
MALANG, The Wasesa News – Masjid Baiturrahim Bandaragin Sembelih 33 Kambing Kurban Idul Adha 1447 H dalam sebuah manifesto religius dan kepedulian sosial yang mendalam, di mana seluruh lapisan masyarakat Dusun Bandaragin, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur bahu-membahu menyukseskan agenda tahunan tersebut, Rabu (27/05/2026). Momentum hari besar keagamaan umat Islam yang sarat akan nilai pengorbanan ini dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat untuk memperkuat ketahanan pangan komunal sekaligus merekatkan kembali jalinan silaturahmi antargenerasi di pedesaan. Prosesi sakral yang dimulai sejak pagi hari usai pelaksanaan ibadah shalat Id tersebut berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan diselimuti atmosfer gotong royong yang kental, menegaskan bahwa nilai-nilai keluhuran spiritual masih terjaga dengan sangat kokoh di wilayah Malang Selatan.

Pada pelaksanaan ibadah kurban di tahun ini, pihak panitia kurban Masjid Baiturrahim berhasil menghimpun dan mengelola amanah sebanyak 33 ekor kambing yang bersumber dari para pekurban lokal serta partisipasi aktif warga masyarakat sekitar yang merantau maupun menetap di desa. Kehadiran hewan kurban dalam jumlah yang cukup signifikan ini menjadi indikator konkret dari terjaganya tingkat kesejahteraan ekonomi serta tingginya kesadaran teologis warga untuk saling berbagi rezeki harian. Ratusan warga dari berbagai latar belakang usia tampak memadati area halaman masjid dengan penuh antusias, mengambil peran masing-masing dalam draf rantai pengerjaan mulai dari penanganan hewan, proses penyembelihan yang sesuai syariat Islam, hingga pengemasan logistik.
Keberlangsungan tradisi tahunan di Masjid Baiturrahim ini pada hakikatnya telah bertransformasi menjadi draf instrumen kontrol sosial yang efektif untuk merawat kohesi masyarakat di tingkat akar rumput. Di tengah gempuran modernisasi, aktivitas komunal seperti ini terbukti ampuh dalam meminimalisir potensi gesekan sosial serta mempertebal rasa empati terhadap sesama warga yang membutuhkan uluran tangan. Kehadiran para tokoh berpengaruh di wilayah tersebut juga memberikan draf legitimasi moral yang kuat, menunjukkan bahwa struktur adat, agama, dan pemerintahan desa berjalan selaras dalam mengawal setiap kegiatan yang menyangkut kemaslahatan publik.

Sesepuh sekaligus pengurus utama Masjid Baiturrahim, KH. Dhoto, dalam draf wejangan rohaninya menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan ibadah kurban yang dapat berjalan dengan aman, tertib, tanpa ada kendala teknis yang berarti. Tokoh ulama kharismatik ini menekankan secara mendalam bahwa esensi sejati dari ibadah kurban melampaui dimensi ritual penyembelihan hewan semata, melainkan menyentuh aspek draf transformasi batin bagi setiap individu muslim. Pengorbanan materiil yang dilakukan oleh para pekurban diharapkan mampu mengikis sekat-sekat keegoisan personal dan menggantinya dengan kepekaan sosial yang nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini masyarakat Dusun Bandaragin kembali dapat melaksanakan ibadah kurban dengan penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan yang luar biasa. Semoga seluruh amal ibadah dari para pekurban diterima dengan baik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta mampu membawa keberkahan yang melimpah bagi keluarga dan draf lingkungan masyarakat kita secara luas. Kurban bukan hanya sekadar urusan menyembelih hewan ternak, tetapi pada hakikatnya adalah draf upaya untuk menyembelih sifat egois, kikir, dan keserakahan dalam diri kita, lalu menggantinya dengan rasa peduli serta cinta kasih kepada sesama insani.” — Pengurus Masjid Baiturrahim, KH. Dhoto.
