
JAKARTA, The Wasesa News – Polisi bagikan roti dan air mineral kemasan sebagai bentuk aksi kepedulian serta pendekatan humanis kepada massa aksi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK). Aksi simpatik ini dilakukan di tengah pengawalan jalannya penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung di kawasan Kolam II Silang Selatan, tepatnya di depan Menara BSI, Jakarta Pusat, pada Senin (15/06/2026).
Pembagian logistik makanan ringan tersebut dilaksanakan langsung oleh personel Direktorat Samapta (Dit Samapta) Polda Metro Jaya yang berkolaborasi aktif dengan jajaran Polsek Metro Gambir. Langkah persuasif ini sengaja diambil di sela-sela pengamanan jalur unjuk rasa guna menjaga kondisi fisik para demonstran sekaligus mencairkan ketegangan situasi di lapangan antara aparat dan elemen mahasiswa.
Seluruh rangkaian pengamanan dan aksi kepedulian sosial ini berjalan di bawah kendali langsung Kepala Pengamanan (Kapam) Objek yang dijabat oleh Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya. Petugas memastikan bahwa logistik yang didistribusikan kepada para mahasiswa dalam kondisi higienis dan sangat layak konsumsi, dengan masa kedaluwarsa yang masih panjang hingga 4 September 2026.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, menyatakan bahwa pendekatan humanis merupakan instruksi tetap yang wajib diimplementasikan oleh setiap personel dalam mengawal hak konstitusional warga negara. Menurutnya, aparat penegak hukum berkewajiban memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik agar aspirasi publik dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengorbankan faktor ketertiban umum.
“Polri hadir tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk adik-adik mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung saat memberikan keterangan resmi mengenai jalannya pengamanan aksi tersebut.
Lebih lanjut, Reynold menegaskan bahwa penanganan unjuk rasa di wilayah hukum Jakarta Pusat akan selalu mengedepankan prinsip kesabaran, profesionalisme, dan komunikasi dua arah. Sikap persuasif dinilai menjadi instrumen paling efektif agar jalinan kemitraan antara aparat keamanan dan elemen civitas akademika tetap terjaga dengan harmonis, sekaligus meminimalisir potensi gesekan fisik.
“Kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan persuasif. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tambah Kapolres Metro Jakarta Pusat secara lugas.
Pihak Polres Metro Jakarta Pusat juga mengeluarkan imbauan berkala kepada seluruh koordinator lapangan dan peserta unjuk rasa agar tetap mematuhi koridor hukum serta menjaga fasilitas publik selama beraksi. Langkah humanis yang ditunjukkan aparat lewat pembagian bekal ini mendapat respon positif dari para mahasiswa, sehingga iklim demokrasi di jantung ibu kota dapat berjalan dengan sehat hingga massa membubarkan diri secara tertib.
Sumber: Humas Polres Metro Jakarta Pusat








