
MAKASSAR, The Wasesa News – Suasana khidmat penuh haru menyelimuti Aula Mina Embarkasi Sudiang, Makassar, pada Kamis (30/04/2026). Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, secara resmi melepas keberangkatan 767 jemaah calon haji (JCH) asal Provinsi Maluku Utara yang akan bertolak menuju Tanah Suci. Isak tangis bahagia dari keluarga, lantunan doa yang menggema, hingga pelukan hangat perpisahan mewarnai prosesi keberangkatan para tamu Allah ini. Sesuai jadwal, ratusan jemaah tersebut akan diterbangkan menuju Madinah, Arab Saudi, untuk menunaikan rukun Islam kelima. Kehadiran pemimpin nomor satu di Maluku Utara ini menjadi suntikan moril luar biasa bagi para jemaah yang telah menanti bertahun-tahun untuk dapat menginjakkan kaki di tanah haram.

[ez-toc]

Rangkaian agenda pelepasan ini berlangsung cukup padat. Sebelum menuju lokasi pelepasan, Gubernur Sherly Laos terlebih dahulu melakukan penjemputan kedatangan JCH Kloter 15 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Usai prosesi penjemputan di bandara, Gubernur Sherly yang didampingi oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe serta Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Kuntu Daud, langsung bertolak menuju Embarkasi Sudiang. Langkah cepat ini dilakukan untuk menemui langsung para jemaah yang tergabung dalam Kloter 13, yang dijadwalkan akan diberangkatkan pada malam hari. Sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam pelepasan ini menunjukkan perhatian besar pemerintah daerah terhadap kenyamanan dan keselamatan para jemaah haji.
Kedatangan rombongan Gubernur disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh para jemaah. Di tengah kesibukan persiapan keberangkatan, banyak di antara para jemaah yang memanfaatkan momen langka tersebut untuk berswafoto, bersalaman, hingga menyampaikan doa-doa tulus kepada Gubernur Sherly sebelum mereka meninggalkan tanah air. Kehangatan interaksi antara pemimpin dan rakyatnya ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental di dalam aula. Gubernur Sherly tampak dengan sabar melayani permintaan warga, sembari memberikan senyum penguatan kepada para lansia yang turut serta dalam rombongan haji tahun ini.
Salah satu poin penting dalam acara pelepasan ini adalah dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kesejahteraan jemaah. Secara simbolis, Gubernur Sherly menyerahkan uang saku jemaah dengan nilai total mencapai Rp1,152 miliar. Dana hibah tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Maluku Utara, Asrul Gailea, untuk segera dibagikan kepada seluruh jemaah calon haji asal Maluku Utara. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan para jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi, sehingga mereka dapat lebih fokus pada prosesi ibadah tanpa terbebani masalah finansial mendasar.
Dalam arahan resminya, Gubernur Sherly Laos menyampaikan harapan agar seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh kekhusyukan. Beliau secara khusus menitipkan pesan mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah perbedaan iklim yang cukup ekstrem di Arab Saudi. “Saya ingin menitipkan beberapa pesan penting, yaitu tolong jaga kesehatan, banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Jangan terlalu memaksakan diri jika kondisi badan sudah tidak mampu, istirahatlah yang cukup karena rangkaian ibadah haji memerlukan stamina yang prima,” ujar Sherly di hadapan ratusan jemaah yang menyimak dengan penuh perhatian.
Selain masalah kesehatan fisik, Gubernur juga mengingatkan para jemaah tentang esensi kebersamaan dan kedisiplinan selama berada di negeri orang. Mengingat jemaah asal Maluku Utara terdiri dari berbagai latar belakang, sikap saling peduli antar sesama jemaah menjadi kunci keselamatan dan kenyamanan bersama. Sherly meminta agar seluruh jemaah selalu berkoordinasi dengan petugas haji jika menghadapi kendala apa pun. “Kasih tahu ke petugas jika ada masalah, patuhi aturan yang ada, dan saling menjaga satu sama lain. Perjalanan suci ini adalah tentang kebersamaan dan kepedulian. Jaga hati selalu, semoga seluruh perjalanan diberikan kelancaran oleh Allah SWT dan kita bisa kembali bertemu lagi dalam keadaan sehat walafiat di Ternate, di Maluku Utara,” imbuhnya.
Gubernur Sherly memandang ibadah haji sebagai sebuah ruang spiritual yang sangat mendalam. Baginya, doa-doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci memiliki kekuatan untuk menyatukan harapan seluruh umat tanpa memandang perbedaan status sosial maupun latar belakang politik. Ia berharap para jemaah juga turut menyelipkan doa untuk kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara agar senantiasa diberkati dan dijauhkan dari segala musibah. Suasana pelepasan ditutup dengan pembacaan doa bersama yang sangat menyentuh hati, di mana harapan untuk meraih predikat Haji Mabrur menjadi dambaan utama bagi setiap jemaah yang berangkat.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk terus memantau perkembangan seluruh jemaah selama berada di Arab Saudi melalui tim PPIHD yang bertugas. Keberangkatan kloter-kloter berikutnya juga dipastikan akan mendapatkan pengawalan serupa guna memastikan standar pelayanan haji Maluku Utara tetap terjaga dengan baik. Dengan dilepasnya 767 jemaah ini, Maluku Utara optimis penyelenggaraan haji tahun 2026 akan menjadi salah satu yang terbaik dalam hal koordinasi dan pelayanan kepada para tamu Allah.








