
JAKARTA, The Wasesa News – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) secara resmi mengambil bagian dalam kegiatan krusial Opening Brief Latihan Multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 yang diselenggarakan di Hawaii, Amerika Serikat. Keikutsertaan delegasi militer tanah air pada Kamis (25/06/2026) ini menjadi penanda dimulainya secara resmi seluruh rangkaian latihan perang maritim multilateral terbesar di dunia tersebut.
Dalam agenda pembukaan tersebut, Wakil Laksamana (Vice Admiral) Jeff Jablon selaku Komandan Gugus Tugas Gabungan (Commander Combined Task Force/CCTF) menyampaikan sambutan hangat (Welcome Remarks) kepada seluruh negara peserta. Pertemuan tatap muka tingkat tinggi yang membahas doktrin taktis militer ini dipusatkan di Ford Island Conference Center (FICC), Hawaii.

TNI AL hadir sebagai pilar penting dari kontingen Indonesia yang dipimpin langsung oleh Letkol Laut (P) Eko Triyatomo selaku Komandan Satuan Tugas Latihan Multilateral (Dansatgas Latma) RIMPAC 2026. Selain komandan satgas, matra laut juga mengirimkan staf pangkalan (shore staff) Kapten Laut (P) Suhari Rumalean beserta jajaran personel tangguh dari Unsur Tugas Korps Marinir.
Partisipasi aktif TNI AL dalam perhelatan militer akbar ini merupakan wujud nyata dari komitmen jangka panjang diplomasi pertahanan kedaulatan Indonesia di kancah internasional. Keterlibatan ini sengaja difokuskan untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas taktis tempur, mengasah profesionalisme prajurit, serta mempererat kerja sama keamanan maritim regional dengan negara-negara sahabat.

”Partisipasi TNI AL dalam RIMPAC 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia, meningkatkan kapasitas prajurit dalam operasi multilateral, serta memperkokoh peran Indonesia sebagai negara maritim yang aktif dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia,” jelas Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam rilis resminya.
Sebagai latihan perang maritim paling kolosal di sejagat raya, RIMPAC 2026 diikuti oleh kekuatan angkatan laut lintas benua. Latma ini melibatkan ratusan unsur kekuatan kapal perang, armada udara, serta puluhan ribu personel militer dalam jumlah besar yang terintegrasi dalam satu komando latihan gabungan.

Melalui berbagai skenario serial latihan taktis yang akan dilaksanakan beberapa pekan ke depan, para peserta akan terus mengasah ketajaman operasi maritim gabungan. Hubungan internasional yang terjalin erat selama latihan diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan di kawasan strategis Indo-Pasifik secara berkelanjutan dari berbagai potensi ancaman kedaulatan maritim global.
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal)




