pihak keluarga mulai memuncak ketika waktu sudah memasuki ibadah magrib atau kurang lebih sekitar pukul 18.00 WIB, namun yang bersangkutan tidak kunjung kembali ke rumah untuk beristirahat. Merasa ada hal yang tidak beres, saudara Sarino alias Inok selaku anak kandung korban bersama dengan beberapa warga terdekat berinisiatif melakukan pencarian awal dengan menyusuri sepanjang aliran sungai jalur Punggur Utara, tepat di lokasi koordinat di mana biasanya korban mencari rumput. Kekhawatiran mereka akhirnya terbukti nyata saat menemukan sebuah karung setengah isi dan sandal milik korban masih tergeletak di pinggir tanggul, sementara keberadaan korban sendiri sudah tidak terlihat lagi di permukaan air yang terus mengalir deras menuju arah hilir.

​Melihat situasi yang sudah masuk dalam kategori darurat tersebut, warga masyarakat setempat bergerak cepat dengan segera melaporkan kejadian hilangnya mbah Gopong kepada jajaran aparat pemerintahan kampung setempat guna meminta bantuan pertolongan darurat kepada tim rescue profesional dari Basarnas Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Selain menghubungi pihak Basarnas, warga yang panik juga langsung mengontak personel Babinsa Koramil 411-04/Trimurjo Serka M Fauzan serta jajaran petugas piket Polsek Trimurjo untuk melaporkan adanya musibah warga yang tenggelam di wilayah teritorial mereka. Laporan cepat ini langsung direspons dengan status siaga satu oleh aparat keamanan yang langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan penyelamatan air yang lengkap guna memulai operasi kemanusiaan tersebut.

​Setelah diadakan pencarian intensif dengan metode penyisiran manual menggunakan perahu karet dan jangkar besi selama kurang lebih lima jam di tengah kegelapan malam yang pekat, tepatnya pada pukul 23.44 WIB tubuh korban akhirnya berhasil diketemukan dalam posisi tersangkut di akar pohon dengan jarak sekitar 500 meter dari titik awal jatuhnya korban ke dalam aliran irigasi. Tim medis bersama para saksi di lapangan langsung memeriksa kondisi fisik korban sesaat setelah berhasil dievakuasi ke daratan, dan dengan rasa duka yang mendalam menyatakan bahwa kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat terlalu banyak menghirup air sungai di dalam paru-parunya.

​Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa jajaran keluarga korban dengan penuh keluasan hati yang mendalam sudah menerima musibah maut ini dengan ikhlas sebagai bagian dari takdir Yang Maha Kuasa dan secara resmi menyatakan tidak akan melakukan proses otopsi lanjutan terhadap jenazah. Sikap kooperatif dari pihak keluarga ini dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang disaksikan oleh pamong desa dan bhabinkamtibmas setempat agar jenazah dapat segera disucikan sesuai syariat Islam. Jasad korban saat ini telah disemayamkan dengan layak di rumah duka dan menurut rencana keluarga besar akan langsung dimakamkan pada hari Jumat tanggal 5 Juni 2026 ini di fasilitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) 19polos Kampung Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah dengan dihadiri oleh ratusan pelayat dari berbagai kampung sekitar.

​Seluruh jalannya proses evakuasi mulai dari awal penurunan debit air hingga penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dilaporkan berlangsung dengan sangat aman, tertib, lancar, dan kondusif, memancarkan nilai gotong royong yang tinggi di tengah kehidupan masyarakat pedesaan. Soliditas yang ditunjukkan oleh jajaran TNI, Polri, Basarnas, dan warga dalam mengatasi krisis kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang matang merupakan kunci utama dalam mewujudkan tatanan kehidupan sosial masyarakat yang sehat, adil, makmur, tenteram, bersatu, dan berdaulat penuh di bawah naungan hukum negara.

Pewarta: Suherman Martha
Sumber: Polsek Trimurjo dan Babinsa Koramil 411-04/Trimurjo

Logo The Wasesa News
Dicky

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!