
Jakarta, The Wasesa News – Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja Lansia menjadi sebuah terobosan penting dalam dunia ketenagakerjaan nasional, di mana Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia secara resmi bermitra dengan jaringan bisnis kuliner terkemuka Boga Group untuk menghadirkan Program Lansia Aktif bagi masyarakat berumur enam puluh tahun ke atas. Pengumuman kolaborasi strategis ini disampaikan secara resmi melalui siaran pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada hari Jumat, 5 Juni 2026, sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah dan sektor swasta dalam merespons pergeseran demografi nasional. Melalui inisiatif inklusif ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk membuka ruang selebar-lebarnya bagi kelompok lanjut usia agar dapat terus beraktivitas secara produktif, memiliki kemandirian ekonomi, serta tetap berdaya di tengah dinamika perkembangan industri modern saat ini.
​Lonjakan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif dan tidak diskriminatif terhadap faktor usia. Kemitraan antara kementerian dan pelaku usaha ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam mengubah cara pandang masyarakat serta dunia industri terhadap potensi yang dimiliki oleh para pekerja senior. Program Lansia Aktif ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak akan adanya wadah yang terstruktur bagi para lansia yang masih memiliki semangat juang, kesehatan yang prima, serta keinginan kuat untuk tetap memberikan kontribusi nyata di dunia kerja maupun di dalam lingkungan sosial mereka secara luas.
​Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Estiarty Haryani, menegaskan bahwa Program Lansia Aktif merupakan sebuah langkah yang sangat strategis dalam menghadapi fenomena penuaan penduduk atau aging population di Indonesia. Menurut pandangan beliau, dunia usaha sudah saatnya memberikan perhatian khusus dan ikut serta membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih ramah terhadap semua generasi, termasuk kelompok lanjut usia. Kementerian Ketenagakerjaan akan terus mendorong secara konsisten agar perusahaan-perusahaan lain di berbagai sektor industri dapat meniru langkah ini dan membuka akses pekerjaan yang lebih inklusif bagi tenaga kerja lanjut usia di seluruh wilayah Indonesia.
​Dalam pernyataannya yang disebarluaskan oleh Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Estiarty Haryani menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multisektoral ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi para lansia. Beliau menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan terus mengajak dunia usaha secara aktif untuk memperluas akses kerja bagi tenaga kerja lanjut usia melalui program-program yang terukur dan terencana dengan baik. Program Lansia Aktif ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya pemerintah untuk mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, toleran, dan ramah bagi para lansia, sehingga mereka tidak merasa terpinggirkan dari roda perekonomian nasional yang sedang bergerak maju.
​Berdasarkan lini masa yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara, proses pendaftaran untuk mengikuti Program Lansia Aktif ini dibuka dalam durasi yang cukup terbatas, yakni mulai tanggal 3 Juni sampai dengan tanggal 8 Juni 2026. Posisi pekerjaan yang disediakan secara khusus oleh Boga Group dalam program percontohan ini adalah sebagai Server atau Pramusaji di berbagai gerai restoran milik jaringan perusahaan tersebut. Jangkauan geografis penempatan kerja untuk para pekerja senior ini juga dibuat cukup luas, mencakup beberapa kota besar dan wilayah strategis di Indonesia, seperti Kota Batam, Kabupaten Tangerang, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Purwokerto, Kota Surabaya, serta Provinsi Bali.
​Mengingat karakteristik fisik tenaga kerja lanjut usia yang berbeda dengan pekerja usia muda, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 menjadi prioritas utama yang sangat diperhatikan dalam pelaksanaan program kolaborasi ini. Oleh karena itu, kementerian dan pihak manajemen perusahaan menetapkan persyaratan medis yang cukup ketat, di mana setiap pelamar yang berminat diwajibkan untuk bersedia menjalani rangkaian tes kesehatan berupa pemeriksaan perekaman aktivitas jantung atau elektrokardiogram. Selain jaminan kesehatan fisik melalui tes elektrokardiogram tersebut, para calon pekerja lansia juga mutlak harus memperoleh surat persetujuan resmi dari pihak keluarga inti mereka sebagai syarat administratif sebelum diizinkan untuk aktif bekerja di lingkungan restoran.
