
WEDA, The Wasesa News.com – Sebuah babak baru dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Halmahera Tengah resmi dimulai melalui langkah strategis yang diambil oleh pimpinan daerah. Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., memberikan mandat penuh kepada Mochsin Ibrahim, S.Pd, M.Pd, untuk memimpin Dinas Pendidikan dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta Administrator yang berlangsung khidmat pada Rabu (06/05/2026). Bertempat di Aula Kantor Bupati Salahuddin bin Talabudin, Mochsin Ibrahim resmi mengemban tugas baru berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 821.2/Kep/267/2026. Penunjukan sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini dipandang sebagai upaya “kembali ke khittah” bagi Mochsin, mengingat latar belakang pendidikannya yang sangat linear di dunia keguruan dan kependidikan, guna memberikan napas segar bagi dunia sekolah di Halmahera Tengah.
[ez-toc]
Prosesi sakral yang diikuti oleh 13 pejabat lainnya ini menegaskan arah kebijakan Bupati dalam memperkuat struktur birokrasi yang lebih teknokratis dan responsif terhadap kebutuhan dasar rakyat. Pemilihan Mochsin Ibrahim di sektor pendidikan bukan tanpa alasan; rekam jejak kepemimpinannya yang energik saat menata sektor olahraga diharapkan dapat ditularkan ke dalam ekosistem pendidikan yang lebih luas. Bupati Ikram dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan pendidikan di masa depan tidak lagi hanya sekadar pemenuhan infrastruktur fisik, melainkan bagaimana menciptakan sistem pengajaran yang mampu melahirkan generasi emas yang berintegritas dan siap bersaing di kancah global. Oleh karena itu, pelantikan ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan sistem distribusi guru, peningkatan kesejahteraan tenaga honorer, hingga pembenahan literasi siswa yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Dalam pengarahannya yang tegas, Bupati Ikram Malan Sangadji mengingatkan bahwa jabatan pimpinan di Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap nasib ribuan anak didik di seluruh Halmahera Tengah. Bupati tidak ingin birokrasi pendidikan terjebak dalam rutinitas administratif yang kaku, melainkan harus hadir memberikan solusi bagi kendala-kendala yang dialami sekolah di pelosok desa. “Pendidikan adalah investasi paling mahal bagi daerah ini. Saya percayakan amanah ini kepada pejabat yang baru dilantik karena saya meyakini pengalamannya mampu membawa perubahan signifikan. Saya instruksikan agar segera bangun koordinasi yang kuat, tingkatkan disiplin ASN di lingkungan sekolah, dan pastikan tidak ada anak di Halmahera Tengah yang putus sekolah karena kendala biaya atau fasilitas,” tegas Bupati Ikram di hadapan para hadirin.
Mochsin Ibrahim, S.Pd, M.Pd, usai menjalani prosesi pengambilan sumpah, menyatakan kesiapan lahir dan batin untuk menerjemahkan visi besar Bupati ke dalam program kerja nyata. Baginya, tugas di Dinas Pendidikan adalah sebuah panggilan jiwa untuk kembali memajukan dunia kependidikan yang menjadi akar keilmuannya. Mochsin menegaskan bahwa langkah pertamanya adalah membangun budaya kerja yang profesional dan penuh integritas di internal dinas. “Saya sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama yang solid dari seluruh ASN di Dinas Pendidikan. Kita harus berkolaborasi untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan memiliki integritas tinggi. Potensi putra-putri daerah di Halmahera Tengah sangat luar biasa, dan kita berkewajiban mengembangkan potensi tersebut melalui sistem pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Mochsin penuh optimisme.
Lebih lanjut, ia juga menyelipkan pesan khusus bagi keluarga besar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang ditinggalkannya. Ia mengajak seluruh jajaran di Dispora untuk tetap konsisten menjaga profesionalisme di bawah pimpinan yang baru. Baginya, pemisahan jabatan tidak berarti memutus kerja sama, karena pengembangan bakat siswa dalam dunia olahraga juga bermuara dari dunia pendidikan. Fokus Mochsin kini tertuju pada pemutakhiran data pendidikan dan optimalisasi anggaran agar tepat sasaran, terutama bagi pengembangan kapasitas guru-guru di daerah terpencil yang menjadi ujung tombak perubahan di Halmahera Tengah.
Kehadiran Mochsin Ibrahim sebagai nakhoda baru di Dinas Pendidikan diharapkan mampu menjawab keresahan publik terkait mutu lulusan dan daya saing daerah. Dengan gaya kepemimpinan yang komunikatif dan latar belakang pendidikan yang kuat, transisi kepemimpinan ini diproyeksikan akan membawa dampak positif yang instan terhadap moral kerja tenaga pendidik. Masyarakat Halmahera Tengah kini menaruh harapan besar di pundak Mochsin agar pendidikan di Bumi Fagogoru tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi benar-benar mampu mencetak manusia-manusia unggul yang memiliki karakter kuat serta integritas tinggi demi kemajuan Halmahera Tengah di masa depan.








