SAMARINDA, The Wasesa News – Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi terverifikasi saat menyambut hangat kunjungan audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Kamis, 9 April 2026. Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, M.Si, dalam pertemuan tersebut menekankan bahwa profesionalisme insan pers merupakan pilar krusial dalam mengawal arah pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Menurutnya, organisasi pers seperti PJI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, sehingga penguatan kapasitas internal jurnalis melalui standarisasi kompetensi menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi di tengah pesatnya arus informasi digital saat ini.

Dalam diskusi yang berlangsung akrab tersebut, Wagub Seno Aji menggarisbawahi bahwa pers memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi filter informasi bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa kemajuan sebuah daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas narasi yang dibangun oleh para jurnalisnya. Oleh sebab itu, Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi agar setiap karya jurnalistik yang dihasilkan mampu memberikan edukasi yang positif dan mendukung kondusivitas wilayah. Wagub juga mengapresiasi perjalanan panjang PJI yang telah eksis sejak era reformasi, tepatnya 27 Agustus 1998, yang membuktikan bahwa organisasi ini memiliki akar yang kuat dalam sejarah kebebasan pers di Indonesia dan konsisten dalam menjaga marwah profesi wartawan hingga saat ini di Kalimantan Timur.
Secara spesifik, Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi melalui keikutsertaan aktif dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi seluruh anggota PJI Kaltim. Langkah sertifikasi ini dianggap sebagai instrumen utama untuk melahirkan jurnalis yang berintegritas, memiliki standar etik yang tinggi, dan mampu menjadi teladan bagi insan pers lainnya. Dengan memiliki sertifikat kompetensi yang terverifikasi oleh Dewan Pers, seorang jurnalis tidak hanya mendapatkan pengakuan secara legal formal, tetapi juga memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan. Hal ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menciptakan iklim media yang sehat, di mana informasi yang beredar telah melalui proses verifikasi yang ketat oleh para praktisi yang memang ahli di bidangnya.

Pihak PJI Kaltim yang hadir dalam audiensi tersebut menyambut baik arahan Wagub dan menyampaikan sejumlah agenda strategis organisasi ke depan. Salah satu poin utama yang dibahas adalah permohonan dukungan fasilitas untuk pelantikan pengurus baru serta usulan kerja sama intensif dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim. Fokus kerja sama yang diusulkan adalah program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pers melalui fasilitasi penyelenggaraan UKW dan pelatihan sertifikasi lainnya secara berkala. Melalui kolaborasi ini, PJI berharap hambatan administratif maupun finansial yang sering dihadapi wartawan dalam mengikuti uji kompetensi dapat diatasi melalui dukungan kebijakan pemerintah daerah yang pro terhadap kualitas jurnalisme.
Merespons aspirasi tersebut, Seno Aji menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan penuh demi kemajuan ekosistem pers di Benua Etam. Beliau menginstruksikan agar sinergi antara pemerintah dan organisasi pers terus diperkuat melalui program-program yang nyata dan terukur. Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi sebagai bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam menjaga kualitas demokrasi. “Harapan kami, seluruh wartawan yang bernaung di bawah PJI dapat teredukasi dengan baik, memiliki kompetensi yang diakui, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui pemberitaan yang mencerahkan dan inspiratif,” pungkas Wagub Seno Aji menutup pertemuan tersebut.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, tantangan jurnalis di Kalimantan Timur memang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya isu-isu krusial seperti pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam konteks ini, Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi agar para jurnalis lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi aktor utama dalam memberikan informasi mendalam mengenai dampak pembangunan IKN bagi warga lokal. Kompetensi yang terverifikasi akan memastikan bahwa data dan fakta yang disajikan kepada publik bukan sekadar opini, melainkan produk jurnalistik yang matang dan kredibel. Dukungan Wagub ini menjadi angin segar bagi para praktisi media di Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas diri guna bersaing di tingkat nasional.
PJI Kaltim sendiri berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan Wagub dengan menyusun database anggota yang belum tersertifikasi untuk segera diikutsertakan dalam gelombang UKW mendatang. Organisasi ini menyadari bahwa tantangan “wartawan tanpa kompetensi” dapat merusak citra profesi secara keseluruhan, sehingga penertiban dan pembinaan internal menjadi prioritas utama pengurus baru. Dengan adanya dukungan langsung dari pimpinan daerah, PJI optimistis target 100 persen anggota berkompeten dapat tercapai dalam waktu singkat. Sinergi ini diharapkan menjadi model bagi organisasi pers lainnya di Kaltim dalam membangun hubungan yang profesional dan konstruktif dengan pemerintah tanpa mengabaikan fungsi kontrol sosial pers.
Kehadiran sosok pimpinan daerah yang peduli terhadap kualitas pers seperti Seno Aji memberikan harapan baru bagi masa depan jurnalisme di Kalimantan Timur. Melalui komitmen Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi, diharapkan tidak ada lagi sekat antara kebijakan pembangunan dan penyampaian informasi ke masyarakat. Informasi yang mengalir dengan jujur dan kompeten akan menjadi bahan bakar utama dalam mempercepat pencapaian target-target pembangunan daerah. Pemerintah Kaltim percaya bahwa pers yang sehat adalah mitra terbaik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel di mata masyarakat luas.
Di akhir pertemuan, Wagub kembali mengingatkan bahwa integritas jurnalis adalah harga mati. Sertifikasi kompetensi hanyalah sebuah alat, namun jiwa jurnalisme yang sejati terletak pada kejujuran dan keberpihakan pada kebenaran. Melalui pesan Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi, beliau ingin menitipkan pesan bahwa jurnalis harus mampu menjaga jarak yang tepat dari berbagai kepentingan politik praktis demi menjaga objektivitas berita. Hal inilah yang akan membuat PJI semakin dihormati dan disegani sebagai organisasi profesi yang solid, profesional, dan memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan Provinsi Kalimantan Timur di masa-masa yang akan datang.
Penutupan audiensi ini menandai babak baru kolaborasi antara Pemprov Kaltim dan PJI dalam mencetak sejarah jurnalisme yang lebih berkualitas. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan setiap jurnalis di Kaltim dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat. Seno Aji Dorong Jurnalis Kompetensi bukan sekadar jargon, melainkan sebuah gerakan moral untuk memastikan bahwa setiap berita yang sampai ke tangan rakyat adalah berita yang telah melalui standar profesionalisme tertinggi. Dengan demikian, Kaltim tidak hanya akan maju secara fisik pembangunannya, tetapi juga maju secara intelektual dan informasional melalui peran aktif pers yang berkompeten.
