
JAKARTA, The Wasesa News – Hari terakhir perhelatan pameran Persit Bisa Vol. II yang berlangsung pada Sabtu (09/05/2026) menjadi panggung keberhasilan bagi Booth YD Strap Bag Tenun. Produk kreatif karya Ny. Dyah Fandy Dharmawan ini berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung sejak gerai dibuka pada pagi hari. Suasana booth tampak sesak dipenuhi oleh rombongan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana dari berbagai penjuru Nusantara yang hadir untuk memberikan dukungan sekaligus berburu produk UMKM unggulan. Antusiasme yang luar biasa ini membuktikan bahwa sentuhan desain modern yang dipadukan dengan kekayaan wastra tradisional memiliki tempat istimewa di hati para pecinta fashion tanah air, khususnya di lingkungan keluarga besar TNI AD.

[ez-toc]

Kehadiran sejumlah tamu kehormatan menjadi energi tambahan bagi eksistensi YD Strap Bag Tenun dalam pameran bergengsi ini. Di antara para tamu VIP yang hadir, tampak Ibu Irjen TNI AD dan Ibu Didit, istri dari mantan Kasum TNI, yang memberikan atensi khusus terhadap koleksi strap bag tersebut. Keduanya terlihat sangat detail memperhatikan setiap motif tenun dan kualitas jahitan yang dinilai mampu mengangkat derajat kain tradisional menjadi produk gaya hidup yang elegan. Apresiasi dari para tokoh ini menegaskan bahwa produk lokal berbasis budaya memiliki daya saing tinggi dan layak mendapatkan panggung di level nasional maupun internasional.
Kunjungan yang tak kalah berkesan juga datang dari Ny. Ira M. Fadjar selaku Ibu Ketua Persit KCK PG Kostrad beserta jajaran pengurus lainnya. Beliau memberikan pujian tinggi atas inovasi yang dilakukan YD Strap dalam mempopulerkan tenun melalui aksesori tas yang cantik dan fungsional. Tidak hanya sekadar melihat, Ny. Ira M. Fadjar beserta jajaran turut memborong produk-produk elegan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi kreatif bagi anggota Persit. Interaksi hangat ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental sekaligus menjadi simbol kebanggaan terhadap karya tangan anak bangsa.
Kehangatan booth YD Strap semakin terasa dengan kehadiran para Ibu Danyon dari berbagai jajaran strategis, mulai dari jajaran Kodam Tanjung Pura, Ibu Tryas Akmil 2006, Ibu Danyon 844, Ibu Danyon 305, hingga rombongan besar dari jajaran Kodam V Brawijaya. Para pengunjung dari rombongan Persit Nusantara ini terlihat aktif berdialog mengenai proses produksi dan filosofi di balik pemilihan motif tenun Nusantara. Banyak dari mereka yang terpikat dengan model strap bag yang dinilai unik, anggun, dan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Indonesia sehingga sangat cocok dipadukan dengan berbagai busana formal maupun santai.

Puncak antusiasme pengunjung pada hari penutupan ini berdampak langsung pada capaian angka penjualan yang sangat signifikan. Hingga pameran resmi berakhir, tercatat sebanyak 176 produk YD Strap Bag Tenun habis terjual hanya dalam kurun waktu satu hari. Angka fantastis ini menjadi bukti autentik bahwa produk wastra yang dikemas dengan selera modern mampu diterima secara luas oleh pasar. Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi besar bagi Ny. Dyah Fandy Dharmawan dan tim untuk terus bereksplorasi dalam mengembangkan produk-produk berbasis kearifan lokal yang mampu memberdayakan perempuan di sektor industri kreatif.
Melalui partisipasi di pameran Persit Bisa Vol. II, YD Strap Bag Tenun tidak hanya sekadar mengejar target komersial, tetapi juga membawa misi besar dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi anggota Persit lainnya untuk berani berkarya dan berinovasi di bidang UMKM. Produk ini kini telah menjadi simbol kecintaan terhadap Nusantara yang dibalut dalam keindahan fashion, membuktikan bahwa jati diri bangsa tetap bisa bersinar di tengah arus modernisasi global. Setiap jalinan benang tenun pada produk YD Strap membawa pesan bahwa kreativitas tanpa batas adalah kunci bagi kebangkitan ekonomi nasional.
Sumber: Pen Brigif 13 Galuh / Kostrad








