
JAKARTA, The Wasesa News – Komitmen pemerintah dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia dan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di pasar industri modern terus diakselerasi secara masif. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan pembukaan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2 dengan menyediakan kuota jumbo sebanyak 30 ribu peserta. Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban konkret negara atas tantangan bonus demografi guna mencetak angkatan kerja muda yang kompeten, disiplin, berdaya saing tinggi, serta siap terserap oleh dunia usaha maupun sektor wirausaha mandiri, Minggu (17/05/2026).

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran gelombang kedua ini akan dibuka secara serentak mulai tanggal 19 Mei hingga 9 Juni 2026 mendatang melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id. Program unggulan ini diprioritaskan bagi para lulusan baru setingkat SMA/SMK sederajat dan terbuka lebar untuk seluruh elemen masyarakat yang telah menginjak usia minimal 17 tahun. Syarat administrasi utama yang wajib dipenuhi oleh para calon pendaftar adalah telah memiliki akun valid yang terintegrasi pada platform ketenagakerjaan nasional, SIAPkerja.
Pemerintah menjamin seluruh rangkaian pelaksanaan program upskilling dan reskilling ini disediakan secara cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Manajemen kurikulum pelatihan dirancang secara khusus untuk membentuk ekosistem kerja yang profesional dengan mengedepankan aspek produktivitas, integritas, dan etos kerja yang kuat. Kemnaker mengajak seluruh angkatan kerja muda untuk bergerak taktis memanfaatkan momentum emas ini demi meningkatkan kompetensi personal di tengah ketatnya persaingan bursa kerja global saat ini.
Berdasarkan lini masa reguler yang dirilis Biro Humas Kemnaker, setelah masa pendaftaran ditutup, tahapan seleksi administrasi dan wawancara kompetensi akan dilaksanakan maraton pada 10 hingga 17 Juni 2026. Hasil kelulusan peserta akan diumumkan secara terbuka pada 18 Juni 2026, yang kemudian disusul dengan agenda kick off serta orientasi program pada 22 Juni 2026. Pelatihan vokasi berskala makro ini nantinya akan diselenggarakan secara simultan di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP), serta diperkuat oleh 13 Satuan Pelayanan (Satpel) dan UPTD jajaran Kemnaker di seluruh pelosok tanah air.
Keunggulan dari Batch 2 ini adalah melimpahnya fasilitas penunjang bagi para peserta yang dinyatakan lolos seleksi. Selain mendapatkan modul materi kelas terstandarisasi dan konsumsi makan siang gratis, para peserta juga akan diberikan stimulus berupa bantuan uang transportasi harian. Proteksi keselamatan kerja juga menjadi atensi utama pemerintah melalui pemberian perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM) yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Lebih jauh, para lulusan nantinya tidak hanya mengantongi sertifikat kelulusan internal dari pihak BPVP, melainkan juga akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi resmi berskala nasional yang diterbitkan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai modal kuat melamar pekerjaan. Pihak balai juga menyediakan fasilitas asrama gratis yang disesuaikan dengan kriteria khusus serta ketersediaan daya tampung di masing-masing wilayah operasional.
Sumber: Siaran Pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI








