
WALESI, The Wasesa News – Komitmen Tentara Nasional Indonesia dalam mengawal program strategis pemerintah sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah penugasan pedalaman terus diakselerasi secara nyata. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas) Yonif 521/DY melaksanakan kegiatan pendampingan intensif pemenuhan kebutuhan komoditas pangan untuk Program Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyasar langsung masyarakat asli Papua di wilayah Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (18/05/2026). Kehadiran prajurit TNI di tengah-tengah masyarakat perbatasan ini menjadi bukti otentik dari kemanunggalan yang tidak hanya berfokus pada stabilitas keamanan nasional, melainkan juga bertindak sebagai stimulator pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Melalui skema pendampingan teritorial yang terukur, para prajurit Satgas Yonif 521/DY turun langsung membantu masyarakat dalam memfasilitasi seluruh rantai pasok ketahanan pangan. Upaya tersebut meliputi pengawalan proses distribusi bahan makanan agar terhindar dari kendala geografis, modernisasi pengolahan hasil kebun lokal, hingga merangsang keterlibatan aktif warga dalam menyediakan bahan pangan segar demi menyuplai kebutuhan dapur umum program BGN. Intervensi taktis ini secara otomatis memotong rantai tengkulak sehingga hasil bumi masyarakat dihargai dengan nilai ekonomi yang jauh lebih layak dan menguntungkan bagi pendapatan rumah tangga setempat.

Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa penugasan pasukan baret hijau di bumi cenderawasih memikul tanggung jawab moral yang besar untuk mensukseskan program prioritas pusat yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Pembinaan teritorial harus diwujudkan melalui aksi konkret yang mampu mengubah potensi lahan menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Kami hadir di lapangan untuk memastikan bahwa seluruh program strategis pemerintah dapat berjalan dengan aman dan akseleratif, sekaligus memberikan dampak manfaat ekonomi langsung bagi warga lokal. Harapan besar kami, melalui sinergi ini, struktur perekonomian masyarakat di Distrik Walesi dapat terus meningkat pesat dan memberikan motivasi kuat agar masyarakat semakin mandiri serta produktif. Lebih jauh dari itu, kami ingin hubungan kekeluargaan yang humanis antara prajurit Satgas dan warga asli Papua terjalin semakin erat dan tak terpisahkan,” ujar Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata secara tegas.

Respons emosional dan apresiasi tinggi langsung datang dari pemuka adat serta masyarakat Distrik Walesi yang menyambut baik kehadiran aktif personel militer tersebut. Warga menilai Satgas Yonif 521/DY sangat responsif dalam memecahkan berbagai kesulitan logistik di lapangan sekaligus membuka ruang pasar baru bagi komoditas pertanian lokal. Dengan memanfaatkan hasil bumi asli daerah seperti sayur-sayuran hijau, umbi-umbian, dan buah-buahan segar, masyarakat kini memiliki kepastian pasar terstruktur yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara signifikan.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi, Korps Prajurit Macan Kumbang Yonif 521/DY berkomitmen penuh untuk terus memberikan kontribusi positif di garis depan pertahanan. Langkah ini dilakukan demi terciptanya stabilitas wilayah Papua Pegunungan yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus menjadi motor penggerak utama terciptanya kedaulatan serta ketahanan pangan nasional di wilayah penugasan.
Sumber: Laporan Teritorial Penerangan Satgas Yonif 521/DY Macan Kumbang








