
BANDUNG, The Wasesa News – Langkah antisipasi dan skenario pengamanan berlapis berskala besar mulai dimatangkan oleh jajaran kepolisian dan pemerintah daerah guna menyambut potensi gelombang massa suporter di pusat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara resmi mengeluarkan kebijakan tegas dengan membatasi waktu perayaan euforia kemenangan Persib Bandung di Kota Bandung hingga maksimal pukul 23.00 atau 24.00 WIB malam saja. Pembatasan operasional perayaan ini diberlakukan secara ketat guna mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas yang lumpuh total serta menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat konvoi massal jutaan Bobotoh berlangsung di jalanan protokoler.

Rencana pawai akbar tersebut dijadwalkan akan membanjiri jantung Kota Bandung pada Minggu, 24 Mei 2026, dengan catatan apabila skuad Maung Bandung berhasil mengunci gelar juara dalam laga krusial sebelumnya. Rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari jajaran kepolisian, TNI, hingga unsur pemerintah provinsi telah rampung dilaksanakan guna menentukan rute resmi konvoi sekaligus memetakan klaster pengamanannya di lapangan secara komprehensif.
”Bukan kami bermaksud mendahului takdir Allah SWT, tetapi kita semua di sini sedang menjemput takdir untuk menjadi juara tiga kali berturut-turut atau meraih hattrick dalam sejarah sepak bola nasional. Karena kans Bandung sangat besar sekali pada musim ini, sehingga kami mempersiapkan skema untuk konvoi kemenangan ini jauh lebih baik, aman, dan terstruktur dari tahun-tahun sebelumnya,” cetus Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, usai memimpin rapat koordinasi strategis di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (19/05/2026).
Berbeda secara signifikan dengan skema rute pawai pada musim-musim sebelumnya, Erwan menyebutkan bahwa pergerakan pawai kali ini akan dimulai dari titik keberangkatan di kawasan parkiran barat Gedung Sate dan akan berakhir di sekitar Jalan Asia Afrika. Perubahan signifikan terhadap rute perayaan ini terpaksa diterapkan oleh panitia bersama karena area halaman depan Gedung Sate saat ini sedang dalam tahapan renovasi dan perbaikan infrastruktur fisik secara menyeluruh.
Secara rincinya, jalur jalanan kota yang akan dilalui oleh arak-arakkan massa juara tersebut meliputi Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Lembong, Jalan Veteran, kawasan Simpang Lima, hingga menyusuri Jalan Asia Afrika dan berakhir tepat di depan Gedung Merdeka. Sesuai estimasi waktu dari tim gabungan, pergelaran pawai ini kemungkinan besar akan memakan waktu durasi perjalanan selama maksimal empat jam di jalanan. Kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika dipilih sebagai titik akhir pemberhentian dari pawai karena memiliki kapasitas ruang terbuka yang sangat luas serta mempunyai nilai historis tinggi bagi masyarakat Jawa Barat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa penebalan personel pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung secara aman, tertib, damai, dan kondusif di wilayah hukum Jawa Barat. Pihaknya mengimbau dengan sangat agar seluruh lapisan masyarakat dan para Bobotoh merayakan kemenangan Persib secara positif, edukatif, serta tidak dilakukan secara berlebihan yang dapat mengganggu hak-hak pengguna jalan lainnya.
Pihak aparat penegak hukum juga melarang keras para Bobotoh untuk mengonsumsi minuman keras (miras), menggunakan flare atau suar, menyalakan petasan, membawa bom molotov, hingga membawa senjata tajam (sajam) bentuk apa pun ke dalam barisan konvoi. Pihak kepolisian memastikan akan melakukan tindakan penertiban berupa razia dan sweeping berkala di berbagai titik masuk kota untuk mengantisipasi adanya pelanggaran hukum selama perayaan euforia itu berlangsung di ruang publik.
”Gunakan kesempatan euforia kemenangan ini betul-betul dengan cara yang happy, tertib, dan menjaga nama baik daerah. Jangan pernah menggunakan flare, membawa bom molotov, atau membawa benda-benda tajam yang berbahaya, karena itu dilarang keras dan kami dipastikan akan melakukan tindakan penertiban hukum secara tegas lewat sweeping di lapangan,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan dengan nada tegas pada Kamis, 21 Mei 2026.
Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan total dan penumpukan massa di satu titik, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar telah menyiapkan sejumlah titik kantong perayaan euforia yang tersebar. Lokasi alternatif yang disediakan di antaranya adalah kawasan Lapangan Gasibu, kawasan Dipatiukur, serta beberapa titik lokasi nonton bareng (nobar) resmi di seputar Bandung. Pengguna jalan raya umum diimbau untuk sedapat mungkin menghindari jalur-jalur utama yang menjadi pusat perayaan pascakemenangan Persib, di mana polisi membatasi seluruh aktivitas perayaan pada hari Sabtu hingga maksimal pukul 24.00 WIB.
Selain melakukan rekayasa lalu lintas di dalam kota, kepolisian juga akan melakukan penyekatan ketat terhadap pergerakan massa suporter yang datang dari luar daerah, seperti arus massa dari arah Soreang, Rancaekek, Sumedang, hingga wilayah Cikoneng. Hal ini sengaja dilakukan agar para Bobotoh dapat merayakan atmosfer kemenangan di wilayah teritorial masing-masing tanpa harus menumpuk dan memadati pusat Kota Bandung yang berisiko memicu kemacetan horor.
Sebagaimana diketahui bersama, Persib Bandung akan menjalani laga hidup mati menuju takhta juara Liga Super musim 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Polisi pun telah menyiapkan skema pengamanan terpadu untuk tiga kegiatan utama, yaitu jalannya pertandingan di dalam Stadion GBLA, antisipasi euforia suporter pascapertandingan, dan konvoi resmi kemenangan. Aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur pengamanan internal lainnya sebanyak total 6.115 personel dikerahkan secara penuh, di mana khusus untuk pengamanan di Stadion GBLA sendiri akan disiagakan sebanyak 2.892 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.
Sumber: Hasil Rapat Koordinasi Pengamanan Kamtibmas Ditlantas Polda Jawa Barat di Gedung Sate








