GWI Apresiasi Tata Kelola BLUD UPT Puskesmas Panimbang Banten. - thewasesanews.com

GWI Berikan Apresiasi Tinggi atas Disiplin Tata Kelola dan Profesionalisme UPT Puskesmas Panimbang

​“Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hak dasar warga negara, dan manajemen yang bersih adalah kunci untuk mewujudkannya. Puskesmas Panimbang telah menunjukkan bahwa integritas dalam tata kelola adalah obat terbaik bagi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.” — Redaksi Wasesa News.

PANIMBANG, THE WASESA NEWS – Di tengah gencarnya sorotan publik terhadap berbagai ketimpangan infrastruktur dan masalah sosial di Kabupaten Pandeglang, muncul sebuah titik terang yang patut menjadi teladan nasional dalam sektor pelayanan kesehatan. Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Pandeglang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPT Puskesmas Panimbang Rawat Inap atas konsistensinya dalam menjaga kedisiplinan tata kelola organisasi dan mutu pelayanan masyarakat pada Senin (04/05/2026). Puskesmas yang terletak di jalur strategis menuju kawasan wisata ini dinilai berhasil mentransformasi sistem birokrasi menjadi layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa profesionalisme dalam sektor kesehatan mampu menciptakan kepercayaan publik yang kuat sekaligus menjadi cermin keberhasilan implementasi otonomi daerah di tingkat dasar.

[ez-toc]

​Berdasarkan hasil pantauan mendalam dan investigasi lapangan yang dilakukan oleh tim GWI Pandeglang, Puskesmas Panimbang yang berstatus BLUD ini secara konsisten menjalankan prinsip-prinsip good governance sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah. Status BLUD yang disandang puskesmas ini bukan sekadar label administratif, melainkan telah diwujudkan melalui fleksibilitas pengelolaan keuangan yang tepat sasaran demi peningkatan pelayanan tanpa terhambat oleh birokrasi yang berbelit-belit. Disiplin tata kelola anggaran yang diterapkan di sini memastikan bahwa setiap rupiah dari negara kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas medis yang mumpuni, obat-obatan yang tersedia, serta tenaga medis yang siaga setiap saat.

​Setidaknya terdapat tiga poin fundamental yang menjadi alasan kuat GWI menjatuhkan apresiasi kepada instansi ini. Pertama, adanya disiplin administrasi dan transparansi anggaran yang luar biasa. Sebagai penyelenggara layanan publik, Puskesmas Panimbang telah mengimplementasikan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik secara paripurna. Transparansi ini memberikan ruang bagi audit yang sehat sekaligus memastikan pelayanan kepada pasien berjalan mulus tanpa kendala logistik. Kedua, fasilitas Rawat Inap 24 Jam yang benar-benar siaga. Tim GWI mencatat bahwa kesiapan personel medis di Puskesmas Panimbang melampaui ekspektasi standar di wilayah pedesaan, di mana penanganan darurat dilakukan dengan prosedur yang cepat dan humanis sesuai mandat UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

​Poin ketiga yang tak kalah impresif adalah aspek kebersihan dan penataan lingkungan kerja. Estetika gedung puskesmas yang asri dengan halaman yang bersih serta sterilnya area rawat inap menunjukkan bahwa manajemen serius dalam menjalankan Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas. Kondisi fisik bangunan yang terawat memberikan kenyamanan psikologis bagi pasien yang tengah menjalani masa penyembuhan. “Puskesmas Panimbang adalah bukti otentik bahwa status BLUD jika dikelola dengan tangan yang profesional akan menghasilkan pelayanan yang maksimal. Ini adalah standar emas yang harus dicontoh oleh seluruh puskesmas di Kabupaten Pandeglang,” tegas perwakilan GWI Pandeglang, M. Sutisna.

​M. Sutisna juga menambahkan bahwa tugas pers melalui organisasi GWI bukan hanya untuk melakukan kritik pedas terhadap “tiga front pelanggaran” yang sering terjadi, yakni narkoba, proyek infrastruktur yang bobrok, dan perusahaan pencemar lingkungan. Pers juga memiliki kewajiban moral untuk mengangkat dan memberikan apresiasi kepada instansi pemerintah yang berprestasi dan berdedikasi tinggi. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan informasi dan memberikan motivasi bagi abdi negara lainnya agar terus berinovasi dalam melayani masyarakat. “Kritik dan apresiasi harus berjalan berimbang. Yang bobrok akan kami hantam dengan pemberitaan investigatif, namun yang berprestasi seperti Puskesmas Panimbang ini wajib kami angkat setinggi-tingginya sebagai bentuk dukungan moral terhadap kehadiran negara di tengah rakyat,” tambahnya.

​Harapan besar kini tertuju kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang untuk menjadikan UPT Puskesmas Panimbang sebagai pilot project atau percontohan bagi 35 puskesmas lainnya di wilayah Pandeglang. GWI mendorong adanya studi banding internal antar-puskesmas agar standar pelayanan yang ada di Panimbang dapat merata hingga ke pelosok-pelosok desa lainnya. Dengan manajemen yang bersih, pelayanan yang tulus, dan lingkungan yang tertata, Puskesmas Panimbang telah membuktikan diri sebagai benteng kesehatan rakyat yang kokoh dan bermartabat di tanah Banten.

Avatar photo
Catur Nurmansyah

Leave a Reply

error: Content is protected !!