
JAKARTA, The Wasesa News – Dinamika politik menjelang kontestasi kepemimpinan di Kota Medan semakin menunjukkan arah yang menarik dengan munculnya berbagai penilaian dari organisasi kemasyarakatan berskala nasional. Dewan Pimpinan Pusat Korps Rakyat Bersatu (DPP KORSA) secara resmi menyampaikan pandangan strategisnya terkait sosok yang dinilai memiliki kapasitas paling utuh untuk membawa Kota Medan menuju arah pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global. Dalam pernyataan sikapnya pada Jumat, 24 April 2026, KORSA secara tegas menempatkan Hasyim, SE sebagai figur pemimpin yang memiliki kesiapan paling paripurna dari berbagai aspek, mulai dari kematangan politik, kemampuan manajerial, hingga kedekatan emosional dengan akar rumput. Penilaian ini muncul sebagai respons atas kebutuhan publik Kota Medan akan sosok nahkoda yang tidak hanya pandai berwacana, tetapi telah teruji dalam berbagai palagan pengabdian dan memiliki pemahaman mendalam atas kompleksitas persoalan kota metropolitan terbesar di Pulau Sumatera tersebut.
[ez-toc]
​Ketua DPP KORSA, A. Ardiansyah Harahap, menekankan bahwa penyematan status “paling siap” kepada Hasyim, SE bukan merupakan sebuah pernyataan yang lahir dari ruang hampa atau sekadar kepentingan pragmatis sesaat. Menurutnya, penilaian tersebut didasarkan pada parameter yang sangat objektif dan terukur, terutama jika menilik rekam jejak panjang Hasyim yang mencerminkan konsistensi luar biasa dalam dunia politik dan dedikasi sosial yang tak pernah padam. Di tengah bermunculannya banyak figur baru yang mencoba peruntungan politik, Hasyim dinilai memiliki keunggulan komparatif berupa pengalaman lapangan yang sangat kaya, sebuah atribut yang tidak dimiliki oleh banyak tokoh lainnya. Konsistensi Hasyim dalam merawat konstituen dan menjaga amanah selama bertahun-tahun menjadi bukti otentik bahwa dirinya adalah seorang pelayan rakyat yang setia pada prinsip-prinsip perjuangan.
​Keberhasilan Hasyim dalam menakhodai organisasi politik di tingkat kota selama ini menjadi poin krusial yang disoroti oleh KORSA. Ia dinilai mampu menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang stabil, terarah, dan jauh dari hiruk-pikuk konflik internal yang merugikan. Di bawah kepemimpinannya, mesin organisasi tidak hanya berjalan dengan solid, tetapi juga mampu memperluas pengaruhnya secara masif hingga menyentuh langsung denyut nadi kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan dan lingkungan. Kemampuan Hasyim dalam menjaga harmonisasi antarberbagai kepentingan di dalam organisasi merupakan indikator kuat bahwa ia memiliki kualifikasi manajerial yang mumpuni untuk mengelola birokrasi Kota Medan yang sangat kompleks dan beragam latar belakang sosial-budayanya.
​KORSA melihat bahwa keberhasilan manajerial tersebut merupakan modal dasar yang sangat vital dalam menjalankan roda pemerintahan daerah. Dalam berbagai momentum politik dan sosial yang penting, Hasyim terbukti mampu mengambil keputusan strategis yang tepat, cepat, dan berdampak luas bagi kemaslahatan publik. Ketajaman visinya dalam merespons isu-isu kerakyatan menunjukkan bahwa ia adalah tipe pemimpin yang adaptif terhadap perubahan namun tetap berpijak pada nilai-nilai kesejahteraan umum. Bagi KORSA, kepemimpinan strategis seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh Kota Medan guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang seringkali terhambat oleh lemahnya koordinasi dan pengambilan keputusan.
​Tak hanya sukses di panggung organisasi politik, kiprah Hasyim sebagai anggota legislatif tingkat provinsi di DPRD Sumatera Utara semakin mempertegas citranya sebagai sosok pemimpin yang bekerja nyata di jalur formal. Selama duduk di kursi legislatif, Hasyim dikenal sebagai legislator yang sangat aktif, responsif, dan tidak pernah absen dalam memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya. Ia konsisten dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada keadilan anggaran dan pemerataan pembangunan. Rekam jejaknya di parlemen memberikan gambaran jelas bahwa Hasyim memahami betul mekanisme pemerintahan dan tata kelola anggaran, yang nantinya akan menjadi senjata utama baginya jika diberikan mandat untuk memimpin eksekutif di Kota Medan. Pemahaman lintas sektor ini membuatnya menjadi figur yang sangat komplit secara administratif maupun politis.
