
TANGERANG KOTA, The Wasesa News – Forum Wartawan Jakarta Indonesia (FWJI) Korwil Tangerang Kota mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh orang tua dan wali murid agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik penipuan bermodus penerimaan siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) TA 2026/2027. Ketua FWJI Tangerang Kota, Cecep Yuliardi, menegaskan bahwa menjelang pelaksanaan seleksi masuk sekolah, kini mulai marak pergerakan dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan jurnalis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) yang secara sepihak berani menjanjikan jaminan kelulusan bagi calon peserta didik ke sekolah negeri tertentu.
Praktik percaloan yang memanfaatkan kecemasan para orang tua murid ini dinilai sudah berada pada taraf yang sangat meresahkan lingkungan pendidikan teritorial. Dalam melancarkan aksinya, para oknum tersebut biasanya menarik sejumlah uang kompensasi di awal dengan dalih sebagai biaya operasional untuk mengamankan kuota melalui jalur belakang atau titipan khusus. Ironisnya, ketika janji manis tersebut gagal terealisasi di lapangan, para pelaku justru kerap memprovokasi keadaan dengan kedok membela hak warga lokal guna memicu kericuhan dan kegaduhan massal di lingkungan sekolah terkait.
“Itu yang tidak dibenarkan. Sudah menipu, gagal, lalu bikin gaduh dan bawa-bawa nama warga. Praktik seperti ini mencoreng pendidikan dan mengganggu ketertiban umum di lingkungan sekolah,” tegas Cecep Yuliardi saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Tangerang Kota.
Menyikapi fenomena tahunan yang merusak integritas daerah ini, FWJI Tangerang Kota secara organisatoris menyerukan penolakan total terhadap segala bentuk calo kemitraan SPMB. Pihaknya menegaskan bahwa sistem penerimaan siswa baru di bawah naungan Dinas Pendidikan saat ini sudah dirancang secara sistematis, terukur, dan transparan berbasis daring. Oleh karena itu, secara regulasi, sama sekali tidak terdapat celah hukum formal yang melegalkan praktik titipan siswa, pemungutan biaya di luar ketentuan, maupun intervensi dari pihak luar yang menjanjikan fasilitas khusus dengan imbalan finansial.
Secara kelembagaan, Cecep juga memastikan dengan tegas bahwa seluruh jajaran anggota yang bernaung di bawah bendera FWJI Tangerang Kota memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan tidak akan pernah terlibat dalam lingkaran hitam percaloan sekolah tersebut. Ia mendesak masyarakat luas agar tidak mudah tergiur oleh gertakan atau rayuan oknum-oknum institusi yang mengklaim memiliki kedekatan dengan pejabat dinas atau kepala sekolah tertentu demi meraup keuntungan pribadi.
Guna menciptakan atmosfer pelaksanaan SPMB yang aman, nyaman, dan kondusif, FWJI mendorong seluruh jajaran kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa untuk bersikap proaktif di lapangan. Pihak manajemen sekolah diharapkan tidak ragu untuk segera membangun koordinasi taktis dan melekat dengan aparat kepolisian sektor setempat apabila mulai mengendus adanya indikasi intimidasi, pemerasan, atau pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh oknum organisasi eksternal.
Lebih jauh, aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri diharapkan dapat mengambil tindakan hukum secara tegas, responsif, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti mengganggu ketertiban jalannya SPMB di Kota Tangerang. Pengawasan ketat di lapangan dinilai sebagai kunci utama untuk memutus mata rantai pungutan liar serta melindungi hak-hak normatif anak-anak bangsa dalam memperoleh akses pendidikan yang adil dan merata tanpa bayang-bayang premanisme.
“Laporkan segera jika ada pungli atau upaya provokasi. Jangan biarkan hak pendidikan anak dirusak oleh ulah oknum. Kami minta TNI-POLRI tidak ragu menindak tegas pelaku pengganggu SPMB,” pungkas Cecep secara diplomatis menutup arahannya.
Melalui pengawasan berlapis dan keterbukaan informasi ini, FWJI Tangerang Kota berkomitmen penuh untuk terus mengawal jalannya SPMB agar bersih dari segala intervensi ilegal. Peran aktif masyarakat untuk berani menolak dan melaporkan indikasi pemerasan diproyeksikan menjadi pilar utama dalam menjaga marwah dunia pendidikan yang berintegritas di Kota Tangerang.
Sumber: Humas FWJI Tangerang Kota




