
KOBAKMA, The Wasesa News – Akselerasi peningkatan taraf kesejahteraan sosial, derajat kesehatan masyarakat, serta penguatan kemanunggalan terintegrasi antara aparat pertahanan negara dan rakyat di wilayah pedalaman terus digencarkan oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia di wilayah timur nusantara. Sebagai langkah konkret dalam memperkuat program Pembinaan Teritorial (Binter) sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap kondisi riil masyarakat di wilayah penugasan operasi, prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 521/Dadaha Yodha (DY) menggelar aksi humanis berupa pelayanan kesehatan (Yankes) gratis berskala masif yang dipadukan dengan gerakan pembagian baju layak pakai bagi warga adat yang bermukim di kawasan Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (26/05/2026). Rangkaian kegiatan binter ini ditujukan untuk meretas keterbatasan akses sandang dan layanan medis yang dialami warga pedalaman.

Langkah taktis kepedulian yang digerakkan oleh jajaran personel bersenjata ini dipimpin langsung di lapangan oleh Komandan Kompi Markas (Dankipur) 2 Satgas Yonif 521/DY, Kapten Inf Kartono. Dengan mengerahkan tim medis satgas dan membawa logistik bantuan penunjang, para prajurit dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi mendatangi pemukiman masyarakat secara langsung guna memberikan pemeriksaan fisik, pengobatan ringan terhadap penyakit musiman, serta menyalurkan ratusan helai pakaian layak pakai bagi warga kurang mampu yang membutuhkan. Kehadiran pasukan yang populer dengan julukan Prajurit Macan Kumbang ini seketika disambut dengan penuh kehangatan, jabat tangan erat, serta antusiasme yang luar biasa tinggi oleh segenap masyarakat adat setempat yang merasa diperhatikan hak-hak dasarnya oleh negara.
Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., dalam keterangan resminya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembinaan teritorial dan bakti sosial kemanusiaan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan nyata dari komitmen serta kepedulian mendalam institusi TNI terhadap peningkatan indeks kesejahteraan hidup masyarakat Papua, khususnya yang bertempat tinggal di wilayah geografis sulit terjangkau atau pedalaman. Pimpinan satgas menggarisbawahi bahwa selain memikul tugas pokok kedaulatan kedinasan yang mahapenting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dari segala bentuk gangguan, Satgas juga memikul tanggung jawab moral untuk memposisikan diri sebagai solusi atas segala bentuk kesulitan masyarakat yang ada di sekeliling pos operasi.

Dalam pelaksanaan teknis di tapak lapangan, pelayanan kesehatan keliling yang diberikan secara cuma-cuma oleh tim medis pos militer tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemeriksaan kadar gula darah, pemberian suplemen vitamin bagi balita, pendistribusian obat-obatan esensial, hingga ruang konsultasi medis gratis bagi lansia yang mengeluhkan nyeri sendi. Lebih dari itu, bintara kesehatan militer juga memberikan penyuluhan dan edukasi edukatif yang persuasif mengenai pentingnya menjaga higienitas sumber air minum, sanitasi lingkungan rumah tangga, serta penerapan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari guna membendung penularan wabah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan malaria di wilayah pemukiman warga.
Sementara itu, pada sudut kegiatan lainnya, pembagian pakaian layak pakai bagi warga berjalan dengan sangat tertib di mana kelompok anak-anak dan mama-mama Papua mendominasi antrean dengan wajah sumringah. Pembagian sandang ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran domestik keluarga prasejahtera di Distrik Kobakma dalam memenuhi kebutuhan pakaian harian yang layak, mengingat rantai pasok komoditas sandang ke wilayah pegunungan tengah Papua umumnya harus melalui jalur udara yang membuat harganya melambung tinggi di pasar lokal.

Kehadiran program kolaboratif antara sektor medis dan sosial ini dinilai membawa dampak psikologis yang sangat positif dalam mencairkan sekat komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat adat. Salah satu tokoh masyarakat sekaligus perwakilan warga Distrik Kobakma, Bapak Elias Pangguh, secara terbuka mengaku merasa sangat senang, terharu, dan merasa sangat terbantu atas perhatian tulus, konsisten, serta tanpa pamrih yang diperlihatkan oleh segenap prajurit Satgas Yonif 521/DY sejak awal kedatangan mereka di daerah tersebut. Kedekatan emosional dan atmosfer kehangatan yang tercipta sepanjang pelaksanaan kegiatan menjadi bukti empiris yang tidak terbantahkan bahwa hubungan harmonis yang berlandaskan rasa kekeluargaan antara TNI dan rakyat terus terjaga dan terawat dengan sangat baik di bumi cenderawasih.

Dengan adanya penyelenggaraan kegiatan Binter humanis yang menyentuh langsung akar rumput ini, jajaran Satgas Yonif 521/DY menaruh harapan besar agar dapat terus menumbuhkan, merawat, serta memupuk rasa kebersamaan yang kokoh, meningkatkan indeks kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi institusi TNI, serta bersama-sama menciptakan situasi wilayah yang aman, damai, tenteram, dan kondusif di seantero wilayah Papua Pegunungan. Keberhasilan pelaksanaan program bakti sosial ini sekaligus menegaskan bahwa eksistensi Prajurit Macan Kumbang senantiasa memegang teguh amanat delapan wajib TNI untuk menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat, demi terwujudnya pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh pelosok NKRI.
Sumber: Pen Satgas Pamtas Yonif 521 Dadaha Yodha








