
AMBON, The Wasesa News – Penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pembekalan aspek manajerial bagi generasi muda di dalam institusi penegakan hukum terus dioptimalkan secara konsisten oleh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di wilayah kepulauan Maluku. Dalam rangka menandai tuntasnya masa orientasi dan pembelajaran praktis kedinasan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Program Magang HUB Batch II yang telah berlangsung dengan sangat intensif selama kurang lebih enam bulan lamanya, Senin (25/05/2026). Penutupan program edukasi publik ini dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan komitmen Rutan Ambon dalam mendukung pilar pendidikan nasional melalui penyediaan ruang laboratorium kerja nyata di sektor pemasyarakatan.

Pelaksanaan kegiatan seremonial penutupan yang dipusatkan di aula pertemuan utama Rutan Ambon tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh dengan rasa kebersamaan, tertib, khidmat, serta menjadi momentum penting pemberian apresiasi tertinggi bagi seluruh fungsionaris peserta yang telah menyelesaikan program magang dengan rekam jejak yang baik. Agenda kedinasan ini dihadiri secara langsung oleh segenap jajaran pejabat struktural eselon IV dan V, komandan jaga, seluruh staf pegawai pemasyarakatan, serta seluruh peserta magang yang berasal dari kalangan akademisi lokal. Suasana hangat, haru, dan penuh kekeluargaan tampak sangat kental mewarnai jalannya acara dari awal hingga akhir, sekaligus menjadi penanda resmi berakhirnya masa bakti pembelajaran para peserta di lingkungan teknis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam penyampaian kata sambutan kedinasannya, Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, menyampaikan rasa apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta Program Magang HUB Batch II atas dedikasi, loyalitas, semangat belajar yang tinggi, serta kontribusi pemikiran yang telah disumbangkan selama menjalani proses pemagangan. Pimpinan Rutan menegaskan bahwa kegiatan pemagangan yang berjalan selama setengah tahun ini bukan sekadar pemenuhan formalitas kurikulum akademik belaka, melainkan sebuah instrumen sarana pembelajaran langsung yang sangat berharga bagi para peserta untuk mengenal, mendalami, dan memahami secara riil mengenai fungsi dan tugas pokok pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan terhadap warga binaan.

Lebih lanjut, Jefry R. Persulessy menggarisbawahi bahwa program kerja sama ini juga didesain sebagai wadah inkubator pembentukan karakter, pengetatan kedinasan, pemupukan rasa tanggung jawab, serta pengasahan kemampuan kerja sama tim (teamwork) yang sangat dibutuhkan saat para peserta kelak memasuki kompetisi dunia kerja yang sesungguhnya. Manajemen Rutan Ambon mengaku sangat bangga melihat adanya grafik perkembangan yang sangat positif dari aspek kedisiplinan dan antusiasme para peserta sejak hari pertama menginjakkan kaki di lembaga pemasyarakatan ini, sehingga memunculkan harapan besar bahwa para pemuda ini akan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak kontribusi positif di tengah kehidupan masyarakat luas setelah menyelesaikan masa magangnya.
Pihak struktural rutan juga menyelipkan harapan moral agar segala bentuk pengalaman praktis, baik yang berkaitan dengan tata kelola administrasi perkantoran, sistem pengamanan terpadu, hingga teknik pendekatan psikologis terhadap warga binaan yang diperoleh selama masa pemagangan, dapat ditransformasikan menjadi bekal pengetahuan yang sangat berharga. Pengalaman empiris di dalam rutan diharapkan mampu mematangkan mentalitas para peserta, baik dalam melanjutkan jenjang pendidikan tinggi yang lebih spesifik maupun dalam bersiap meniti karier profesional di masa depan dengan memegang teguh nilai-nilai integritas moral yang tinggi.

Di akhir sesi arahannya, Plt Kepala Rutan Ambon juga menitipkan pesan khusus agar jalinan komunikasi dua arah, hubungan baik, serta tali silaturahmi yang telah terbangun dengan sangat harmonis antara civitas akademika dan korps pegawai pemasyarakatan selama enam bulan terakhir ini dapat terus dirawat secara berkelanjutan. Rutan Ambon menyatakan diri akan selalu terbuka untuk menjadi mitra diskusi ilmiah bagi para pemuda demi melahirkan inovasi-inovasi pelayanan publik baru yang lebih humanis dan berbasis pada penegakan hak asasi manusia.
Menanggapi apresiasi dari pihak rutan, perwakilan dari seluruh peserta magang, Riri, dalam kesempatan penyampaian kesan dan pesan, mengutarakan rasa terima kasih yang tak terhingga serta apresiasi yang paling mendalam kepada Plt Kepala Rutan Ambon beserta seluruh jajaran struktural atas kesempatan emas, bimbingan kedinasan yang sabar, serta pengalaman empiris yang sangat mahal yang telah diberikan kepada mereka. Riri mengungkapkan bahwa selama menyelami rutinitas di dalam Rutan Ambon, para peserta mendapatkan limpahan cakrawala pengetahuan baru yang tidak pernah mereka dapatkan di dalam ruang kuliah teori kampus, terutama yang berkaitan dengan penerapan etika kerja birokrasi, manajemen konflik di area sensitif, serta pemahaman mendalam mengenai sistem peradilan pidana terpadu.

Mewakili rekan-rekan sejawatnya, Riri juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila selama enam bulan menjalankan tugas magang di lapangan terdapat kekhilafan, tindakan yang kurang berkenan, ataupun kekurangan dalam capaian kinerja pelayanan administrasi harian. Pihak peserta magang berharap agar jalinan kemitraan strategis melalui Program Magang HUB ini tidak berhenti di gelombang kedua saja, melainkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas mutunya pada gelombang-gelombang berikutnya, sehingga Rutan Kelas IIA Ambon dapat terus bertransformasi menjadi institusi hukum yang maju, modern, sukses, serta senantiasa dicintai oleh masyarakat Maluku.
Acara penutupan yang berlangsung meriah namun tetap formal tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan sertifikat kelulusan magang secara simbolis oleh Plt Kepala Rutan kepada masing-masing perwakilan peserta sebagai bukti legalitas kompetensi, dan diakhiri dengan sesi foto bersama guna mengabadikan momen kebersamaan. Melalui tuntasnya Program Magang HUB Batch II ini, jajaran Rutan Ambon menaruh ekspektasi tinggi agar sinergi kelembagaan dengan sektor pendidikan tinggi dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter baja, berintegritas tanpa batas, serta siap menyongsong kesuksesan dalam meraih cita-cita masa depan.
Sumber: Humas Protokol Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon







