
WAY KANAN, The Wasesa News – Dalam upaya nyata memperkuat stabilitas sektor pertanian sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan nasional di tingkat daerah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 427-04/Bahuga Kodim 0427/Way Kanan, Sertu Sri Kusuma, turun langsung mendampingi masyarakat petani setempat menggelar aksi gropyokan atau perburuan massal hama tikus. Aksi terpadu penanggulangan hama tersebut dilaksanakan secara bergotong royong di hamparan areal persawahan produktif yang terletak di kawasan Kampung Suka Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, pada Jumat (12/06/2026).
​Gerakan gropyokan tikus ini sengaja digalakkan oleh unsur aparat kewilayahan bekerja sama dengan dinas terkait sebagai respon cepat atas keluhan para petani dalam beberapa waktu terakhir. Populasi hama tikus yang melonjak secara masif di wilayah tersebut mulai meresahkan warga lantaran berpotensi merusak struktur tanaman padi yang sedang tumbuh. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat produktivitas hasil bumi serta mengancam stabilitas ketahanan pangan lokal jika tidak segera ditangani melalui tindakan preventif yang masif di lapangan.
​Pelaksanaan aksi pembasmian hama terpadu di areal persawahan Suka Agung tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertanian. Di antaranya adalah Koordinator Penyuluh (Korluh) Pertanian Kecamatan Buay Bahuga, Ibu Wahyu, beserta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. Selain itu, hadir pula Aparatur Kampung Suka Agung, Bapak Edi Suprapto, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Bapak Mamat, serta puluhan perwakilan masyarakat petani yang dengan antusias membawa berbagai peralatan berburu tradisional.
​Seasai apel kesiapan di pinggir sawah, para petani bersama aparat TNI tampak saling bahu-membahu menyisir setiap sudut pematang sawah untuk mencari lubang-lubang aktif yang menjadi sarang persembunyian tikus. Dengan menggunakan metode pengasapan, pembongkaran sarang, serta pemukulan manual, tim gabungan ini bergerak secara taktis mengitari petak-petak sawah demi meminimalkan ruang pelarian hama pengerat tersebut. Kehadiran aktif Babinsa di tengah lumpur sawah terbukti mampu membakar semangat gotong royong dan kebersamaan warga dalam mengamankan investasi tanaman mereka.
​Di sela-sela kesibukannya mengejar hama di lapangan, Sertu Sri Kusuma menegaskan bahwa keterlibatan personil militer di sektor pertanian merupakan bentuk komitmen moral dan instruksi komando atas dalam rangka mengawal kedaulatan pangan. Babinsa diposisikan sebagai motor penggerak sekaligus pendamping setia para petani di wilayah binaan guna mendeteksi setiap kendala operasional yang berpotensi merugikan hajat hidup para produsen pangan lokal tersebut.
​”Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Melalui kegiatan gropyokan ini diharapkan populasi tikus dapat ditekan sehingga tanaman padi petani terhindar dari kerusakan dan hasil panen dapat meningkat,” ujar Sertu Sri Kusuma saat memberikan arahan taktis sekaligus motivasi kepada para kelompok tani di areal persawahan Kampung Suka Agung.
​Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Buay Bahuga, Ibu Wahyu, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas jalinan sinergi lintas sektoral yang terwujud secara harmonis antara pemerintah kampung, Gapoktan, PPL, dan jajaran TNI AD. Menurutnya, penanganan hama secara komunal seperti gropyokan jauh lebih efektif dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan zat kimia secara mandiri yang tidak terukur. Pendekatan terpadu ini dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian di wilayah Buay Bahuga.
​Berdasarkan hasil rekapitulasi operasional di lapangan, aksi perburuan massal ini berhasil mengamankan puluhan ekor tikus dari berbagai ukuran dari dalam sarang-sarang pematang persawahan. Angka tangkapan tersebut secara gamblang memperlihatkan tingginya tingkat kepadatan populasi hama pengerat yang selama ini menjadi ancaman laten tersembunyi bagi keberlangsungan lahan pertanian masyarakat. Langkah eliminasi ini dipastikan akan sangat membantu mengamankan fase vegetatif tanaman padi hingga masa panen tiba nanti.
​Melalui kesuksesan pelaksanaan gerakan gropyokan hama tikus ini, diharapkan tingkat kesadaran kolektif masyarakat tani untuk senantiasa memelihara dan mengawasi lahan pertanian secara berkelanjutan dapat terus mengalami peningkatan. Pola kerja sama terpadu yang dipraktikkan di Kampung Suka Agung ini diharapkan dapat diadopsi oleh kampung-kampung lain di sekitarnya. Dengan terpeliharanya stabilitas produksi padi di tingkat desa, program ketahanan pangan jangka panjang yang dicanangkan di wilayah Kabupaten Way Kanan dipastikan dapat tercapai dengan hasil optimal.
Kontributor: Suherman Martha
Sumber: Penerangan Komando Distrik Militer (Pendim) 0427/Way Kanan








