Pelayanan Publik Kantor Kecamatan Pakuhaji Tangerang Dinilai Molor. - thewasesanews.com

Disorot Warga, Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Dinilai Molor Usai Jam Istirahat

​“Kosongnya meja pelayanan di Kantor Kecamatan Pakuhaji hingga pukul 13.30 WIB dengan alasan klasik 'baru selesai makan' adalah bukti nyata masih lemahnya mentalitas pelayan publik di tingkat kecamatan. Penegasan Kepala Divisi Investigasi Wasesa News, Jaya Sumirat, wajib menjadi tamparan keras bagi jajaran Pemkab Tangerang untuk segera melakukan reformasi mental birokrasi. Aparatur sipil negara harus sadar bahwa setiap menit keterlambatan mereka adalah kerugian bagi rakyat yang membutuhkan kepastian hukum administrasi.” — Redaksi Wasesa News.

TANGERANG, The Wasesa News – Komitmen aparatur sipil negara dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang prima, responsif, dan tepat waktu kembali menjadi sorotan tajam di tingkat akar rumput akibat lemahnya kedisiplinan kerja. Pelayanan administrasi kependudukan di kantor Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mendadak menuai kritik serta keluhan dari warga setempat setelah sejumlah oknum pegawai di bagian meja pelayanan dilaporkan belum kembali bertugas meskipun alokasi waktu jam istirahat dinas telah resmi berakhir. Peristiwa kelalaian waktu tersebut terjadi pada Rabu (20/05/2026) siang, dan turut disaksikan secara langsung oleh awak media yang tengah melakukan kunjungan rutin serta pemantauan berkala di lokasi pusat pelayanan terpadu tersebut.

Pelayanan Publik Kantor Kecamatan Pakuhaji Tangerang Dinilai Molor. - thewasesanews.com

​Seorang warga yang saat itu sedang mengurus berkas pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mengaku sangat kecewa lantaran harus menghabiskan waktu menunggu cukup lama di ruang tunggu yang pengap akibat meja pelayanan utama berstatus kosong melompong hingga sekitar pukul 13.30 WIB. Ketiadaan petugas di garda terdepan ini dinilai sangat merugikan produktivitas waktu masyarakat yang sengaja meluangkan waktu di sela kesibukan mereka demi menyelesaikan urusan administrasi yang bersifat mendesak.

​“Saya sudah duduk menunggu di ruang antrean ini sejak masa jam istirahat pegawai berlangsung. Ekspektasi saya semula adalah tepat pada pukul 13.00 WIB loket pelayanan sudah kembali dibuka secara normal, tetapi kenyataannya sampai pukul 13.30 WIB lewat pun belum ada satu pun batang hidung petugas yang berjaga di meja pelayanan,” tutur warga tersebut dengan nada kecewa kepada awak media di lokasi kejadian.

​Berdasarkan hasil pantauan otentik di ruang pelayanan publik Kecamatan Pakuhaji, belasan warga tampak telantar dan menumpuk di kursi antrean untuk mengurus berbagai keperluan administrasi vital, mulai dari pengurusan KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), hingga legalisasi dokumen penting lainnya. Ketika awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada salah seorang staf perempuan yang berada di ruangan tersebut terkait keterlambatan pembukaan loket, staf tersebut hanya memberikan jawaban normatif yang terkesan mengabaikan standar operasional prosedur kelayakan pelayanan publik.

​“Kami semua kebetulan baru saja selesai makan siang, Pak,” ujar staf perempuan di kantor Kecamatan Pakuhaji tersebut secara singkat sembari bergegas menuju mejanya tanpa memberikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi.

​Kondisi pelayanan yang amburadul dan tidak profesional tersebut langsung memantik perhatian serius dari kalangan masyarakat umum serta insan pers nasional. Kepala Divisi Investigasi Media Siber The Wasesa News, Jaya Sumirat, menilai bahwa tingkat kedisiplinan jajaran aparatur pelayanan publik di wilayah Kabupaten Tangerang perlu menjadi atensi dan evaluasi total oleh pihak inspektorat maupun bupati, agar masyarakat mendapatkan hak pelayanan yang cepat, transparan, dan tepat waktu sesuai amanat undang-undang. Menurut analisa hukumnya, keterlambatan kembalinya petugas usai jam istirahat siang secara sistemis berdampak langsung pada menumpuknya antrean panjang warga yang memiliki berbagai kepentingan administrasi yang mendesak.

​“Sebagai aparatur sipil negara yang digaji oleh uang rakyat, ASN seharusnya dapat menjaga marwah dan disiplin waktu kerja secara ketat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal tanpa jeda yang merugikan. Waktu milik masyarakat juga sangat berharga dan perlu dihargai setinggi-tingginya, karena banyak dari warga yang datang dari pelosok desa jauh dengan kebutuhan administrasi yang sangat penting dan tidak bisa ditunda,” tegas Jaya Sumirat.

​Hingga berita investigasi ini diturunkan oleh meja redaksi, belum ada keterangan resmi ataupun klarifikasi kelembagaan lebih lanjut dari pihak Camat maupun Sekretaris Kecamatan Pakuhaji terkait dugaan molornya jam pelayanan dinas tersebut.

Sumber: Pemantauan Lapangan & Investigasi Langsung Jurnalis The Wasesa News

Avatar photo
Dian Pramudja

Leave a Reply

error: Content is protected !!