
PALU, The Wasesa News – Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar bersama Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenai, S.Sos., M.Si., turun langsung meninjau zona merah gempa di Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (17/06/2026). Langkah taktis koordinatif ini dilakukan guna memastikan akselerasi penanganan tanggap darurat pascabencana berjalan cepat, tepat sasaran, serta menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak.
​Mengawali peninjauan lapangan tersebut, rombongan pimpinan daerah terlebih dahulu menerima paparan teknis komprehensif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Forum koordinasi internal ini membahas pemetaan terkini sebaran kerusakan infrastruktur, mitigasi risiko gempa susulan berdasarkan analisis BMKG, hingga progres evaluasi evakuasi korban dan distribusi logistik.
​Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menekankan bahwa keakuratan data merupakan landasan fundamental yang mutlak diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis di lapangan. Hal ini penting demi menjamin efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial kemanusiaan.

​”Kita harus bergerak berdasarkan data yang valid agar bantuan tidak salah sasaran dan penanganan bisa maksimal,” tegas Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar saat memberikan arahan strategis kepada jajaran satgas penanggulangan bencana di lokasi.
Pangdam juga menegaskan kesiapan penuh komando kewilayahan untuk menopang seluruh kebijakan pemulihan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah. Pengondisian ini mencakup pengerahan personel terlatih secara masif beserta seluruh aset taktis pendukung operasional logistik di wilayah terdampak.
​”Kodam XXIII/Palaka Wira akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait. Kami pastikan penanganan dampak gempa berjalan cepat, tepat, dan efektif, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Pangdam berkomitmen.
Pengerahan kekuatan militer tersebut melibatkan berbagai elemen satuan jajaran, mulai dari Satuan Komando Kewilayahan (Koramil), Yonif Teritorial Pembangunan, hingga Badan Pelaksana Kodam. Seluruh personel bahu-membahu membersihkan material reruntuhan bangunan, mendirikan tenda darurat, dan memulihkan aksesibilitas jalan vital yang sempat terputus.
​Peninjauan spesifik difokuskan di Kecamatan Palolo, salah satu episentrum wilayah yang mengalami dampak kerusakan struktural paling signifikan. Di lokasi tersebut, rombongan Forkopimda melakukan dialog interaktif dengan pengungsi serta memvalidasi ketersediaan layanan kesehatan dasar dan kepastian pasokan air bersih bagi warga.
​Sementara itu, Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi turut memberikan instruksi teknis terkait percepatan rekonstruksi infrastruktur publik guna memulihkan sirkulasi ekonomi kemasyarakatan. Di sisi lain, warga diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan serta menghindari informasi hoaks.
​”Jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira tetap siaga 24 jam. Jangan ragu menghubungi posko terdekat jika membutuhkan bantuan,” pungkas Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar mengakhiri peninjauannya.
Sumber: Kodam XXIII/Palaka Wira dan Pemkab Sigi








