Sisi Humanis TMMD 128 Kodim 1801 Manokwari Bakar Singkong dan Cengkrama dengan Warga Tanah Rubuh. - thewasesanews.com

Hangatnya Kebersamaan di Tanah Rubuh, Personel Satgas TMMD 128 Kodim 1801/Manokwari Pererat Kemanunggalan Lewat Tradisi Bakar Singkong

​“Sambil makan kita bersenda gurau bersama rekan-rekan Satgas dan masyarakat. Ini akan menjadi kenangan tersendiri bagi kami saat menjalankan pengabdian di Tanah Rubuh.” — Kopda Sether, Personel Satgas TMMD 128 Kodim 1801/Manokwari.

MANOKWARI UTARA, The Wasesa News – Di balik deru mesin dan semangat pembangunan infrastruktur yang sedang dikebut, sebuah pemandangan penuh kehangatan tersaji di lokasi pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dipusatkan di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Pada Kamis (30/04/2026), para prajurit Kodim 1801/Manokwari yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD menunjukkan sisi lain dari kehidupan militer yang humanis. Di sela-sela kesibukan mengejar target pembangunan fisik, para personel menyempatkan diri untuk duduk melingkar bersama warga setempat, membakar singkong di atas bara api kecil sembari melepas lelah. Momen sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan napas yang hidup dalam setiap aktivitas pengabdian di pelosok Papua Barat.

Sisi Humanis TMMD 128 Kodim 1801 Manokwari Bakar Singkong dan Cengkrama dengan Warga Tanah Rubuh. - thewasesanews.com

[ez-toc]

Sisi Humanis TMMD 128 Kodim 1801 Manokwari Bakar Singkong dan Cengkrama dengan Warga Tanah Rubuh. - thewasesanews.com

​Saat ini, fokus utama Satgas TMMD ke-128 di Kampung Tanah Rubuh adalah percepatan pembangunan fisik, khususnya pengerjaan empat unit rumah layak huni yang ditujukan bagi warga kurang mampu. Namun, di tengah teriknya matahari dan tantangan medan yang cukup menguras tenaga, interaksi sosial tetap menjadi prioritas yang tidak terpisahkan. Salah seorang personel Satgas TMMD, Kopda Sether, tampak asyik membolak-balikkan singkong di atas api bersama beberapa pemuda kampung. Sembari beristirahat sejenak, mereka berbagi cerita dan tawa, seolah menghilangkan sekat antara prajurit berseragam loreng dengan masyarakat sipil. Kegiatan bakar singkong ini menjadi cara efektif bagi para prajurit untuk sekadar mengganjal perut sambil menunggu jam makan siang tiba.

​Kopda Sether mengungkapkan bahwa momen-momen santai seperti ini sangat berharga untuk menjaga mental dan moril tim di lapangan. Baginya, singkong bakar yang dinikmati bersama warga memiliki cita rasa yang jauh lebih nikmat karena bumbunya adalah rasa persaudaraan. “Ya, kami membakar singkong ini hanya di sela-sela waktu senggang saat menunggu material yang akan dibawa ke lokasi pembangunan. Ini adalah cara kami untuk tetap rileks namun tetap waspada dalam menjalankan tugas,” ujarnya di sela-sela kegiatannya. Menurutnya, jeda istirahat yang diisi dengan interaksi positif bersama warga dapat memulihkan stamina lebih cepat daripada sekadar duduk diam sendirian.

Sisi Humanis TMMD 128 Kodim 1801 Manokwari Bakar Singkong dan Cengkrama dengan Warga Tanah Rubuh. - thewasesanews.com

​Lebih lanjut, Kopda Sether menambahkan bahwa tradisi makan bersama secara sederhana ini paling berkesan ketika dinikmati beramai-ramai di tengah kondisi tubuh yang letih setelah bekerja seharian. Kehangatan api unggun kecil untuk membakar singkong tersebut seolah mencairkan segala bentuk kekakuan. “Sambil makan, kita bersenda gurau bersama rekan-rekan Satgas dan masyarakat setempat. Candaan-candaan kecil dari warga asli Tanah Rubuh seringkali membuat kami tertawa lepas. Hal-hal seperti ini yang akan menjadi kenangan tersendiri bagi kami setelah tugas TMMD ini berakhir nanti,” pungkasnya sambil tersenyum lebar.

​Kehadiran Satgas TMMD di Distrik Manokwari Utara memang tidak hanya membawa perubahan secara fisik melalui infrastruktur, tetapi juga membawa dampak psikologis positif bagi warga. Warga Kampung Tanah Rubuh merasa sangat terbantu dan terlindungi dengan kehadiran para prajurit Kodim 1801/Manokwari yang sangat ramah dan mudah bergaul. Bagi warga, melihat tentara yang mau duduk di tanah dan makan singkong bersama adalah pemandangan yang sangat menyentuh hati. Hal ini menunjukkan bahwa TNI benar-benar berasal dari rakyat dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, tanpa merasa lebih tinggi atau eksklusif.

​Pihak Kodim 1801/Manokwari melalui Pendim juga menegaskan bahwa program TMMD dirancang untuk membangun dua aspek sekaligus, yakni sasaran fisik dan non-fisik. Sasaran non-fisik yang dimaksud salah satunya adalah penguatan kemanunggalan TNI-Rakyat melalui pendekatan komunikasi sosial yang humanis. Dengan terbangunnya kedekatan emosional seperti ini, maka proses pengerjaan sasaran fisik seperti rumah, jalan, atau fasilitas umum lainnya akan terasa lebih ringan karena dikerjakan secara gotong royong dengan semangat yang sama. Solidaritas yang terbangun di atas bara api pembakaran singkong ini diharapkan dapat terus terjaga hingga seluruh program TMMD ke-128 tuntas dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan.

​Melalui potret kecil di Kampung Tanah Rubuh ini, publik dapat melihat bahwa kekuatan TNI bukan hanya terletak pada alutsista atau taktik tempur, melainkan pada kemampuan mereka untuk menyatu dengan jantung kehidupan masyarakat. Singkong bakar yang dibagikan dari tangan prajurit ke tangan warga adalah simbol ketahanan sosial yang kuat di wilayah perbatasan dan pelosok negeri. Ketika pembangunan fisik selesai nanti, bangunan rumah mungkin akan bertahan lama, namun kenangan akan kehangatan cengkrama dan tawa bersama prajurit Macan di bawah langit Manokwari Utara akan menetap abadi di hati sanubari setiap warga.

Avatar photo
Dian Pramudja

Leave a Reply

error: Content is protected !!