
JAKARTA, The Wasesa News – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Provinsi DKI Jakarta secara resmi mematangkan kesiapan pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) melalui Rapat Konsolidasi Organisasi yang digelar di Family Resto, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/06/2026). Langkah taktis ini diambil guna memastikan pelaksanaan Konferda GPM DKI Jakarta yang dijadwalkan pada Juli 2026 mendatang dapat berjalan sukses, sekaligus memenuhi target Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menjadikan Jakarta sebagai barometer dan percontohan organisasi di tingkat nasional.
Agenda krusial yang dihadiri sekitar 35 peserta tersebut melibatkan jajaran pengurus DPD, perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-DKI Jakarta, serta Sekretaris Jenderal DPP GPM, Putra Naibaho. Pertemuan tersebut berlangsung dinamis dan penuh semangat kebersamaan dengan fokus utama memperkokoh struktur internal pasca-Kongres GPM di Bali yang sukses diselenggarakan pada awal Juni lalu.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal DPP GPM Putra Naibaho menyampaikan laporan hasil Kongres Bali sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepengurusan karateker DPD GPM DKI Jakarta. Jajaran kepemimpinan transisi ini dinilai bergerak cepat dalam melakukan konsolidasi struktural dan mempersiapkan agenda Konferda secara komprehensif di wilayah ibu kota.
Menurut Putra, DKI Jakarta memegang posisi politis dan strategis untuk menjadi daerah pertama yang menyelenggarakan Konferda pasca-kongres nasional. DPP memproyeksikan momentum ini sebagai pemantik semangat bagi dewan pimpinan daerah lain di seluruh penjuru Indonesia untuk segera merapatkan barisan organisasi.
“Harapan kami, DKI Jakarta menjadi contoh bagi daerah-daerah lain secara nasional. Kami ingin Konferda DKI Jakarta menjadi yang pertama dan menjadi pemicu bagi daerah lain untuk segera melaksanakan agenda organisasi yang sama,” ujar Putra Naibaho saat memberikan motivasi kuat kepada para kader.
Selain pelaksanaan Konferda, DPP mendorong DPD GPM DKI Jakarta untuk memelopori program kaderisasi tingkat dasar guna memperkuat basis ideologi marhaenisme di kalangan pemuda. Kepengurusan DPP periode 2026–2030 berkomitmen penuh mengawal transformasi gerakan ini melalui advokasi masyarakat, penguatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta digitalisasi media informasi organisasi.
“GPM harus hadir tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Kita ingin organisasi ini benar-benar berada di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat,” tegas Putra secara instruktif.
Jalannya rapat juga diwarnai diskusi interaktif dengan mencuatnya berbagai rekomendasi strategis dari tingkat cabang. Ketua DPC Jakarta Barat menekankan penguatan solidaritas internal dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi, sementara DPC Jakarta Timur mendorong pendampingan masyarakat di tingkat akar rumput, disusul usulan DPC Jakarta Pusat mengenai intensitas pertemuan rutin pengurus demi menjaga kekompakan program.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Karateker DPD GPM DKI Jakarta, Ciecelia Fauziah, didampingi Sekretaris Robert S., menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh elemen kader senior dan generasi muda. Pihaknya optimistis bahwa sinergi ini akan membawa kebangkitan nyata bagi eksistensi organisasi di Jakarta dalam mengawal nilai-nilai marhaenisme di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh kader GPM Jakarta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Semoga Konferda DKI Jakarta dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi momentum kebangkitan organisasi,” pungkas Ciecelia Fauziah dengan penuh optimisme.
Sumber: Rapat Konsolidasi DPD GPM DKI Jakarta





