
TANGERANG KOTA, The Wasesa News – Upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di masa depan memerlukan fondasi yang kuat sejak usia sedini mungkin. Menyadari hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Metro Tangerang Kota melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) secara intensif menggelar program “Polisi Sahabat Anak” (Polsanak) sebagai langkah strategis untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya disiplin di jalan raya bagi anak-anak usia prasekolah. Pada Rabu (06/05/2026), Mako Polres Metro Tangerang Kota menjadi saksi keceriaan puluhan siswa-siswi dari TK Islam Gunung Jati Perumnas 1 Cibodas yang hadir dengan antusiasme tinggi untuk mengenal lebih dekat tugas kepolisian sekaligus mendalami tata cara berlalu lintas yang aman dan benar. Melalui metode edukasi yang interaktif dan pendekatan yang sangat humanis, personel Sat Lantas berupaya mengubah persepsi anak-anak terhadap figur kepolisian agar tidak lagi menjadi sosok yang ditakuti, melainkan menjadi sahabat yang mengayomi dan membimbing mereka menuju keselamatan.

[ez-toc]

Kegiatan Polsanak ini dirancang secara khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan namun tetap sarat akan muatan edukasi keselamatan. Para peserta cilik diperkenalkan dengan berbagai materi mendasar, mulai dari pengenalan aneka ragam rambu-rambu lalu lintas, cara menyeberang jalan yang aman menggunakan fasilitas zebra cross, pentingnya penggunaan helm standar saat berkendara dengan orang tua, hingga pengenalan fungsi lampu lalu lintas. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan melalui simulasi langsung yang melibatkan anak-anak secara aktif. Dengan cara ini, pesan-pesan keselamatan dapat lebih mudah diserap dan diingat oleh para siswa sebagai bagian dari perilaku mereka sehari-hari di lingkungan jalan raya.
Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan, menjelaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan bagian integral dari strategi edukasi preventif kepolisian dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas dari akar rumput. Beliau menekankan bahwa karakter disiplin tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan harus dipupuk secara berkelanjutan sejak usia dini. “Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak ini, kami ingin menanamkan pemahaman mendalam mengenai keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak agar kelak saat mereka dewasa, mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, sadar hukum, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain di jalan raya. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga,” ujar AKBP Nopta Histaris Suzan dalam keterangannya saat memantau jalannya kegiatan.

Kemeriahan acara semakin terasa saat sesi pengenalan tugas-tugas kepolisian dimulai. Para siswa diberikan kesempatan untuk melihat langsung sarana dan prasarana yang digunakan polisi lalu lintas dalam bertugas, yang bertujuan untuk membangun kedekatan emosional antara aparat dengan masyarakat sejak usia dini. Sesi tanya jawab yang diselingi dengan kuis interaktif juga memicu keberanian anak-anak untuk mengekspresikan diri dan rasa ingin tahu mereka. Dengan suasana yang penuh tawa dan kegembiraan, Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana edukasi mengenai aturan hukum tidak lagi terasa kaku atau membosankan bagi anak-anak.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, memberikan penegasan kuat mengenai urgensi dari program edukasi ini. Menurut beliau, memberikan pendidikan keselamatan lalu lintas kepada anak-anak merupakan bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya akan sangat dirasakan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat secara luas di kemudian hari. Kesadaran yang dibangun sejak dini diharapkan mampu secara signifikan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di masa mendatang, mengingat anak-anak adalah generasi penerus yang akan mendominasi penggunaan jalan raya di masa depan. “Edukasi kepada anak-anak sangatlah penting. Dengan mengenalkan disiplin berlalu lintas sejak dini, kita sedang membangun fondasi bagi masyarakat yang lebih patuh hukum dan lebih menghargai nyawa di jalanan,” tegas Kombes Pol. Jauhari.

Implementasi program Polsanak ini juga menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen Polri dalam menjalankan visi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) melalui pelayanan yang lebih humanis dan pembinaan masyarakat yang menyentuh seluruh lapisan. Selain bagi para siswa, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi para guru dan orang tua pendamping yang turut hadir, karena mereka secara tidak langsung diingatkan kembali untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka saat berkendara. Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan di wilayah Kota Tangerang, guna memastikan pesan keselamatan menjangkau setiap anak.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Polisi Sahabat Anak kali ini berlangsung sukses dengan antusiasme yang luar biasa. Para siswa TK Islam Gunung Jati tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru, tetapi juga membawa kesan positif bahwa polisi adalah teman yang siap membantu mereka. Dengan terus digulirkannya program-program edukatif seperti ini, Polres Metro Tangerang Kota optimis bahwa tantangan keselamatan lalu lintas di masa depan dapat dihadapi dengan lebih baik, melalui terciptanya masyarakat yang sadar akan pentingnya aturan sejak langkah pertama mereka mengenal dunia luar. Sinergi antara kepolisian, institusi pendidikan, dan orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab di jalan raya demi terwujudnya Indonesia yang tertib dan selamat.
Sumber : Humas Polres Metro Tangerang








