
WONGGI PAPUA, The Wasesa News – Di tengah menjalankan tugas mulia menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan jati dirinya sebagai tentara rakyat yang senantiasa hadir dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Pada Rabu, 22 April 2026, personel Satuan Tugas (Satgas) Yonif 123/Rajawali dari Pos Wonggi menunjukkan wujud nyata kepedulian dan empati mendalam dengan membantu prosesi pemakaman salah satu warga lokal di Kampung Wonggi, Distrik Passue, Papua. Kehadiran para prajurit di tengah suasana duka ini bukan sekadar menjalankan protokoler kewilayahan, melainkan sebuah bentuk solidaritas organik yang lahir dari hubungan kekeluargaan yang telah terpupuk erat antara personel Satgas dan warga setempat selama masa penugasan.
[ez-toc]

Berita duka menyelimuti Kampung Wonggi atas berpulangnya almarhum Bapak Kalit, salah satu sosok warga yang dikenal baik di lingkungan Distrik Passue. Mendengar kabar tersebut, Komandan Pos (Danpos) Wonggi, Lettu Inf Sujoko, segera menginstruksikan anggotanya untuk bergerak menuju rumah duka. Kehadiran personel TNI di tengah keluarga yang tengah berduka menjadi oase ketenangan, memberikan dukungan moril yang sangat berarti di saat-saat tersulit. Tanpa ragu, para prajurit langsung membaur bersama warga untuk membantu segala persiapan teknis pemakaman, mulai dari penyiapan liang lahat, pengaturan logistik, hingga pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Dalam suasana yang penuh khidmat dan haru, Lettu Inf Sujoko memimpin langsung personelnya untuk memastikan seluruh jalannya prosesi pemakaman berlangsung lancar dan layak. Bagi Satgas Yonif 123/Rajawali, membantu warga yang sedang tertimpa musibah adalah bagian dari implementasi Delapan Wajib TNI, yakni menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Aksi ini menunjukkan bahwa kehadiran pos-pos TNI di pedalaman Papua memiliki fungsi ganda; selain sebagai garda pertahanan, juga berfungsi sebagai instansi sosial yang paling responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat desa.

Danpos Wonggi, Lettu Inf Sujoko, dalam sela-sela kegiatan tersebut menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan komitmen mutlak yang sudah tertanam dalam setiap sanubari prajurit Rajawali. Menurutnya, prajurit TNI tidak boleh hanya menjadi saksi bisu atas kesulitan yang dialami warga, melainkan harus menjadi bagian dari solusi. “Kami ingin selalu menjadi bagian dari masyarakat, baik dalam suka maupun duka. Kehadiran kami di sini adalah untuk membantu dan meringankan beban warga. Inilah wujud nyata bahwa TNI adalah bagian dari rakyat, dan kami merasakan duka yang sama dengan apa yang dirasakan oleh keluarga almarhum Bapak Kalit,” ujarnya dengan nada penuh empati.
Kehadiran Satgas Yonif 123/Rajawali ini pun disambut dengan hangat dan apresiasi tinggi oleh keluarga duka serta para tokoh masyarakat di Kampung Wonggi. Di wilayah yang secara geografis cukup terpencil dan memiliki akses terbatas, bantuan tenaga dari para prajurit sangat dirasakan manfaatnya. Prosesi pemakaman yang biasanya memerlukan waktu lama karena keterbatasan personel di kampung, menjadi lebih cepat dan tertata berkat bantuan tenaga dan koordinasi dari pihak Satgas. Solidaritas ini memperlihatkan bahwa keberadaan TNI telah menyentuh aspek-aspek kemanusiaan yang paling mendasar, di mana rasa saling menghormati dan membantu antarsesama manusia melampaui segala perbedaan.

Masyarakat Kampung Wonggi mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Satgas Yonif 123/Rajawali. Mereka menilai, kehadiran TNI tidak hanya membawa rasa aman dari sisi stabilitas wilayah, tetapi juga mempererat hubungan emosional dan kekeluargaan yang tulus. Di mata warga, prajurit Pos Wonggi bukan lagi dianggap sebagai orang asing yang datang bertugas, melainkan sudah dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga besar Kampung Wonggi. Hubungan yang harmonis ini menjadi modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah di tanah Papua.
Aksi humanis ini juga menjadi bukti nyata bahwa strategi pendekatan teritorial yang dijalankan oleh Satgas Yonif 123/Rajawali sangat efektif. Melalui metode soft power atau pendekatan dari hati ke hati, TNI berhasil memenangkan kepercayaan masyarakat (winning the hearts and minds). Pendekatan kemanusiaan seperti membantu prosesi pemakaman, pengobatan gratis, hingga bantuan pendidikan bagi anak-anak sekolah, terbukti lebih ampuh dalam membangun stabilitas keamanan jangka panjang dibandingkan pendekatan keamanan yang bersifat kaku. Harmonisasi yang tercipta di Distrik Passue ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah-lain di Papua untuk terus mengedepankan dialog dan kerja sama sosial.
Secara institusional, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali memang memiliki misi khusus untuk memperkuat integrasi sosial melalui kegiatan-kegiatan teritorial yang inovatif. Membantu warga dalam prosesi pemakaman adalah salah satu bentuk implementasi dari instruksi pimpinan TNI untuk selalu menjunjung tinggi kearifan lokal dan menghormati adat istiadat di tempat penugasan. Penghormatan terhadap almarhum Bapak Kalit oleh para prajurit TNI mencerminkan betapa tingginya penghargaan TNI terhadap nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat Papua.
Seiring berakhirnya prosesi pemakaman, suasana di Kampung Wonggi kembali tenang namun dengan ikatan kekeluargaan yang semakin kokoh antara warga dan prajurit Rajawali. Keikhlasan yang ditunjukkan oleh personel Pos Wonggi dalam membantu setiap tetes keringat saat prosesi tersebut akan selalu diingat oleh masyarakat sebagai kenangan tentang kehadiran TNI yang benar-benar melindungi dan mengayomi. Inilah esensi dari pengabdian sejati, di mana keberadaan seorang prajurit di medan tugas memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat paling bawah.
Kegiatan bantuan pemakaman ini menutup rangkaian aktivitas sosial Satgas Yonif 123/Rajawali pada hari itu, namun membuka ruang-ruang baru bagi kerja sama di masa depan. TNI akan terus berkomitmen untuk tidak pernah absen dalam setiap peristiwa penting di wilayah perbatasan, memastikan bahwa bendera merah putih tetap berkibar tidak hanya di tiang-tiang negara, tetapi juga di hati sanubari seluruh rakyat Indonesia di ujung timur nusantara. Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan oleh Lettu Inf Sujoko dan anggotanya adalah bukti bahwa Rajawali tetap terbang rendah untuk memayungi dan melindungi rakyatnya.








