
TANGERANG, The Wasesa News – Komitmen aparat kepolisian dalam mereduksi ruang gerak pelaku kejahatan jalanan serta memberikan jaminan keamanan absolut bagi masyarakat yang beraktivitas di malam hari terus diintensifkan secara masif. Suasana kesunyian jalanan protokol di wilayah hukum Kota Tangerang pada waktu dini hari kini terasa sangat berbeda dari biasanya menyusul digelarnya operasi berskala besar oleh aparat penegak hukum. Sejumlah ruas jalan utama yang biasanya sepi dan rawan kriminalitas mendadak dipenuhi oleh iring-iringan kendaraan dinas patroli kepolisian dengan lampu rotator biru yang menyala terang membelah kegelapan malam, dibarengi kesiapsiagaan personel bersenjata lengkap yang bersiaga di beberapa titik rawan kejahatan guna memeriksa satu per satu kendaraan roda dua yang melintas mencurigakan, Selasa (26/05/2026).

Rangkaian kegiatan preventif yang menyasar kantong-kantong rawan tersebut merupakan bagian dari perwujudan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar secara terintegrasi oleh Polres Metro Tangerang Kota bersama jajaran kepolisian sektor (polsek) urban di bawahnya dalam rangka menyukseskan program strategis JAGA JAKARTA. Pergerakan taktis pasukan pemburu kejahatan jalanan ini dimulai secara serentak sejak pukul 01.00 WIB dini hari hingga menjelang waktu subuh, di mana waktu-waktu tersebut dinilai berdasarkan evaluasi intelijen sebagai jam paling rawan terjadinya gesekan sosial, aksi pembegalan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.
Sebelum pasukan disebar ke zona-zona merah, terlebih dahulu dilaksanakan apel gabungan kekuatan yang dipusatkan di halaman Gedung Presisi Markas Komando (Mako) Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Supriyadi. Dalam operasi cipta kondisi kali ini, sedikitnya 47 personel pilihan dari berbagai satuan fungsi, mulai dari intelijen, reserse kriminal, samapta, hingga provos diterjunkan secara penuh ke lapangan guna memastikan jalannya penegakan hukum di malam hari dapat berjalan secara efektif, terukur, dan humanis namun tetap tegas.

Adapun rute perimeter patroli mobile malam ini sengaja dirancang untuk menyisir sejumlah titik krusial yang berdasarkan draf laporan masyarakat sering kali dijadikan sebagai lokasi titik kumpul ataupun jalur perlintasan gangguan kamtibmas. Pemetaan wilayah operasi dimulai dari menyisir kawasan padat lalu lintas Jalan Jenderal Sudirman, bergeser ke jalur KH Hasyim Ashari, hingga menembus wilayah Buaran Indah yang berada tepat di pinggiran akses tol. Lokasi Buaran Indah ini menjadi atensi khusus petugas karena kerap disalahgunakan oleh gerombolan remaja usia sekolah sebagai tempat nongkrong larut malam sekaligus lintasan pacuan balap liar yang sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Di lokasi-lokasi strategis tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan tindakan kepolisian diskresioner berupa pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap pengendara kendaraan roda dua, pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan, hingga pemantauan preventif terhadap aktivitas kelompok masyarakat yang masih terpaksa beraktivitas hingga larut malam. Langkah penyisiran berkala ini terbukti efektif dalam mematahkan niat jahat para pelaku kriminal yang hendak memanfaatkan situasi kelengahan malam untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.

Penyelenggaraan kegiatan patroli berkala dan razia malam berskala besar tersebut seketika memanen respons yang sangat positif serta apresiasi yang luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat Tangerang. Sejumlah warga, khususnya para pekerja paruh waktu dan komunitas pengemudi ojek online, mengaku merasa jauh lebih aman, nyaman, dan dilindungi dengan kehadiran fisik polisi di jalanan saat jam-jam rawan kejahatan merajalela. Kehadiran petugas dinilai mampu mengembalikan rasa ketenangan psikologis warga yang selama ini dihantui oleh maraknya pemberitaan mengenai aksi kekerasan jalanan oleh geng motor.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa operasi patroli rutin KRYD ini akan terus ditingkatkan intensitasnya secara berkala demi menekan angka kriminalitas jalanan, memberantas aksi tawuran antar-kelompok, hingga menyikat habis aksi begal sadis yang sangat meresahkan ketenteraman masyarakat. Namun demikian, Kapolres menggarisbawahi bahwa urusan menjaga keamanan dan ketertiban wilayah pada hakikatnya bukan hanya bertumpu pada pundak aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan jalinan peran serta aktif dan kolaborasi konkret dari seluruh elemen masyarakat.

Pihak komando Polres Metro Tangerang Kota juga mengeluarkan imbauan keras yang ditujukan secara khusus kepada para orang tua agar bisa lebih aktif, ketat, dan peduli dalam mengawasi pergerakan anak-anak mereka yang menginjak usia remaja. Orang tua diminta memastikan agar putra-putri mereka tidak dibiarkan keluar rumah hingga larut malam tanpa adanya tujuan atau kepentingan edukasi yang jelas. Pengawasan dari lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng pertahanan paling hulu agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam pusaran aksi tawuran berdarah, penyalahgunaan narkotika, pesta minuman keras, maupun tindak kriminalitas jalanan lainnya yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.
Selain mengandalkan pola patroli mobile menggunakan armada roda empat, petugas di lapangan juga memperketat sistem stasioner dengan menggelar razia pemeriksaan kendaraan di sejumlah titik simpul perbatasan kota. Langkah ini difungsikan untuk mengantisipasi adanya peredaran gelap senjata tajam (sajam), kepemilikan senjata api raksasa, peredaran narkoba, hingga membatasi ruang pelarian bagi para pelaku kejahatan jalanan. Polisi memastikan bahwa kegiatan penegakan hukum serupa akan terus digulirkan secara konsisten demi menjaga marwah Kota Tangerang sebagai kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.
Sumber: Laporan Kegiatan Kamtibmas Satuan Samapta Polres Metro Tangerang Kota








