
WEDA, The Wasesa News – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Tengah, Yunus Achmad, ST., MM., bersama jajaran stafnya secara langsung mendampingi para ahli waris korban konflik sosial antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, pada Selasa (30/06/2026). Pendampingan intensif ini dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran proses penyaluran dana bantuan santunan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) sebagai bentuk kehadiran negara dalam meringankan beban psikologis dan ekonomi keluarga korban pascatragedi tersebut.
Bantuan dana santunan kemanusiaan tersebut disalurkan secara transparan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat di Kantor Kas Pembantu (KCP) Bank Mandiri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Lelilef. Total nominal stimulus finansial yang dialokasikan dalam program jaring pengaman sosial ini mencapai Rp70.000.000, yang diserahterimakan secara kolektif kepada 10 orang ahli waris korban yang telah divalidasi datanya secara hukum oleh pemerintah daerah.
Langkah penyerahan bantuan tunai ini diharapkan tidak hanya dipandang sebagai sekadar realisasi program kerja administratif pemerintah semata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi simbol kuat dari komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam memulihkan kondisi sosial kemasyarakatan di wilayah pelosok, sekaligus merajut kembali tali silaturahmi antarwarga yang sempat renggang akibat gesekan sosial di masa lalu.

Yunus Achmad dalam arahannya menyatakan bahwa besaran materi yang diberikan oleh negara mungkin tidak akan pernah mampu memulihkan atau menggantikan rasa trauma, penderitaan, serta kehilangan mendalam yang dirasakan oleh pihak keluarga. Kendati demikian, jajaran kedinasan meminta seluruh penerima manfaat untuk menerima santunan ini dengan penuh keikhlasan dan memanfaatkannya secara bijak untuk kebutuhan yang produktif.
“Kami sangat berharap bantuan dari Kementerian Sosial ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-banyaknya oleh para korban dan ahli waris. Meskipun nilainya mungkin tidak seberapa dan tidak sebanding dengan penderitaan mendalam yang dirasakan, kami meminta agar bantuan ini tetap diterima dengan penuh rasa ikhlas agar dapat membawa berkah dan manfaat nyata bagi kelangsungan hidup keluarga,” ujar Kepala Dinas Sosial Halmahera Tengah, Yunus Achmad.
Selain memberikan penguatan moril, pihak Dinas Sosial juga menjadikan momentum pemulihan ini sebagai bahan evaluasi dan pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo. Hubungan persaudaraan dan adat yang kental di Maluku Utara harus dikedepankan guna menangkal potensi provokasi yang dapat memicu keretakan kamtibmas di masa mendatang.
Pemerintah daerah mengimbau tokoh adat, tokoh pemuda, dan perangkat desa di Kecamatan Patani Barat untuk aktif membangun ruang dialog yang inklusif agar segala bentuk kesalahpahaman antarkelompok dapat diredam secara damai tanpa melibatkan jalur kekerasan.
”Peristiwa kelam ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Semoga saja peristiwa konflik sosial tersebut tidak terulang kembali di masa depan kepada masyarakat di kedua desa, baik di Banemo maupun di Sibenpopo, demi terwujudnya kedamaian yang abadi,” pungkas Yunus Achmad di akhir kegiatan pendampingan tersebut.
Proses administrasi perbankan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar dengan pengawalan melekat dari aparat kewilayahan. Keberhasilan penyaluran santunan ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan rekonsiliasi damai yang harmonis antar-desa di Halmahera Tengah.
Sumber: Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Tengah




