Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Ketua Umum DKKT Aida Hubaedah saat menghadiri Rapat Kerja Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang di GSG Tigaraksa. - thewasesanews.com

Menjemput Era Kebangkitan Estetika Lokal di Tangerang, Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Kerja Strategis Guna Merumuskan Peta Jalan Pelestarian Budaya dan Target Prestasi di Kancah Nasional

​"Kebangkitan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisiknya, tetapi dari sejauh mana rakyatnya mampu menghargai dan melestarikan budayanya sendiri." — Aida Hubaedah, Ketua Umum DKKT.

TIGARAKSA, KABUPATEN TANGERANG – Semangat untuk menghidupkan kembali marwah kesenian dan kebudayaan lokal di tengah gempuran modernisasi kini semakin menguat di wilayah Kabupaten Tangerang. Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahunan yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa pada Rabu, 22 April 2026. Pertemuan besar ini tidak hanya menjadi sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi penanda penting bagi momentum kebangkitan para pegiat seni untuk kembali berprestasi dan berkontribusi nyata bagi identitas daerah. Dengan mengusung visi kolaboratif, DKKT bertekad menjadikan seni dan budaya sebagai pilar utama dalam membangun karakter masyarakat Tangerang yang religius, cerdas, dan berbudaya, selaras dengan program pembangunan daerah yang sedang berjalan di bawah kepemimpinan pemerintah daerah saat ini.

​Acara yang strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, yang memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi para seniman. Kehadiran pucuk pimpinan daerah ini memberikan sinyal positif bahwa pemerintah daerah memiliki atensi yang besar terhadap sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Selain Bupati, tampak hadir pula tokoh penting dari legislatif, yakni anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Aida Hubaedah, serta sejumlah perwakilan dewan lainnya termasuk Bimo. Keterlibatan unsur legislatif ini sangat krusial, mengingat dalam struktur kepengurusan dan pengawasan DKKT sendiri tercatat ada sembilan anggota dewan dari berbagai fraksi partai politik yang turut andil dalam merumuskan arah kebijakan organisasi. Sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam forum ini menunjukkan adanya keselarasan pandangan dalam menjaga warisan leluhur agar tetap relevan dan berdaya saing di masa depan.

​Aida Hubaedah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DKKT, dalam keterangannya menegaskan bahwa rapat kerja kali ini merupakan landasan bagi program-program strategis yang akan dijalankan sepanjang tahun. Komitmen DKKT tidak hanya berhenti pada tataran seremoni, melainkan berfokus pada upaya konkret dalam mendorong pelestarian seni dan budaya lokal melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia secara masif. Salah satu program unggulan yang disepakati adalah penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi para pelaku seni di seluruh pelosok Kabupaten Tangerang. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, teknik, dan daya saing para seniman lokal agar mampu berbicara banyak di berbagai ajang kompetisi maupun festival, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga menembus level nasional maupun internasional.

​“Rapat kerja ini menjadi momentum yang sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program kerja DKKT dapat berjalan secara terstruktur, sistematis, dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan bersama. Kami ingin setiap langkah yang diambil organisasi memiliki dampak yang terukur, terutama dalam mencapai target-target prestasi yang telah kami harapkan sejak lama. Seni bukan hanya soal ekspresi keindahan semata, tapi soal bagaimana kita menunjukkan keunggulan identitas Kabupaten Tangerang di mata publik yang lebih luas agar daerah kita semakin dikenal dengan kemuliaan adab dan seninya,” ujar Aida Hubaedah dengan penuh optimisme di sela-sela kegiatan Raker.

​Dalam arahannya di depan para pengurus, Aida juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks dan tanpa sekat. Ia berpendapat bahwa di era digital saat ini, seni budaya lokal seringkali terpinggirkan oleh tren budaya asing yang masuk melalui berbagai platform media sosial secara tidak terbendung. Oleh karena itu, DKKT memposisikan diri sebagai benteng pertahanan kebudayaan sekaligus laboratorium kreativitas bagi kaum milenial dan generasi Z. Seni budaya dipandang bukan hanya sebagai tontonan atau hiburan semata, melainkan sebagai identitas mendasar yang menjadi fondasi dalam membangun karakter dan mentalitas masyarakat, khususnya generasi muda Tangerang agar tidak kehilangan akar sejarahnya di tengah kemajuan zaman yang kian pesat.

