PT. Bima Sakti Suksesindo

Cerdaskan Generasi Emas dari Tepian Negeri, Satgas Yonif 123/Rajawali Peduli Pendidikan Hadirkan Keceriaan Belajar Bagi Anak-Anak Kampung Mabul di Pos Koroway

​"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Di Asmat, senjata itu bernama kepedulian. Kami hadir untuk merajut mimpi anak-anak Papua agar mereka mampu terbang tinggi setinggi Rajawali." — Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, Dansatgas Yonif 123/Rajawali.

ASMAT, PAPUA SELATAN, The Wasesa News – Di tengah tantangan geografis yang berat dan keterbatasan akses infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok Papua Selatan, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 123/Rajawali terus membuktikan dedikasinya melampaui tugas pokok pengamanan wilayah. Pada Selasa, 14 April 2026, personel Satgas dari Pos Koroway secara aktif menggelar kegiatan belajar bersama anak-anak di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat. Program bertajuk “Belajar Baca, Menulis, Bernyanyi, dan Berhitung” ini merupakan manifestasi nyata dari semangat Satgas Yonif 123/Rajawali Peduli Pendidikan, yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan demi menjamin hak setiap anak Indonesia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Prajurit Satgas Yonif 123/Rajawali saat mengajar baca tulis anak-anak di Kampung Mabul Asmat. - thewasesanews.com

​Kegiatan yang berlangsung di teras Pos Koroway ini menjadi wujud pengabdian tanpa batas prajurit TNI kepada masyarakat pedalaman Papua yang selama ini masih berjuang melawan keterisolasian akses pendidikan formal. TNI menyadari sepenuhnya bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dan pilar terpenting dalam membangun masa depan bangsa yang berdaulat. Melalui sentuhan tangan para prajurit, anak-anak setempat diajak untuk mengenal huruf satu per satu, menyusun kata demi kata, hingga berlatih berhitung angka dengan metode yang sangat sederhana namun komunikatif. Pendekatan yang menyenangkan dan penuh keakraban ini sengaja dipilih agar materi pembelajaran mudah diserap oleh anak-anak, sekaligus memicu minat belajar mereka agar tetap tumbuh meski dalam situasi serba terbatas.

​Danpos Koroway, Lettu Inf Mahyaruddin Salim, yang memimpin langsung jalannya kegiatan belajar mengajar tersebut, terlihat larut dalam keceriaan bersama anak-anak Kampung Mabul. Selain memberikan materi pelajaran, Lettu Mahyaruddin juga membagikan perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan alat tulis, serta menyisipkan pemberian makanan ringan dan minuman sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme para peserta didik. Kehadiran logistik pendidikan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi anak-anak agar lebih bersemangat dalam menuntut ilmu. Beliau menyampaikan komitmennya bahwa kegiatan belajar bersama ini tidak hanya akan menjadi agenda sesaat, melainkan akan dilaksanakan secara rutin setiap hari di Pos Koroway sebagai bagian dari program berkelanjutan pembinaan masyarakat.

Prajurit Satgas Yonif 123/Rajawali saat mengajar baca tulis anak-anak di Kampung Mabul Asmat. - thewasedsnews.com

​Dansatgas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, S.H., M.Han., dalam keterangan resminya menegaskan bahwa inisiatif Satgas Yonif 123/Rajawali Peduli Pendidikan adalah bentuk kepedulian strategis TNI dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah ujung timur Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Kampung Mabul tidak tertinggal dalam meraih mimpi mereka. Pendidikan adalah kunci bagi mereka untuk menjadi bagian dari generasi penerus yang akan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, kehadiran prajurit di sini harus memberikan dampak nyata, bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kemanusiaan,” ujar Letkol Anhar dengan penuh ketegasan.

​Kegiatan belajar bersama TNI ini ternyata memberikan dampak ganda yang sangat positif bagi stabilitas wilayah. Selain meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi bagi anak-anak, interaksi yang intens ini juga terbukti ampuh dalam mempererat hubungan emosional antara prajurit Satgas Yonif 123/Rajawali dengan masyarakat setempat. Kemanunggalan TNI-Rakyat yang tercipta di Kabupaten Asmat ini menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pendekatan pembinaan mental dan sosial yang humanis. Program ini kini menjadi salah satu program unggulan Satgas yang mendapat sambutan hangat dari para tetua adat dan orang tua di Kampung Mabul, yang merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan tambahan jam belajar di luar jam sekolah yang terbatas.

Prajurit Satgas Yonif 123/Rajawali saat mengajar baca tulis anak-anak di Kampung Mabul Asmat. - thewasesanews.com

​Letkol Inf Anhar mengungkapkan bahwa dengan mengusung semangat “Rajawali”, seluruh personel Satgas terus berkomitmen untuk hadir sebagai solusi di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Di wilayah pedalaman yang jarang terjamah oleh kemajuan teknologi, peran prajurit TNI seringkali berubah menjadi guru, tenaga medis, hingga pembimbing mental. Komitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini merupakan janji setia prajurit kepada ibu pertiwi. Melalui proses belajar sambil bernyanyi, anak-anak di Papua Selatan diajarkan tentang rasa cinta tanah air dan persaudaraan, yang merupakan nilai penting dalam menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat di perbatasan.

​Langkah nyata Satgas Yonif 123/Rajawali Peduli Pendidikan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut serta memberikan perhatian lebih pada kualitas pendidikan di Papua Selatan. Keberhasilan program di Kampung Mabul ini menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas fisik bukanlah penghalang utama selama ada kemauan kuat dan kolaborasi antar elemen bangsa. Prajurit Rajawali akan terus mengawal setiap jengkal tanah Papua, tidak hanya dengan senjata di bahu, tetapi juga dengan buku di tangan demi masa depan anak-anak Papua yang lebih cerah. Harapan besar kini tersampir pada pundak anak-anak kecil yang hari ini belajar berhitung di Pos Koroway, bahwa kelak mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin hebat yang lahir dari rahim bumi Asmat.

Prajurit Satgas Yonif 123/Rajawali saat mengajar baca tulis anak-anak di Kampung Mabul Asmat. - thewasesanews.com

​Integrasi antara tugas pengamanan dan tugas sosial seperti ini menjadi standar baru dalam operasi satgas pamtas saat ini. TNI dipandang bukan lagi sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai kakak, sahabat, dan guru bagi anak-anak di perbatasan. Dengan rutinitas belajar yang terjadwal, Pos Koroway kini bertransformasi menjadi pusat belajar yang dinamis, di mana tawa dan nyanyian anak-anak menjadi energi tambahan bagi para prajurit dalam menjalankan tugas negara. Dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh Yonif 123/Rajawali adalah bukti bahwa kehadiran TNI di Papua merupakan berkat yang membawa kemajuan dan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Autentikasi : Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123 Rajawali

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!