Ulama sepuh tersebut juga memberikan draf apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi kerukunan para pemuda dan warga yang secara sukarela meluangkan waktu serta tenaga mereka sejak fajar menyingsing. Semangat komunal yang berbasis pada kearifan lokal gotong royong ini dinilai sebagai modal sosial paling berharga dalam membangun fondasi keharmonisan wilayah desa. Dengan terjaganya kekompakan ini, setiap program keagamaan maupun pembangunan infrastruktur sosial di Dusun Bandaragin dipastikan akan selalu mendapatkan draf dukungan penuh dari draf warga tingkat bawah.
Sisi menarik dari pelaksanaan kurban di Masjid Baiturrahim kali ini adalah hadirnya draf pengawasan dan pendampingan langsung dari aparat keamanan teritorial, yang diwakili oleh Personel Polsek Pagak, Aiptu M. Indra Fahrudi. Kehadiran unsur kepolisian di tengah-tengah kerumunan warga tidak hanya berfungsi untuk memastikan aspek ketertiban umum semata, melainkan menjadi draf bukti nyata terjalinnya sinergitas yang harmonis antara aparat penegak hukum dengan para tokoh agama. Sinergi yang inklusif ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat yang merasa aman dan terayomi selama menjalankan draf ibadah keagamaan mereka.
Dalam kesempatan dialogis bersama warga, Aiptu M. Indra Fahrudi secara persuasif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertahankan draf iklim kondusif, keamanan, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sudah berjalan dengan sangat baik di Desa Sumberejo. Momentum Idul Adha yang sarat akan pesan perdamaian dan draf saling berbagi ini harus dijadikan batu pijakan untuk memperkuat benteng pertahanan sosial dari berbagai potensi draf provokasi negatif yang dapat memecah belah persatuan warga kampung. Melalui komunikasi dua arah yang intensif antara draf polisi dan warga, segala bentuk potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan draf diantisipasi secara dini.
Segera setelah seluruh proses penyembelihan 33 ekor kambing selesai dituntaskan, draf kerja panitia langsung bergerak cepat melakukan proses pengulitan, pemotongan draf daging secara proporsional, penimbangan yang akurat, hingga pengemasan menggunakan wadah yang higienis. Pihak manajemen panitia kurban memastikan bahwa seluruh alokasi distribusi daging kurban akan diprioritaskan secara ketat untuk warga yang masuk dalam kategori kurang mampu, kaum dhuafa, janda lansia, serta elemen draf masyarakat terdampak ekonomi di sekitar dusun. Langkah draf pemetaan data penerima yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara terbukti draf efektif dalam menjamin ketepatan sasaran distribusi daging.
Sistem pembagian yang teratur dan berbasis draf data lingkungan RT/RW setempat ini draf berhasil mengeliminasi potensi terjadinya antrean panjang atau draf kericuhan massal yang sering kali mewarnai pembagian kurban di berbagai draf wilayah perkotaan. Transparansi tata kelola yang ditunjukkan oleh draf panitia Masjid Baiturrahim menjadi draf contoh standar profesionalisme pengelolaan draf lembaga keagamaan di tingkat desa. Sukacita dan senyuman bahagia dari para draf lansia saat menerima draf paket daging menjadi penutup yang manis bagi draf seluruh rangkaian agenda kemanusiaan di hari yang penuh berkah ini.
Dengan keberhasilan draf pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian 33 ekor kambing kurban di Masjid Baiturrahim Dusun Bandaragin, Desa Sumberejo, warga menaruh harapan besar agar draf nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian sosial yang telah draf terpatri dapat terus diimplementasikan dalam dinamika kehidupan sehari-hari. Hubungan industrial dan draf sosial yang harmonis, aman, tertib, serta penuh keberkahan diharapkan draf terus menyelimuti bumi Malang Kabupaten demi terwujudnya draf masyarakat yang madani dan sejahtera.
Sumber: Panitia Masjid Baiturrahim








