
BANDUNG, The Wasesa News – Arus lalu lintas di pusat Kota Kembang diprediksi akan mengalami penyumbatan menyusul adanya dua gelombang besar aksi demonstrasi DPRD Jabar yang dijadwalkan mengepung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro Nomor 27, Kota Bandung, pada Kamis (11/06/2026). Aparat kepolisian dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung telah memetakan potensi gangguan kelancaran ekosistem jalan raya tersebut dan secara resmi mengeluarkan imbauan taktis kepada segenap lapisan masyarakat serta pengguna jalan untuk sebisa mungkin menghindari kawasan koridor Jalan Diponegoro sepanjang hari ini guna menekan dampak kemacetan total.
Rencana pergerakan massa dalam skala masif ini dikonfirmasi langsung oleh otoritas keamanan setempat yang telah menerima surat pemberitahuan resmi dari elemen-elemen aksi nasional tersebut. Skema pengamanan berlapis disiapkan secara matang guna memastikan bahwa hak penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan secara aman, tertib, dan kondusif, tanpa mencederai ketertiban umum masyarakat sekitar.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, memaparkan bahwa gelombang aksi unjuk rasa pertama diproyeksikan akan mulai memadati area depan gedung parlemen daerah tersebut pada pukul 10.00 WIB. Kluster pertama ini dimotori oleh sekitar seratus orang massa yang tergabung ke dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan, yang mengusung misi lokal terkait dengan problematika jaminan hak belajar anak bangsa.
Massa aksi dari elemen peduli pendidikan ini secara khusus mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera menuntaskan solusi konkret bagi para siswa dari latar belakang keluarga kurang mampu, khususnya mereka yang bermukim di wilayah-wilayah krisis akses pendidikan. Mereka menyoroti ketimpangan zonasi dan fasilitas sekolah yang dinilai masih kerap meminggirkan hak komparatif anak-anak dari kalangan marjinal.
“Kami telah menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi ini dan menugaskan personel untuk mengawal jalannya penyampaian pendapat sejak pagi. Fokus kami adalah menjaga agar aksi gelombang pertama ini tetap berjalan tertib di tempat yang ditentukan tanpa mengganggu fasilitas publik di sekitar gedung dewan,” ujar AKBP Asep Saepudin saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Bandung.
Tidak berhenti di situ, dinamika penyampaian aspirasi akan berlanjut ke eskalasi yang jauh lebih besar pada siang harinya. Menyusul setelah gelombang pertama selesai, pergerakan massa gelombang kedua dijadwalkan memuncak pada pukul 14.00 WIB dengan kekuatan massa yang jauh lebih masif, yakni mencapai ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lintas kampus.
Gerakan pemuda terorganisir ini dimotori oleh gabungan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ternama di Bandung, di antaranya BEM REMA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), BEM KEMA Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan BEM Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Ratusan elemen mahasiswa ini direncanakan akan memulai pergerakan massa atau titik kumpul awal dari Monumen Perjuangan rakyat Jawa Barat.
Dari titik Monumen Perjuangan, aliansi mahasiswa akan melakukan aksi berjalan kaki atau long march menuju target utama di Gedung DPRD Jabar dengan membawa tajuk tuntutan tajam yang menyoroti berbagai krisis multidimensi berskala nasional. Pergerakan jalan kaki secara massal ini dipastikan akan memicu hambatan pergerakan kendaraan di sejumlah ruas jalan arteri yang bersinggungan langsung dengan rute penyampaian aspirasi tersebut.
Dalam orasinya nanti, massa mahasiswa berkomitmen untuk mengkritisi langsung rentetan kebijakan ekonomi yang ditelurkan di bawah naungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa merespons keras adanya isu pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada stabilitas fiskal, lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga dugaan indikasi korupsi dalam program strategis makan bergizi gratis.
“Massa dari aliansi mahasiswa lintas universitas akan bergerak dari titik kumpul Monumen Perjuangan menuju koridor Diponegoro. Kami mengimbau para pengendara untuk mencari rute alternatif sejak siang hari guna menghindari penumpukan kendaraan akibat aktivitas long march mahasiswa ini,” kata AKBP Asep Saepudin menambahkan imbauan taktisnya kepada publik.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengamanan komprehensif akan dikerahkan secara humanis guna memastikan situasi di lapangan tetap terkendali. Kendati demikian, polisi tetap mewanti-wanti para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menekan potensi terjebak kemacetan parah dengan memanfaatkan jalur pengalihan arus yang disiapkan oleh satuan lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran personel dari Polrestabes Bandung dibantu unsur kesatuan terkait telah bersiaga di sekitar perimeter Gedung DPRD Jabar. Pengamanan ketat di kawasan ring utama parlemen daerah diselaraskan dengan pemantauan arus lalu lintas secara berkala guna mengantisipasi jika terjadi perubahan eskalasi jumlah massa yang turun ke jalan dalam menyuarakan tuntutan mereka terhadap kondisi sosial politik bangsa saat ini.
Sumber: Kabag Ops Polrestabes Bandung





