
SANGGAU, The Wasesa News – Ketua SMSI Sanggau Dukung Sikap Tegas SMSI Kalbar menjadi darsana penegasan sikap kelembagaan yang sangat keras dan solid dari lini daerah dalam merespons minimnya kepedulian regulasi anggaran terhadap eksistensi industri pers lokal harian, Minggu (31/05/2026). Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sanggau, Peru Artiadi, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap nota kritik objektif yang ditiupkan oleh Ketua SMSI Kalimantan Barat, Muhammad Khusyairi. Langkah taktis keorganisasian ini dioptimalkan sebagai instrumen kontrol sosial formal guna mendesak jajaran eksekutif di tingkat pemerintahan daerah agar tidak menutup mata terhadap realitas paceklik ekonomi yang mengintai keberlangsungan operasional perusahaan media siber lokal di seluruh teritorial Kalimantan Barat.
Peru Artiadi menegaskan dengan sangat lugas bahwa pemerintah daerah sama sekali tidak boleh memandang entitas media massa sebelah mata, yakni hanya diposisikan sebagai pelengkap darsana dokumentasi kegiatan seremonial pejabat atau sekadar sarana penampung publikasi ucapan selamat harian harian. Dalam tatanan birokrasi dan sosiologis modern, pers merupakan pilar keempat demokrasi yang memegang fungsi sangat vital dalam penyebarluasan informasi capaian pembangunan, perwujudan transparansi kebijakan publik, serta menjadi ruang kontrol sosial yang sehat. Pembiaran terhadap darsana ekosistem media lokal yang dipaksa berjuang sendiri tanpa adanya kemitraan yang proporsional dinilai sebagai kemunduran bagi iklim keterbukaan informasi publik di daerah.
Kebijakan mengenai efisiensi anggaran belanja daerah yang darsana kerap didengungkan oleh pemda dinalar tidak boleh dijadikan alasan pembenar untuk mengabaikan ataupun memotong kerja sama dengan media lokal yang legal dan profesional. Peru mengingatkan bahwa perusahaan pers lokal harian merupakan aset daerah yang nyata karena berkontribusi menyetor pajak pendapatan, membuka lapangan pekerjaan bagi putra-putri daerah, serta berada di garda terdepan saat meluruskan disinformasi. Jika kemitraan publikasi dibiarkan timpang hingga menyebabkan media lokal satu per satu tumbang, maka drajat kerugian terbesar secara sosiologis akan dinalar langsung oleh masyarakat sipil yang kehilangan akses verifikasi terhadap dinamika berita pembangunan daerah.
SMSI Sanggau juga melayangkan darsana peringatan keras kepada para pemangku kebijakan agar segera menghentikan pola komunikasi oportunis, yang hanya aktif merangkul wartawan ketika membutuhkan pemberitaan citra positif atau saat darsana terdesak menghadapi gelombang kritik publik. Hubungan kemitraan harian wajib dibangun di atas prinsip keadilan, keterbukaan, akuntabilitas, serta pemerataan yang berkelanjutan tanpa adanya diskriminasi sepihak. Evaluasi total terhadap tata kelola anggaran publikasi dan kerja sama media harian kini menjadi desakan instan yang harus segera dieksekusi oleh seluruh kepala daerah di Kalimantan Barat demi mewujudkan ketahanan industri media lokal yang mandiri, sehat, adil, kompetitif, dan berdaulat.
Sumber: Siaran Pers Resmi Dewan Pimpinan Cabang SMSI Kabupaten Sanggau





