
BEKASI, The Wasesa News – Paguyuban Kerukunan Keluarga Banyumas (KKB) Rayon Bekasi sukses menyelenggarakan agenda seminar kewirausahaan KKB Bekasi bertajuk “Berwiraswasta Membangun Ekonomi Masyarakat Yang Sejahtera Unggul Dan Barokah” yang berlangsung khidmat di Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (12/07/2026). Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis keanggotaan masif mencapai lebih dari 1.700 orang yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Seminar ekonomi kerakyatan ini sengaja diinisiasi untuk menggerakkan roda perekonomian berbasis potensi lokal serta memperkuat mentalitas kemandirian usaha para anggotanya.
​Meskipun paguyuban warga perantauan asal Banyumas ini secara kultural telah eksis sejak 30 tahun yang lalu di tanah pasundan, momentum tahun ini menjadi sangat krusial karena organisasi akhirnya resmi mengantongi legal standing. KKB Rayon Bekasi kini telah secara sah terdaftar eksistensinya secara hukum di kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten/Kota Bekasi, Jawa Barat. Pemenuhan legalitas formal ini membuka ruang kemitraan yang luas dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memicu akselerasi program kerja internal paguyuban yang lebih terstruktur untuk jangka panjang.
​Ketua KKB Rayon Bekasi, Paryono, S.E., menjelaskan bahwa pasca-pemenuhan aspek legalitas ini, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penetrasi program melalui kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga pemangku kebijakan. Saat ini, paguyuban telah menjalin sinergi erat dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), jajaran Kesbangpol, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daerah Bekasi setempat. Sinergisitas ini bertujuan agar seluruh program pemberdayaan ekonomi yang dirancang oleh KKB dapat berjalan beriringan dan mendapat dukungan penuh dari program pembangunan pemerintah daerah setempat.

​”Saat ini KKB Rayon Bekasi telah berkolaborasi dengan BAZNAS dan Kesbangpol serta pejabat PLT Bekasi setempat yang tujuannya agar program-program organisasi bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Dengan legalitas yang sudah kami penuhi ini menjadi semangat kita untuk terus bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujar Ketua KKB Rayon Bekasi, Paryono, S.E., dalam sesi wawancara khusus bersama awak media.
Seminar perdana ini menghadirkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Bisnis Jawa Tengah, KH. Dr. Slamet Sutrisno, M.M., M.Si., sebagai pembicara utama. Dalam orasi ilmiah dan pemaparannya, beliau menekankan urgensi pengintegrasian nilai-nilai luhur keagamaan ke dalam praktik pengelolaan bisnis dan perdagangan sehari-hari. Pelaku usaha mikro dan menengah diingatkan untuk tidak sekadar mengejar profitabilitas materi semata, melainkan mengedepankan keberkahan moral agar tidak terjebak dalam pusaran tindakan penyelewengan jabatan dan anggaran.
​”Pentingnya nilai-nilai agama dalam menjalankan usaha atau bisnis. Semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Banyaknya kasus korupsi, penyelewengan anggaran, dan penyuapan menandakan turunnya moralitas adab dan nilai-nilai spiritual,” tegas pembicara utama, KH. Dr. Slamet Sutrisno, M.M., M.Si., di hadapan seluruh peserta seminar.
Selain pemaparan aspek spiritual bisnis, seminar ini juga menghadirkan pembicara pendukung yang memberikan wawasan praktis dan motivasi aplikatif. Tokoh perempuan inspiratif, Hj. Dr. Yayuk Budi Iriyani, M.M., M.Si., bertindak sebagai salah satu keynote speaker yang berhasil membakar semangat peserta melalui untaian kisah-kisah sukses jatuh bangun dunia wirausaha yang bernilai edukatif. Materi kemudian dilengkapi secara akademis dan praktis oleh dosen sekaligus praktisi bisnis, Hj. Dr. Eko Suwarni, S.H., M.M., yang membagikan pengalaman nyata mengelola usaha pembuatan garam inovatif untuk bumbu masak serta terapi pengobatan medis.
​Pihak panitia menegaskan bahwa tantangan ekonomi saat ini harus dijadikan momentum emas untuk melahirkan inovasi tanpa menjadikannya sebagai hambatan pergerakan. KKB Rayon Bekasi berkomitmen untuk menindaklanjuti seminar ini melalui program pendampingan usaha secara berkala serta penguatan program pemberdayaan kaum wanita di sektor UMKM. Langkah konkret ini diharapkan menjadi pemantik bagi pengurus KKB di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia untuk mereplikasi kegiatan edukasi ekonomi serupa demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.
Sumber: Panitia Pelaksana Rapat Kerja dan Seminar Kewirausahaan KKB Rayon Bekasi





