
WEDA, The Wasesa News – Momentum penyegaran kepemimpinan di tubuh Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Tengah membawa angin segar bagi stabilitas keamanan di wilayah semenanjung Patani. Usai menjalani prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang khidmat di Mapolres Halmahera Tengah, pejabat baru Kapolsek Patani, IPDA Mustakim Puasa, S.E., langsung menegaskan komitmen strategisnya dalam mengemban amanah di tengah masyarakat. Dalam wawancara perdana bersama awak media pada Kamis (07/05/2026), sosok perwira yang dikenal memiliki rekam jejak gemilang ini menyatakan kesiapannya untuk mendedikasikan seluruh potensi dirinya guna menjaga kondusifitas di Kecamatan Patani. Bukan sekadar perwira biasa, IPDA Mustakim hadir dengan latar belakang yang mengagumkan sebagai mantan anggota pasukan perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat bertugas di Afrika, sebuah pengalaman internasional yang diyakini akan menjadi modal besar dalam menjalankan diplomasi kamtibmas dan pendekatan humanis kepada masyarakat setempat.
[ez-toc]
Langkah awal yang akan diambil oleh IPDA Mustakim Puasa dalam memimpin Polsek Patani adalah memperkuat lini komunikasi dan koordinasi lintas sektoral. Beliau menyadari bahwa keamanan wilayah tidak dapat diwujudkan hanya melalui pendekatan hukum semata, melainkan harus dibangun di atas fondasi kepercayaan antara polisi dan rakyat. Oleh karena itu, ia berencana untuk segera melakukan kunjungan silaturahmi kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang menjadi pilar stabilitas di Patani. Tidak hanya itu, sinergi dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat Camat hingga para Kepala Desa di seluruh Kecamatan Patani, akan menjadi prioritas utama guna memastikan setiap program kepolisian selaras dengan dinamika sosial yang ada. Pengalaman internasionalnya dalam melakukan mediasi di wilayah konflik Afrika Selatan memberikan perspektif luas bagi IPDA Mustakim untuk merangkul semua pihak dalam bingkai persaudaraan.
”Fokus utama saya adalah mengupayakan pemberian edukasi dan pemahaman yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kita harus memastikan bahwa masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi negatif atau isu-isu yang belum tentu kebenarannya, yang berpotensi merusak ikatan silaturahmi antar-sesama warga. Pendidikan politik dan sosial akan kami sisipkan dalam setiap kesempatan tatap muka agar warga memiliki imunitas terhadap segala bentuk provokasi,” tegas IPDA Mustakim Puasa di hadapan wartawan. Beliau menekankan bahwa ketenangan batin masyarakat adalah kunci utama bagi berjalannya roda pembangunan di wilayah Patani.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Patani yang baru ini juga memberikan perhatian khusus terhadap dinamika yang terjadi di wilayah Patani Barat, khususnya bagi masyarakat di Desa Banemo. Terkait peristiwa hukum yang sempat menyita perhatian publik, IPDA Mustakim secara tulus mengharapkan kepada pihak keluarga korban dan seluruh masyarakat Banemo untuk tetap tenang dan dapat menahan diri. Beliau memberikan jaminan bahwa proses hukum tengah berjalan dengan sangat serius, di mana tim dari Mabes Polri telah melakukan langkah-langkah identifikasi yang mendalam dan sudah mengantongi sejumlah barang bukti penting. “Kami meminta kepercayaan dari masyarakat. Biarkan proses hukum bekerja secara profesional. Polri berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas dan transparan,” tambahnya, berusaha meredam gejolak emosional warga melalui pendekatan yang persuasif.
Keunikan lain dari sosok IPDA Mustakim Puasa yang patut dibanggakan adalah sisi religiusitas dan intelektualitasnya yang tinggi. Sebagai seorang Qori Nasional yang mahir melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan merdu, beliau berencana melakukan safari religi ke berbagai masjid di pelosok Kecamatan Patani serta mengunjungi tempat-tempat pengajian warga. Pendekatan melalui dakwah dan kehadiran di tengah majelis ilmu ini dinilai sangat efektif untuk menyentuh sisi spiritual masyarakat Patani yang religius. Lebih luar biasa lagi, perwira ini merupakan seorang poliglot yang menguasai tiga bahasa asing secara aktif, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Prancis, dan Bahasa Arab. Keahlian linguistik ini jarang ditemukan di level pimpinan kepolisian sektor, yang menjadikannya sebagai figur inspiratif bagi generasi muda di Halmahera Tengah.
Kepiawaian bahasa dan intelektualitas ini juga ditawarkan oleh IPDA Mustakim untuk kemajuan pendidikan di Patani. Ia menyatakan kesiapannya secara lahir dan batin apabila masyarakat setempat meminta atau jika ada perintah langsung dari pimpinan tinggi di Mabes Polri untuk terjun langsung mengajar di sekolah-sekolah lokal. IPDA Mustakim ingin menjadi motivator bagi para siswa di Patani agar mereka memiliki wawasan global namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. “Jika diperintahkan atau dibutuhkan oleh sekolah-sekolah di sini, saya siap hadir di ruang kelas untuk mengajar dan memberikan motivasi kepada adik-adik kita. Saya ingin mereka melihat bahwa anak daerah bisa menjadi pasukan perdamaian dunia dan menguasai banyak bahasa jika mereka memiliki semangat belajar yang tinggi,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Kehadiran IPDA Mustakim Puasa sebagai Kapolsek Patani diharapkan menjadi era baru bagi pelayanan kepolisian yang lebih cerdas, religius, dan humanis. Perpaduan antara ketegasan seorang prajurit PBB, kelembutan seorang Qori, dan kecerdasan seorang intelektual poliglot merupakan paket lengkap yang diharapkan mampu merangkul seluruh faksi di masyarakat. Tantangan menjaga Kamtibmas di wilayah Patani yang memiliki letak geografis menantang memang berat, namun dengan strategi komunikasi dua arah yang dikedepankan oleh IPDA Mustakim, optimisme akan lahirnya Patani yang damai dan maju kini semakin menguat di hati masyarakat Bumi Fagogoru.
Pemerintah daerah dan para tokoh di Kecamatan Patani menyambut baik visi dan misi yang disampaikan oleh Kapolsek baru ini. Mereka berharap keberadaan pimpinan polisi yang mau turun ke masjid dan sekolah dapat menghapus sekat antara aparat dan warga. Dengan mengedepankan edukasi ketimbang represifitas, IPDA Mustakim sedang menanam benih-benih perdamaian berkelanjutan yang pernah ia pelajari saat bertugas di benua Afrika. Kini, pengabdian itu ia bawa pulang untuk membangun tanah kelahirannya, memastikan bahwa hukum tetap tegak namun hati rakyat tetap merasa teduh di bawah perlindungan kepolisian.