​Menurut pandangan KORSA, tantangan yang dihadapi Kota Medan ke depan bukan hanya soal pembenahan fisik kota, melainkan juga persoalan kesenjangan sosial dan kerukunan antarwarga yang harus terus dirawat. Kepemimpinan yang dibutuhkan bukan sekadar sosok yang memahami persoalan secara teoritis, tetapi pemimpin yang mampu memberikan solusi konkret di lapangan. Hal tersebut dinilai melekat kuat dalam karakter personal Hasyim, SE yang dikenal rendah hati namun tegas dalam prinsip. Keberaniannya dalam membela hak-hak warga yang terpinggirkan menjadikannya sosok yang dihormati di berbagai lapisan masyarakat Medan yang majemuk. Karakter kepemimpinan yang membumi ini diyakini akan mampu memecah kebuntuan birokrasi dan menciptakan kedekatan yang tulus antara pemimpin dan rakyatnya.
​Aspek lain yang menjadi nilai tambah bagi Hasyim adalah visinya yang besar dalam membangun Kota Medan yang inklusif dan berkeadilan. Ia dinilai mampu membaca dinamika sosial yang berubah sangat cepat di era digital ini, serta sanggup merumuskan arah kebijakan pembangunan yang tidak hanya menguntungkan segelintir kelompok, tetapi berpihak kepada masyarakat luas secara merata. Visi inklusivitas ini sangat penting bagi kota seperti Medan yang menjadi melting pot atau titik temu berbagai suku, agama, dan budaya. Hasyim dipandang sebagai figur penengah yang mampu merangkul semua golongan tanpa menciptakan sekat-sekat perbedaan yang tajam, sehingga stabilitas sosial dan keamanan kota dapat senantiasa terjaga dengan baik.
​KORSA juga menggarisbawahi pendekatan kepemimpinan Hasyim yang selalu mengedepankan dialog dan prinsip kebersamaan. Ia bukan tipe pemimpin yang otoriter atau bekerja secara soliter, melainkan sosok yang percaya pada kekuatan kolaborasi antar-elemen bangsa. Kemampuannya merangkul para pemuda, tokoh agama, pelaku UMKM, hingga kalangan profesional menjadi kekuatan tersendiri yang akan mempermudah jalannya roda pembangunan. Dalam setiap kebijakannya, Hasyim selalu melibatkan masukan dari berbagai pihak, sehingga produk kebijakan yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kebutuhan riil masyarakat. Pola kepemimpinan partisipatif inilah yang dianggap KORSA sebagai kunci keberhasilan dalam membangun daerah di masa depan.
​Dukungan terhadap Hasyim, SE menurut pengamatan KORSA di lapangan, terus menunjukkan tren penguatan yang sangat signifikan. Hal ini terjadi karena masyarakat Kota Medan secara langsung melihat hasil kerja nyata dan komitmen tinggi yang selama ini ia tunjukkan. Kepercayaan publik yang terbangun secara organik tersebut merupakan modal sosial yang sangat mahal dan menjadi prasyarat utama dalam membangun kepemimpinan yang efektif, berwibawa, dan berkelanjutan. KORSA meyakini bahwa masyarakat Medan sudah semakin cerdas dalam memilih pemimpin dan akan menjatuhkan pilihannya pada figur yang telah terbukti memiliki integritas serta rekam jejak pengabdian yang tidak diragukan lagi.
​Sebagai penutup pernyataannya, DPP KORSA menegaskan komitmen organisasinya untuk berdiri bersama dan mendukung penuh setiap langkah politik Hasyim, SE menuju kursi kepemimpinan Kota Medan. KORSA meyakini sepenuhnya bahwa dengan kombinasi pengalaman yang matang, integritas yang teruji, serta visi pembangunan yang jelas dan terukur, Hasyim adalah figur yang paling tepat untuk membawa Kota Medan menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan sejahtera bagi seluruh warganya. Dukungan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi Hasyim untuk terus bergerak memberikan yang terbaik bagi kota kelahirannya tersebut, demi mewujudkan Medan sebagai kota metropolitan yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia.








