Ternate Darurat Keamanan Jalanan: Video Viral Pengancaman Penumpang oleh Ojek Gelap Picu Keresahan Massal di Media Sosial

​“Kejadian ini adalah alarm keras bagi kita semua. Jangan sampai anak-anak perempuan kita, baik yang hendak ke kampus maupun bekerja, menjadi korban berikutnya dari kebiadaban oknum di jalanan.” — Netizen Ternate.

TERNATE, The Wasesa News – Jagat maya di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, mendadak gempar menyusul beredarnya sebuah video pendek berdurasi 2,03 menit yang menjadi viral setelah diunggah oleh akun Facebook atas nama Megawati Hirto. Unggahan tersebut mengungkap sebuah tragedi menakutkan yang menimpa seorang penumpang perempuan yang nyaris menjadi korban aksi kriminalitas jalanan pada Selasa (28/04/2026). Dalam rekaman yang memicu keprihatinan publik tersebut, tampak korban yang awalnya berniat menuju kampus justru mengalami intimidasi dan pengancaman pembunuhan menggunakan senjata tajam oleh seorang oknum yang berpura-pura menjadi pengemudi ojek. Kejadian yang berlangsung di kawasan belakang Kelurahan Tubo ini menjadi alarm keras bagi stabilitas keamanan di wilayah ibu kota Provinsi Maluku Utara yang belakangan ini dinilai semakin rawan bagi kaum hawa.

[ez-toc]

Viral Video Pengancaman Senjata Tajam di Ternate Warga Resah Ojek Gelap Incar Mahasiswi di Kawasan Tubo. - thewasesanews.com

​Berdasarkan narasi yang berkembang di platform digital tersebut, korban diketahui salah menaiki kendaraan yang dikira sebagai ojek resmi. Namun, bukannya diantar ke tujuan, korban justru dibawa ke lokasi sepi di jalur belakang Tubo dan diancam dengan sebilah pisau oleh pelaku yang merupakan Orang Tak Dikenal (OTK). Unggahan Megawati Hirto yang berbunyi, “Ngoni yg ska nae ojk hti’ qt ade p tmng DP bwa d tubo blkng tdi bru DP ancm dg piso, Astagfirullah tmba rawan,” langsung mendapatkan ribuan atensi dan telah dibagikan belasan kali oleh netizen yang merasa terancam dengan situasi serupa. Hal ini menunjukkan bahwa ruang publik di Kota Ternate kini mulai dihantui oleh predator jalanan yang memanfaatkan profesi ojek sebagai kedok untuk melancarkan niat bejat mereka.

​Kejadian ini sontak memicu gelombang ketakutan yang luar biasa bagi warga Kota Ternate pada khususnya dan masyarakat Maluku Utara pada umumnya. Di kolom komentar, sentimen publik terlihat sangat emosional dan penuh kekhawatiran, terutama dari kalangan orang tua yang memiliki anak perempuan dengan mobilitas tinggi ke kampus maupun ke tempat kerja. Salah satu komentar yang menyita perhatian datang dari akun Sumarni Salim yang menuliskan, “Io so tamba rawan skali, Ya Allah jauhkan torg pe ana-ana dri hal-hal yg buruk, jauhkan dri segala marabahaya Ya Allah. Aamiin.” Ungkapan doa dan kecemasan ini mencerminkan betapa rapuhnya rasa aman warga saat ini, di mana perjalanan rutin menuju institusi pendidikan pun kini harus dibayang-bayangi oleh ancaman nyawa.

​Kritik tajam kini mengarah kepada pihak Kepolisian, khususnya Polres Ternate, untuk segera bertindak cepat mengusut tuntas identitas pelaku dalam video viral tersebut sebelum jatuh korban jiwa yang lebih banyak. Publik mendesak aparat penegak hukum untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan dan melakukan penertiban terhadap keberadaan ojek gelap yang tidak terdata secara resmi. Fenomena “ojek gelap” ini dinilai menjadi celah keamanan yang sangat berbahaya karena tidak adanya identitas yang jelas dari pengemudi maupun kendaraan yang digunakan. Polisi diminta tidak hanya menunggu laporan resmi dari korban, tetapi harus proaktif menjadikan bukti rekaman digital ini sebagai landasan awal penyelidikan untuk memburu oknum yang telah mencederai rasa aman di Kota Rempah ini.

​Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pelajaran pahit bagi seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan ekstra saat bepergian sendirian, terutama bagi kaum perempuan yang menggunakan moda transportasi umum di jam-jam rawan. Masyarakat dihimbau untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih kendaraan umum serta memastikan menaiki ojek yang memiliki identitas resmi atau melalui aplikasi digital yang terlacak. Kesalahan dalam mengenali kendaraan di awal perjalanan dapat berujung pada konsekuensi fatal yang mengancam keselamatan jiwa, sebagaimana yang terekam dalam video pengancaman di kawasan Tubo tersebut. Sinergi antara kewaspadaan warga dan ketegasan aparat hukum menjadi harga mati agar Ternate kembali menjadi kota yang ramah dan aman bagi siapa saja.

​Melihat eskalasi keresahan yang terjadi, pemerintah daerah pun diharapkan tidak tinggal diam. Perlu adanya regulasi yang lebih ketat terkait penataan transportasi lokal agar oknum-oknum kriminal tidak mudah menyusup ke dalam profesi pelayanan publik. Jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa adanya tindakan hukum yang memberikan efek jera, maka citra Kota Ternate sebagai kota pendidikan dan perdagangan akan tercoreng oleh stigma “wilayah rawan kriminalitas”. Penegakan hukum yang cepat dan transparan atas kasus pengancaman ini adalah satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan menjamin bahwa ruang publik tetap menjadi milik warga yang taat hukum, bukan tempat bagi para kriminal untuk bebas beraksi.

Avatar photo
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!