
JAKARTA, The Wasesa News — Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya cek hewan kurban secara maraton ke fasilitas penampungan logistik milik Perumda Dharma Jaya guna menjamin stabilitas, kelayakan, serta aspek higienitas pasokan hewan ternak menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Agenda inspeksi mendadak dan pemeriksaan klinis yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026) tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi taktis bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta. Sinergitas instansi ini sengaja dikerahkan ke lokasi guna memastikan bahwa seluruh komoditas hewan kurban yang nantinya beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat berada dalam kondisi yang benar-benar sehat, bebas dari serangan wabah penyakit menular, serta jalur distribusinya di wilayah hukum ibu kota berjalan dengan aman tanpa kendala.

Aksi lapangan penegakan ketahanan pangan nasional ini dihadiri langsung oleh Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon yang didampingi Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh. Ardila Amry, beserta Iptu Sindhu Satria, S.I.K., M.H., selaku perwakilan dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Metro Jaya. Turut hadir memimpin jalannya pengecekan kesehatan tersebut, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok, yang disambut langsung oleh jajaran manajemen Perumda Dharma Jaya di bawah koordinasi Direktur Keuangan & SDM Maulana Lazuardi. Kehadiran seluruh elemen pemangku kepentingan di lokasi karantina ternak ini mencerminkan komitmen kuat kepolisian dan pemda untuk memitigasi risiko kontaminasi biologis pada pasokan pangan menjelang hari besar keagamaan.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon menyatakan bahwa kegiatan peninjauan komprehensif ini merupakan bagian dari tugas preventif kepolisian dalam mengawal ketertiban umum dan hak konsumen menjelang perayaan Idul Adha 2026. Pemeriksaan klinis hewan yang dilakukan mencakup berbagai macam aspek penting, mulai dari kebersihan lingkungan kandang penampungan sementara, kelayakan ruang jagal, ketepatan penyiapan pakan, hingga pengawasan dokumen manifes pengiriman hewan antardaerah. Langkah kepolisian ini dinilai vital untuk mencegah masuknya hewan kurban ilegal atau penyusupan komoditas cacat yang dapat merugikan perekonomian serta ketenteraman batin umat Muslim yang hendak menjalankan ibadah ritual kurban.

Berdasarkan hasil pemantauan fisik dan pemeriksaan klinis sementara yang dilakukan di area kandang, Kombes Pol. Victor Dean Mackbon mengonfirmasi bahwa seluruh populasi sapi yang berada di bawah pengelolaan Perumda Dharma Jaya terbukti dalam kondisi prima dan sangat baik. Hingga rilis ini diturunkan, tim gabungan di lapangan belum menemukan adanya indikasi infeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun gejala klinis penyakit kulit infeksius Lumpy Skin Disease (LSD) yang sempat diwaspadai melanda peternakan nasional. Kendati demikian, Satgas Pangan Polda Metro Jaya bersama tim dokter hewan dari Dinas KPKP DKI Jakarta menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan dan akan terus memperketat penjagaan pos lalu lintas ternak di gerbang-gerbang masuk perbatasan Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat yang diambil oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam melakukan pendampingan pengawasan di sektor hulu pangan ini. Menurutnya, mekanisme pengawasan ketat wajib diberlakukan secara berlapis, di mana setiap truk pengangkut hewan kurban yang masuk ke wilayah DKI Jakarta wajib menunjukkan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal sebelum menjalani skrining fisik lanjutan. Dengan adanya sistem pengawasan kolaboratif ini, pemerintah menjamin bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan komoditas hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat agama dapat terpenuhi secara utuh tanpa dihantui rasa cemas akan kualitas daging kurban.