​Kriteria dan persyaratan umum lainnya yang wajib dipenuhi oleh para pelamar yang ingin bergabung dalam Program Lansia Aktif ini antara lain adalah harus berusia minimal enam puluh tahun ke atas pada saat mendaftar. Dari segi latar belakang pendidikan, para pelamar setidaknya harus memiliki ijazah kelulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau pendidikan lain yang sederajat. Selain itu, para calon pramusaji lansia ini dituntut untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, ramah, dan sopan kepada para pelanggan restoran, serta wajib memiliki kondisi fisik yang memadai dan bugar guna menjalankan seluruh beban pekerjaan yang didelegasikan nantinya.
​Bagi para pelamar lanjut usia yang nantinya berhasil melewati seluruh tahapan seleksi ketat dan dinyatakan diterima bekerja, pihak manajemen Boga Group berkomitmen penuh untuk memberikan hak-hak pekerja secara adil dan profesional. Perusahaan akan memberikan paket kompensasi serta berbagai fasilitas penunjang kerja yang disesuaikan dengan regulasi internal perusahaan yang berlaku secara resmi. Paket kompensasi tersebut mencakup pemberian komponen gaji bulanan yang kompetitif serta penyediaan fasilitas tunjangan makan karyawan yang dapat dinikmati oleh para pekerja lansia selama mereka menjalankan tugas operasional di gerai penempatan masing-masing.
​Penyesuaian yang sangat humanis juga diterapkan pada skema dan durasi waktu kerja agar tidak memberatkan kondisi fisik para pekerja lanjut usia tersebut. Skema waktu kerja yang dirancang khusus untuk Program Lansia Aktif ini menetapkan bahwa para lansia hanya akan bekerja selama lima hari dalam kurun waktu satu minggu. Durasi kerja yang dibebankan pun sangat proporsional, yaitu hanya selama lima jam per hari, di mana waktu tersebut sudah mencakup satu jam waktu istirahat penuh yang dapat dipergunakan oleh pekerja untuk memulihkan stamina atau beribadah, sehingga waktu kerja efektif di lapangan hanyalah empat jam saja.
​Rincian mengenai tugas pokok dan tanggung jawab untuk posisi Server atau Pramusaji dalam program ini telah disusun secara sederhana namun tetap mengedepankan standar pelayanan prima khas industri kuliner. Para pekerja senior ini nantinya akan mengemban tugas utama yang meliputi proses menerima pesanan menu dari para pelanggan yang datang ke restoran, menyajikan berbagai hidangan makanan dan minuman yang dipesan secara teratur, serta menjaga kebersihan dan kerapian area meja makan setelah selesai digunakan oleh pengunjung. Seluruh rincian tugas ini dirancang agar dapat dijalankan dengan mudah tanpa memerlukan aktivitas fisik yang terlalu berat atau berisiko tinggi bagi keselamatan para lansia.
​Melalui peluncuran program percontohan yang inovatif ini, Kementerian Ketenagakerjaan menaruh harapan yang sangat besar agar inisiatif mulia ini dapat memicu dan menginspirasi lebih banyak korporasi serta pelaku usaha swasta lainnya di Indonesia untuk turut serta membuka ruang karir bagi para tenaga kerja senior. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam rangka mengoptimalkan seluruh potensi terpendam dari para lansia yang secara mental dan fisik masih memiliki keinginan kuat untuk terus berkontribusi secara aktif di dunia kerja dan di tengah kehidupan masyarakat luas. Bagi masyarakat lanjut usia yang memenuhi kriteria dan tertarik untuk mendaftarkan diri, seluruh informasi lengkap mengenai persyaratan dan akses pendaftaran daring Program Lansia Aktif dapat dikunjungi secara langsung melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh pihak panitia di bit.ly/bogakemnakerlansia6.
​Kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Boga Group ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam penciptaan lapangan kerja yang inklusif di Indonesia. Dengan adanya sinergi yang harmonis antara pembuat kebijakan dan sektor industri, tantangan bonus demografi dan peningkatan populasi lansia dapat dikelola menjadi potensi yang produktif bagi pembangunan bangsa. Keberhasilan program ini kelak akan diukur dari sejauh mana para pekerja lansia dapat menikmati masa tua mereka dengan tetap beraktivitas positif, merasa dihargai, serta mampu meningkatkan kualitas hidup mereka secara mandiri tanpa menjadi beban bagi generasi berikutnya. Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan memastikan seluruh proses sosialisasi dan pendampingan akan terus berjalan optimal demi menyukseskan program kerja sama yang berdampak sosial tinggi ini bagi kemajuan bangsa.
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan.








