
WEDA, The Wasesa News – Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menunjukkan empati dan kepemimpinan yang mendalam dengan turun langsung ke tengah-tengah masyarakat Desa Banemo pasca terjadinya konflik sosial yang sempat mengguncang stabilitas wilayah tersebut. Dalam kunjungan yang berlangsung penuh haru pada Minggu (05/04/2026), kehadiran orang nomor satu di Halmahera Tengah ini bertujuan untuk memberikan penguatan moril sekaligus memastikan proses rekonsiliasi berjalan secara menyeluruh hingga ke akar rumput. Ikram Malan Sangadji tak mampu menyembunyikan rasa keprihatinannya saat melihat kondisi psikologis warga yang terdampak, seraya menegaskan bahwa perdamaian adalah fondasi utama yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan sesaat maupun provokasi yang memecah belah.
Dalam kesempatan yang sangat khidmat tersebut, Bupati Ikram menyampaikan pesan-pesan penyejuk yang menyentuh sanubari seluruh warga Desa Banemo. Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa buruk yang terjadi harus dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih mawas diri dalam menjaga kerukunan antar sesama. Sebagai pemimpin yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat di Halmahera Tengah, Ikram mengaku sangat sedih melihat perpecahan yang sempat terjadi di antara sesama saudara satu tanah air. Baginya, melihat warga yang sebelumnya hidup berdampingan secara harmonis kini harus terpisah oleh sekat permusuhan adalah luka bagi seluruh pemerintahan Kabupaten Halmahera Tengah.
Penegasan untuk mengakhiri segala bentuk perselisihan disampaikan Bupati Ikram dengan kalimat yang tegas namun penuh kasih sayang. “Usai sudah masalah ini. Saya sangat sedih melihat kondisi yang terjadi di Desa Banemo. Semoga kita semua dapat kembali seperti sediakala, saling menghargai satu sama lain, menjaga tali persaudaraan yang telah lama terjalin, dan hidup kembali dalam bingkai kebersamaan serta kedamaian yang menjadi ciri khas leluhur kita,” ujar Ikram Malan Sangadji di hadapan warga yang berkumpul. Pesan ini diharapkan menjadi titik balik bagi proses pemulihan sosial di wilayah tersebut, di mana rasa saling percaya harus dibangun kembali di atas puing-puing kesalahpahaman yang telah lalu.
Halmahera Tengah Fokus Pulihkan Kondusivitas Desa Banemo Melalui Pendekatan Kekeluargaan
Bupati Halmahera Tengah juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran pemerintah desa dan kecamatan untuk terus melakukan pendampingan intensif bagi warga. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pemuda, untuk menahan diri dari segala bentuk provokasi susulan, baik yang muncul di dunia nyata maupun melalui media sosial. Penguatan rasa persatuan dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengembalikan marwah Desa Banemo sebagai bagian dari Bumi Fagogoru yang menjunjung tinggi etika dan kesantunan dalam bermasyarakat. Nilai-nilai kekeluargaan harus dikedepankan di atas ego kelompok demi masa depan generasi muda yang lebih cerah.
Ikram Malan Sangadji berharap besar agar kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa yang akan datang, baik di Desa Banemo maupun di wilayah lain di Halmahera Tengah. Konflik hanya akan membawa kemunduran, kerugian materiil, dan luka batin yang mendalam bagi rakyat kecil. Oleh karena itu, Bupati menekankan bahwa setiap ada riak kecil di tengah masyarakat, jalur musyawarah untuk mufakat harus selalu diutamakan sebelum masalah tersebut membesar menjadi konflik terbuka. Keharmonisan yang selama ini menjadi kekuatan sosial pembangunan di Halmahera Tengah harus terus dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh komponen daerah.
Selama kunjungan tersebut, Bupati juga memantau langsung kebutuhan dasar warga pasca konflik guna memastikan pelayanan publik di desa tetap berjalan normal. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, aparat keamanan dari TNI/Polri, serta partisipasi aktif masyarakat lokal terbukti mampu meredam situasi dalam waktu singkat. Langkah cepat yang diambil oleh Ikram Malan Sangadji ini mendapat apresiasi positif dari warga Desa Banemo yang merasa lebih tenang dengan kehadiran sosok pemimpin di tengah-tengah masa sulit mereka. Keyakinan akan masa depan yang damai kini mulai tumbuh kembali di tengah pemukiman warga seiring dengan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal proses perdamaian ini hingga tuntas.
Dinamika pembangunan di Halmahera Tengah yang tengah melaju pesat memerlukan stabilitas keamanan yang prima. Konflik sekecil apa pun akan berdampak pada citra daerah dan kenyamanan investasi serta aktivitas ekonomi rakyat. Oleh karena itu, Ikram Malan Sangadji tak lelah mengingatkan bahwa keamanan adalah aset yang sangat mahal harganya. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Kedewasaan dalam berpolitik dan bermasyarakat harus menjadi identitas baru bagi warga Halmahera Tengah menuju era yang lebih modern namun tetap memegang teguh akar budaya lokal.
Proses pemulihan di Desa Banemo kini menjadi prioritas jangka pendek bagi pemerintah daerah. Melalui berbagai program pemberdayaan dan kegiatan sosial, diharapkan sekat-sekat perbedaan yang sempat muncul dapat terkikis habis. Semangat gotong royong yang menjadi warisan nenek moyang di Bumi Fagogoru harus diaktifkan kembali sebagai motor penggerak kerukunan. Bupati Halmahera Tengah berjanji akan terus memberikan dukungan penuh bagi rehabilitasi mental dan fisik warga yang terdampak, sembari memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kedamaian selalu menyertai setiap langkah pembangunan di daerah ini.
Sebagai penutup, seruan perdamaian dari Desa Banemo ini diharapkan menggema ke seluruh pelosok Halmahera Tengah. Tidak ada kata terlambat untuk saling memaafkan dan membangun kembali masa depan yang harmonis. Mari kita jaga rumah kita bersama, jaga persaudaraan kita, dan pastikan Halmahera Tengah tetap menjadi daerah yang aman bagi siapa pun yang mendiaminya. Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif, kita optimis bahwa badai ini telah berlalu dan fajar kedamaian kini sedang menyingsing di cakrawala Desa Banemo.








