Pertamina Hulu Indonesia Tanam Mangrove Pulau Pari. - thewasesanews.com

Wujudkan Bisnis Berkelanjutan, PT Pertamina Hulu Indonesia Jaga Ekosistem Karbon Biru Lewat Penanaman Mangrove di Pulau Pari

​"Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Kemas Adrian saat memberikan keterangan resmi mengenai urgensi pelaksanaan program jaring pengaman lingkungan tersebut.

JAKARTA, The Wasesa News – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) secara nyata menegaskan komitmennya di luar bisnis inti ekstraksi minyak dan gas bumi (Beyond Migas) melalui aksi rehabilitasi ekosistem pesisir dengan menanam 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) di kawasan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kegiatan strategis yang menggandeng organisasi lingkungan Lindungi Hutan serta kelompok tani lokal tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar serentak oleh PHI Regional 3 Kalimantan. Dengan mengusung semangat kampanye NowForClimate, intervensi ekologis ini diarahkan sebagai bentuk kontribusi konkret korporasi dalam mendukung mitigasi perubahan iklim global sekaligus memperkuat perlindungan bentang alam pesisir Indonesia dari ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan.

​Aksi penghijauan kawasan pantai ini melibatkan partisipasi aktif dari sekitar 40 pekerja PHI dari berbagai fungsi kedinasan yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanaman bersama warga setempat. Keterlibatan langsung ini menjadi representasi dari tanggung jawab lingkungan perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem laut yang kian terdegradasi. Penanaman komoditas mangrove dan lamun dipilih secara cermat karena kedua vegetasi ini memiliki peran yang sangat krusial sebagai bagian dari ekosistem karbon biru (blue carbon), yaitu ekosistem pesisir yang mampu menyerap dan menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar hingga ratusan tahun.

​Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menjelaskan bahwa pelestarian ekosistem pesisir merupakan pilar penting dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan. Menurut otoritas lingkungan korporasi tersebut, indikator keberhasilan sebuah industri hulu migas modern tidak lagi hanya diukur dari aspek capaian operasional dan lifting semata, melainkan dari seberapa besar kontribusi nyata yang diberikan terhadap pemulihan daya dukung lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pertamina Hulu Indonesia Tanam Mangrove Pulau Pari. - thewasesanews.com

​”Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Kemas Adrian saat memberikan keterangan resmi mengenai urgensi pelaksanaan program jaring pengaman lingkungan tersebut.

​Kemas Adrian menambahkan bahwa implementasi program pelestarian di Pulau Pari ini turut mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada klaster pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan pekerjaan yang layak, penanganan perubahan iklim, serta perlindungan ekosistem laut dan daratan. Berbagai hasil riset ilmiah membuktikan bahwa hutan mangrove memiliki kapasitas penyimpanan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan pada luasan yang sama, sementara padang lamun berkontribusi besar menstabilkan sedimen dasar laut serta meredam energi gelombang ekstrem.

Kehadiran program rehabilitasi dari anak usaha Pertamina ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh komunitas petani dan nelayan tradisional di Pulau Pari. Perwakilan kelompok tani setempat mengonfirmasi bahwa dalam beberapa tahun terakhir, wilayah mereka menghadapi tantangan lingkungan yang cukup berat akibat meningkatnya abrasi pantai, menyusutnya luasan padang lamun, serta fenomena kenaikan permukaan air laut. Melalui kolaborasi aktif ini, masyarakat berharap ekosistem pesisir dapat kembali pulih sehingga mampu menjadi benteng alami penahan gelombang sekaligus memulihkan produktivitas sektor perikanan tangkap yang menjadi urat nadi perekonomian warga.

​Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi hulu minyak dan gas di Regional 3 Kalimantan—meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10—PHI berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap lini operasinya. Bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PHI memastikan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digulirkan akan terus berfokus pada kemandirian masyarakat dan keberlanjutan alam secara jangka panjang demi mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Sumber: Humas PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Kalimantan

Avatar photo
Sri Nurhaeni

Leave a Reply

error: Content is protected !!