
JAKARTA, The Wasesa News – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) menjadi ajang pembuktian peran strategis organisasi istri prajurit dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat, khususnya di sektor kesehatan dan pembinaan keluarga. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., secara khusus menerima audiensi Ketua Umum Persit KCK Ny. Uli Simanjuntak beserta para kader berprestasi di Aula Jatikusumo, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Selasa (05/05/2026). Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni menjelang puncak peringatan HUT pada 7 Mei mendatang, melainkan bentuk pengakuan tertinggi pimpinan TNI AD terhadap para juara lomba Posyandu dan istri Komandan Batalyon (Danyon) yang dinilai telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan organisasi serta kesejahteraan keluarga prajurit di berbagai pelosok tanah air.

[ez-toc]

Dalam arahannya di hadapan para pengurus dan kader, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan oleh Persit KCK. Kasad menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan keluarga melalui optimalisasi fungsi Posyandu di lingkungan asrama militer merupakan investasi jangka panjang bagi kesiapan operasional prajurit. Menurut Kasad, keberhasilan seorang prajurit di medan tugas sangat dipengaruhi oleh ketenangan dan ketahanan keluarga yang dibina oleh para istri di rumah. Oleh karena itu, inovasi dalam pengelolaan kesehatan ibu dan anak menjadi indikator penting profesionalitas Persit dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung pada kinerja institusi TNI AD secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan atensi khusus pada peran istri Komandan Batalyon sebagai figur sentral di tingkat satuan operasional. Posisi istri Danyon dinilai memiliki pengaruh psikologis dan sosiologis yang sangat kuat dalam membimbing anggota Persit di tingkat bawah. Kepemimpinan yang humanis dan peran aktif mereka dalam mendorong kreativitas anggota dianggap mampu menciptakan suasana lingkungan asrama yang kondusif dan harmonis. “Mudah-mudahan prestasi dan program yang ada bisa terus dikembangkan, terutama fungsi Posyandunya. Peluang untuk berkolaborasi itu sangat banyak, asalkan kita mau berkomunikasi dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak. Saya yakin apa yang ibu-ibu lakukan hari ini menjadi bekal yang sangat berguna bagi organisasi dan masyarakat luas di masa depan,” ujar Kasad.

Ketua Umum Persit KCK, Ny. Uli Simanjuntak, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba Posyandu merupakan langkah konkret organisasi untuk meningkatkan standar kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat di lingkungan TNI AD. Persit KCK berupaya memposisikan diri sebagai agen perubahan yang mampu melahirkan berbagai inovasi dan kreativitas di bidang kesehatan reproduksi serta tumbuh kembang anak. Para pemenang yang hadir di Mabesad merupakan perwakilan terbaik dari berbagai daerah yang telah melalui seleksi ketat dan terbukti mampu menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif bagi keluarga prajurit dan warga sekitar asrama. Hal ini sekaligus memperkuat citra Persit sebagai organisasi yang mandiri, cerdas, dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan.
Kegiatan audiensi ini juga menjadi ajang diskusi strategis mengenai penguatan peran Persit dalam mendukung program-program pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di lingkungan keluarga besar TNI AD. Dengan semangat manunggal, Persit KCK berkomitmen untuk terus berada di samping prajurit, tidak hanya sebagai pendamping setia, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Semangat HUT ke-80 ini diharapkan dapat memacu motivasi seluruh anggota Persit dari tingkat pusat hingga ranting untuk tetap produktif dan inovatif di tengah dinamika tugas suami yang semakin kompleks.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin solid antara pimpinan TNI AD dengan kader-kader Persit di lapangan. Kasad menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan Persit akan terus diberikan secara maksimal guna memastikan organisasi ini tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan berakhirnya rangkaian pertemuan tersebut, Persit Kartika Chandra Kirana siap menyongsong usia delapan dasawarsa dengan semangat pengabdian yang lebih tinggi, demi terwujudnya keluarga prajurit yang sehat, sejahtera, dan tangguh dalam mendukung kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia.








