
JAKARTA, The Wasesa News – Kebahagiaan bercampur haru menyelimuti halaman SDN Kamal 05 dan 06 Pagi, Jakarta, saat pihak sekolah secara resmi menggelar acara Gebyar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026, Selasa (23/06/2026). Sebanyak 123 siswa dinyatakan lulus dan dikembalikan kepada orang tua setelah berhasil menuntaskan masa pendidikan dasar selama enam tahun.
Mengusung tema strategis “Terbang Tinggi Meraih Cita, Tetap Membumi Menjaga Budaya”, momentum ini menjadi simbol pelepasan angkatan akademik sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Acara perpisahan tersebut tidak hanya menjadi penanda formal kelulusan, tetapi juga panggung apresiasi bakat bagi para murid.
Suasana khidmat langsung terasa sejak awal rangkaian acara dimulai. Dua pembawa acara, Wanda, S.Pd dan Jamilah, S.Pd, memandu jalannya pembukaan dengan mengajak seluruh peserta yang hadir berdiri tegak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama.

Keseruan acara berlanjut dengan suguhan berbagai atraksi kebudayaan dan pentas seni yang dibawakan oleh perwakilan siswa dari kelas I hingga kelas V. Penampilan mulai dari tarian tradisional hingga drama teatrikal garapan mandiri berhasil memukau ratusan pasang mata orang tua murid serta tamu undangan yang memadati area sekolah.
Kelancaran agenda akbar ini terwujud berkat soliditas dan gotong royong seluruh pihak sekolah, khususnya kepanitiaan bersama koordinator kelas (Korlas) wali murid kelas I sampai kelas V. Puncak seremonial ditandai dengan prosesi sakral pengalungan medali kelulusan kepada 123 siswa dan sesi foto bersama.
Kepala SDN Kamal 05 dan 06 Pagi, Ety Kusmiati, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi para guru dan pencapaian anak didiknya. Ia menekankan pentingnya sinergi tripartit antara pihak sekolah, komite guru, dan wali murid dalam melahirkan generasi berprestasi.

”Kami mengembalikan siswa kelas 6 kepada orang tua setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah. Tugas kami adalah mengantarkan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Meski sekolah kami sederhana, prestasi yang diraih tidak kalah dengan sekolah lain berkat kerja sama seluruh guru, siswa, dan orang tua,” ujar Ety Kusmiati, M.Pd.
Ety juga menitipkan pesan mendalam agar para alumni tetap menjaga marwah institusi dan mengedepankan pembentukan karakter mulia. Ia berharap seluruh lulusan termotivasi untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP negeri, swasta, maupun pondok pesantren terkemuka sesuai minat mereka.
”Saya berharap para lulusan dapat terus berkembang, berprestasi, menjaga nama baik sekolah, serta membanggakan orang tua di mana pun mereka melanjutkan pendidikan, baik di SMP negeri, swasta, maupun pesantren,” tambahnya memberi wejangan.
Dorongan motivasi serupa turut diutarakan oleh Budi Widiati Astuti, S.Pd selaku perwakilan guru kelas IV. Dirinya menyelipkan doa terbaik bagi masa depan serta kelancaran studi para siswa agar kelak mampu berkontribusi nyata bagi bangsa.

”Mudah-mudahan anak-anak semuanya sukses, semua yang dicita-citakan tercapai dan menjadi anak yang sukses semuanya,” kata Budi Widiati Astuti, S.Pd.
Selain sebagai momentum perpisahan, festival tahunan ini juga dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat nilai Profil Pelajar Pancasila, mencakup keimanan, kebhinekaan global, kemandirian, dan kreativitas. Seluruh rangkaian perpisahan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Kholilah, S.Ag sebagai wujud rasa syukur.
Sumber: Panitia Kelulusan SDN Kamal 05 dan 06 Pagi





