
LAHAT, The Wasesa News – Penguatan komponen utama pertahanan negara di sektor matra darat kembali mendapatkan tambahan kekuatan personel muda yang andal dan bermental baja. Sebanyak 1.583 mantan siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 secara serentak melepaskan status sipil mereka untuk beralih menjadi prajurit karier. Ratusan pemuda pilihan ini secara resmi dilantik dan diambil sumpah militernya dengan menyandang pangkat baru sebagai Prajurit Dua (Prada) dalam sebuah upacara militer yang dipusatkan di Lapangan Dodikjur Rindam II/Swj, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Jumat (22/05/2026).
Jalannya upacara penutupan pendidikan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan sakral tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangkodam) II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A. Langkah penyumpahan massal prajurit muda ini merupakan bagian strategis dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam memperkuat postur kekuatan Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah komando strategis, guna mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus menjaga kedaulatan wilayah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis membacakan amanat tertulis dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Di hadapan ribuan prajurit baru dan keluarga yang hadir, pucuk pimpinan Angkatan Darat menegaskan bahwa momen pelantikan ini bukan sekadar upacara seremonial biasa, melainkan sebuah garis batas tegas yang menandai transformasi besar secara fisik, mental, maupun karakter bagi para pemuda pilihan dari masyarakat sipil biasa menjadi benteng tangguh pertahanan negara.
Kasad lewat amanatnya mengingatkan bahwa pangkat Prajurit Dua yang kini melekat di pundak para Tamtama Remaja membawa konsekuensi tanggung jawab hukum dan moral yang sangat besar. Setiap prajurit dituntut untuk senantiasa tunduk pada hukum militer, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI dalam setiap gerak-gerik kehidupan sehari-hari maupun saat mengemban tugas operasi di lapangan. Pendidikan dasar yang baru saja diselesaikan di Rindam II/Sriwijaya ini merupakan modal fundamental awal yang wajib terus diasah melalui latihan-latihan lanjutan di satuan baru tempat mereka ditempatkan kelak.
Lebih lanjut, penguatan jajaran Tamtama Remaja baru ini juga diproyeksikan untuk mengisi formasi taktis di berbagai Batalyon Teritorial Pembangunan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Satuan khusus ini memiliki peran yang sangat krusial dalam menjembatani kepentingan pertahanan militer dengan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kehadiran 1.583 prajurit berwibawa ini diharapkan mampu menjadi akselerator pembangunan infrastruktur sekaligus menjaga stabilitas keamanan lokal di lingkungan tugas masing-masing.
Upacara pelantikan ini diakhiri dengan demonstrasi ketangkasan militer yang memukau oleh para prajurit baru, mulai dari simulasi pertempuran jarak dekat, beladiri militer, hingga formasi taktis bersenjata. Rangkaian agenda pelantikan dilaporkan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta diwarnai isak tangis haru kebahagiaan dari para orang tua murid yang menyaksikan langsung putra terbaik mereka kini resmi bertransformasi menjadi prajurit Jenderal Sudirman.
Sumber: Penerangan Komando Daerah Militer (Pendam) II/Sriwijaya








