
WALESI, THE WASESA NEWS – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan aksi nyata, Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi muda di wilayah Pegunungan Papua. Melalui kegiatan karya bakti yang penuh makna, para prajurit “Macan Kumbang” bersinergi dengan para siswa untuk menata dan mempercantik taman sekolah di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan yang dilaksanakan pada awal Mei 2026 ini bukan sekadar aktivitas fisik pembersihan lingkungan, melainkan sebuah manifestasi dari semangat kemanunggalan TNI dengan dunia pendidikan guna menciptakan ekosistem belajar yang bersih, rapi, dan nyaman bagi putra-putri Bumi Cenderawasih dalam menuntut ilmu.

[ez-toc]

Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, personel Satgas Yonif 521/DY bahu-membahu bersama siswa-siswi menyisir area sekolah dari sampah, memangkas rumput liar, hingga menanam berbagai jenis bunga untuk mempercantik estetika taman. Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah memberikan suasana baru yang memotivasi para pelajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Penataan taman ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan psikologis siswa, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih kondusif dan penuh keceriaan di tengah keindahan alam Walesi yang tertata rapi.
Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa momentum Hardiknas tahun ini harus dimaknai sebagai pengingat pentingnya menguatkan partisipasi semesta demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Menurutnya, peran TNI dalam mendukung sektor pendidikan tidak hanya terbatas pada bantuan fasilitas, tetapi juga pemberian keteladanan secara langsung di lapangan. Nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yakni “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, diimplementasikan secara nyata oleh para personel Satgas dalam mengajak siswa menjaga kebersihan.

”Melalui penerapan filosofi tersebut, kami ingin memposisikan diri sebagai teladan di depan, penggerak di tengah, dan pemberi dorongan dari belakang. Kami tidak hanya membantu membersihkan fisik sekolah, tetapi juga berupaya membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan pada diri siswa secara berkelanjutan. Kami ingin para siswa di Walesi memiliki semangat juang yang tinggi dalam belajar dengan didukung lingkungan yang representatif,” ujar Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata. Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter yang dibangun melalui gotong royong jauh lebih membekas dalam ingatan siswa dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.
Antusiasme siswa tampak sangat menonjol selama kegiatan berlangsung. Interaksi yang hangat antara prajurit TNI dan pelajar menciptakan jembatan edukasi yang efektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman dan kemajuan peradaban. Salah seorang guru setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Satgas Yonif 521/DY yang dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan mental para siswa. Perhatian yang diberikan oleh TNI dianggap sebagai suplemen semangat bagi tenaga pendidik dan pelajar di wilayah pedalaman Papua untuk terus mengejar ketertinggalan melalui pendidikan yang berkualitas.

Melalui kegiatan penataan taman sekolah ini, Satgas Yonif 521/DY berharap hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat, khususnya di kalangan pendidik, terus terjalin erat. Dampak positif yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada hari peringatan saja, melainkan menjadi budaya baru bagi siswa di Distrik Walesi untuk selalu menjaga keindahan sekolah mereka. Dengan lingkungan yang asri, semangat belajar putra-putri Papua diharapkan semakin berkobar, membawa harapan baru bagi kemajuan dunia pendidikan di wilayah Pegunungan Tengah demi menyongsong masa depan Indonesia yang lebih cerah.
Sumber: Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)