Rapat Kerja Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal. - thewasesanews.com

​Rapat kerja tersebut juga secara mendalam membahas pengembangan 11 komite kategori yang menjadi payung besar bagi para pelaku seni di Kabupaten Tangerang. Komite-komite tersebut mencakup spektrum seni yang sangat luas dan variatif, mulai dari seni tari yang sarat akan filosofi lokal, pencak silat sebagai warisan bela diri tradisional yang membanggakan, hingga seni vokal seperti kelompok paduan suara yang terus berkembang pesat. Pengembangan komite-komite ini diharapkan mampu menjadi wadah inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berekspresi secara merdeka, sekaligus menjadi inkubator bagi lahirnya bakat-bakat baru yang profesional di bidangnya. Dengan pengelompokan yang jelas melalui sistem komite, pembinaan diharapkan menjadi lebih spesifik dan mampu menyasar kebutuhan unik dari setiap disiplin ilmu seni yang ada di wilayah Tangerang.

​DKKT juga menyadari sepenuhnya bahwa untuk menjalankan visi besar ini, diperlukan dukungan moril maupun materil dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Sinergi antara pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan dan penyedia fasilitas, komunitas seni sebagai garda terdepan kreativitas, serta peran aktif masyarakat sebagai apresiator dan pendukung, dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga keberlangsungan seni budaya daerah. Dalam Raker ini, DKKT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai kembali mencintai dan menggunakan produk-produk kesenian lokal dalam berbagai acara formal maupun informal, guna memberikan ruang ekonomi dan panggung apresiasi bagi para seniman lokal agar dapat terus berkarya secara mandiri, sejahtera, dan penuh kebanggaan.

​Optimisme terpancar kuat sepanjang jalannya rapat kerja di GSG Tigaraksa tersebut. Para peserta Raker, yang terdiri dari perwakilan pegiat seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang, nampak sangat bersemangat dalam mendiskusikan rencana kerja per komite untuk satu tahun ke depan. Mereka melihat bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan legislatif saat ini adalah peluang emas untuk menata kembali ekosistem kesenian yang sempat mengalami pasang surut. Dengan adanya anggaran yang terencana dan arah kebijakan yang jelas dari kepengurusan DKKT di bawah pimpinan Aida Hubaedah, seluruh anggota yakin bahwa Kabupaten Tangerang dapat terus berkembang sebagai daerah yang kaya akan prestasi seni, sekaligus mampu meningkatkan taraf kesejahteraan dan kebahagiaan batiniah masyarakatnya melalui sentuhan estetika budaya yang luhur dan bermartabat.

​Ke depannya, DKKT berencana untuk memperbanyak festival budaya tingkat desa hingga kecamatan sebagai ajang seleksi bagi bakat-bakat potensial yang selama ini mungkin belum terjamah oleh pembinaan pusat. Langkah jemput bola ini dianggap sangat efektif untuk menghidupkan kembali sanggar-sanggar seni yang ada di tingkat akar rumput. Selain itu, digitalisasi dokumentasi karya seni juga menjadi poin pembahasan penting agar warisan budaya Tangerang dapat diakses dengan mudah oleh generasi mendatang melalui platform digital. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Maesyal Rasyid untuk membawa Kabupaten Tangerang menuju daerah yang modern tanpa meninggalkan akar tradisionalitasnya yang kuat sebagai jati diri bangsa.

​Dengan semangat kolaborasi yang kental, Rapat Kerja DKKT tahun 2026 ini resmi ditutup dengan komitmen bersama untuk segera mengeksekusi program-program yang telah disusun dengan penuh rasa tanggung jawab. Kabupaten Tangerang kini bersiap untuk kembali bersinar di panggung kebudayaan nasional, membawa nama harum daerah melalui gerak tari yang gemulai, dentum musik tradisional yang menggetarkan, dan indahnya karya seni rupa yang lahir dari tangan-tangan kreatif masyarakatnya. DKKT telah meletakkan batu pertama dalam pembangunan kembali “istana budaya” di Tangerang, dan kini saatnya seluruh elemen bergerak serentak untuk mewujudkannya menjadi kenyataan yang membanggakan bagi seluruh warga Tangerang tanpa terkecuali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!