
WEDA, The Wasesa News – Momentum suksesi kepemimpinan di tingkat desa melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Halmahera Tengah telah memasuki tahap akhir yang krusial. Salah satu desa yang menjadi sorotan utama adalah Desa Were, yang terletak di Kecamatan Weda, Ibukota Kabupaten Halmahera Tengah. Menjelang hari pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (09/05/2026) besok, seluruh perangkat teknis dan administrasi di Desa Were telah dinyatakan siap seratus persen untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Plt. Kepala Desa Were, Awaluddin Salamudin, mengonfirmasi bahwa hingga Jumat (08/05/2026), proses persiapan telah mencapai progres 90 persen, mencakup distribusi kotak suara, pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga penyebaran undangan bagi para wajib pilih di seluruh wilayah administrasi Desa Were.
[ez-toc]
Desa Were tahun ini memunculkan dinamika politik yang menarik dengan hadirnya empat kandidat calon kepala desa (cakades) yang telah dinyatakan lolos seleksi dan siap bertarung memperebutkan mandat rakyat. Keempat nama yang akan muncul dalam kertas suara tersebut adalah Masida Hi. Sud, Abubakar MT. Abdullah, Zulkifli Hasan, dan Pantie Hi. Ibrahim. Menariknya, dari deretan nama tersebut, terdapat satu figur keterwakilan perempuan yang menunjukkan bahwa inklusivitas politik di Desa Were berjalan dengan sangat baik. Keempat bakal calon ini merupakan putra-putri terbaik desa yang telah melalui proses kurasi ketat dan memenuhi berbagai kriteria kelayakan, mulai dari integritas, visi misi pembangunan, hingga pemahaman tata kelola pemerintahan desa yang modern.
Dari sisi data pemilih, Desa Were tercatat memiliki basis massa yang cukup signifikan dibandingkan desa-desa lainnya di Halmahera Tengah. Berdasarkan verifikasi terakhir, jumlah DPT Desa Were mencapai 2.375 jiwa. Angka ini merupakan akumulasi dari pemilih tetap yang ditambah dengan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang telah memenuhi syarat secara hukum untuk menyalurkan hak suaranya. Besarnya jumlah penduduk ini menempatkan Desa Were sebagai salah satu titik strategis dalam perhelatan Pilkades serentak tahun ini, tepat satu tingkat di bawah Desa Fidi Jaya dalam hal kepadatan populasi di wilayah Kecamatan Weda. Untuk mengakomodasi ribuan pemilih tersebut, panitia telah menyiapkan 5 titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar secara merata guna menghindari penumpukan massa.
Ada yang unik dari pelaksanaan Pilkades di Desa Were kali ini, yakni kesepakatan mengenai jadwal waktu pemungutan suara. Berdasarkan hasil musyawarah bersama, proses pencoblosan baru akan dimulai pada pukul 14.00 WIT atau jam 2 siang. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kearifan lokal untuk memberikan kesempatan bagi warga yang mayoritas masih beraktivitas di luar rumah pada pagi hari, seperti berkebun atau melaut, sehingga mereka tetap dapat menggunakan hak pilihnya tanpa harus mengganggu mata pencaharian harian. Meski pemungutan suara dimulai pada siang hari, panitia menjamin bahwa proses penghitungan suara akan dilakukan secara transparan dan selesai tepat waktu di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian dan saksi dari masing-masing calon.
Awaluddin Salamudin dalam arahannya mengimbau seluruh warga Desa Were untuk menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan selama proses pemilihan berlangsung. Meskipun pengamanan dari aparat kepolisian telah disiagakan secara penuh, kesadaran masyarakat untuk menjaga kondusivitas menjadi kunci utama keberhasilan demokrasi di desa. Tahun ini secara keseluruhan terdapat 28 desa di Halmahera Tengah yang melaksanakan Pilkades serentak dengan total 125 calon kepala desa yang bertarung. Kesuksesan di Desa Were diharapkan dapat menjadi pilot project atau contoh bagi desa-desa lain dalam menyelenggarakan pemilihan yang aman, lancar, dan berintegritas demi lahirnya pemimpin yang benar-benar mampu membawa kemajuan bagi desa selama enam tahun ke depan.








