Warga Cengkareng Barat Keluhkan Pembakaran Sampah. - thewasesanews.com

Diduga Picu Flek Paru-Paru Anak, Warga Cengkareng Barat Desak Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Sampah Ilegal

​"Masalahnya tidak hanya dilakukan satu orang, melainkan beberapa oknum dan hampir terjadi setiap hari, biasanya berlangsung antara pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB. Dampak yang paling terasa dialami keluarga, anak saya mulai mengalami batuk dan pilek hingga disertai demam dan kejang. Kami berharap instansi terkait segera mengambil tindakan tegas," ujar Febri saat menjelaskan kronologi kejadian yang mengancam kesehatan lingkungannya.

JAKARTA, The Wasesa News – Aktivitas pembakaran sampah di Cengkareng Barat yang dilakukan secara ilegal dan berulang kali oleh sejumlah oknum warga kini menuai keluhan hebat dari masyarakat di lingkungan RT 004/07, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/06/2026). Kegiatan pembuangan limbah dengan cara dibakar secara terbuka tersebut diduga kuat mengandung bahan plastik berbahaya yang memicu kepulan asap tebal, sehingga mencemari kualitas udara lingkungan sekaligus mengancam kesehatan anak-anak di pemukiman padat penduduk tersebut.

​Sengkarut polusi udara lokal ini dilaporkan terjadi hampir setiap hari dengan intensitas tinggi, biasanya sengaja dilakukan pada malam hari antara pukul 18.00 WIB hingga dini hari pukul 01.00 WIB. Salah seorang warga terdampak, Febri, mengungkapkan bahwa tindakan tidak terpuji tersebut terpantau melibatkan beberapa oknum warga setempat, salah satunya diduga kuat dilakukan oleh warga berinisial R yang pertama kali tercatat melakukan pembakaran pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu sekitar pukul 23.08 WIB.

​Dampak buruk dari paparan kabut asap tersebut kini harus dirasakan langsung oleh keluarga Febri, di mana anaknya yang baru menginjak usia 2 tahun 8 bulan mulai mengalami gejala gangguan kesehatan berupa batuk dan pilek sejak Minggu malam, 14 Juni 2026. Kondisi kesehatan sang anak kian memburuk drastis hingga menderita demam tinggi disertai kejang-kejang pada Kamis malam, sehingga mengharuskan pihak keluarga melarikan korban ke Rumah Sehat Kalideres guna mendapatkan penanganan medis darurat.

Warga Cengkareng Barat Keluhkan Pembakaran Sampah. - thewasesanews.com

​Berdasarkan hasil rangkaian pemeriksaan klinis secara intensif di rumah sakit—termasuk melalui uji laboratorium darah dan rontgen—tim medis menemukan adanya indikasi penebalan jaringan atau flek pada paru-paru sang balita. Kendati tim dokter yang menangani menegaskan bahwa hubungan langsung antara kondisi medis anak dengan paparan asap pembakaran masih membutuhkan kajian medis lanjutan, kejadian ini memicu kekhawatiran mendalam bagi kelangsungan hidup warga sekitar.

​Sebelum melaporkan kondisi ini secara luas, warga terdampak sebenarnya telah melakukan upaya persuasif dengan menegur langsung pelaku di lapangan serta meneruskan laporan keluhan kepada Ketua RT setempat agar aktivitas pembakaran segera dihentikan. Namun sangat disayangkan, teguran tersebut sama sekali tidak diindahkan, dan aktivitas pembakaran sampah yang merugikan kualitas udara lingkungan tersebut tetap saja berlangsung hingga kini.

​Secara regulasi hukum yang berlaku di wilayah DKI Jakarta, aktivitas pembuangan dan pengelolaan limbah dengan cara dibakar di ruang terbuka merupakan tindakan yang dilarang keras berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta peraturan daerah yang berlaku di Jakarta Barat. Atas dasar legalitas tersebut, warga berharap instansi pemerintah terkait segera turun meninjau lokasi dan mengambil tindakan tegas agar lingkungan kembali bersih, sehat, dan aman bagi anak-anak serta seluruh warga.

​”Masalahnya tidak hanya dilakukan satu orang, melainkan beberapa oknum dan hampir terjadi setiap hari, biasanya berlangsung antara pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB. Dampak yang paling terasa dialami keluarga, anak saya mulai mengalami batuk dan pilek hingga disertai demam dan kejang. Kami berharap instansi terkait segera mengambil tindakan tegas,” ujar Febri saat menjelaskan kronologi kejadian yang mengancam kesehatan lingkungannya.

Sumber: Laporan Warga RT 004/07 Cengkareng Barat

Avatar photo
Sri Nurhaeni

Leave a Reply

error: Content is protected !!