
HALMAHERA TENGAH, The Wasesa News – Dukungan moral dan spiritual terhadap kesuksesan gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XI Tingkat Kabupaten Halmahera Tengah terus mengalir deras dari berbagai tokoh otoritas keagamaan di Provinsi Maluku Utara. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Tengah, H. Nurhalis Abubakar, hadir secara langsung guna mengawal dan menyaksikan kemegahan upacara pembukaan festival membumikan Al-Qur’an tersebut yang dipusatkan di lapangan utama Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu malam (16/05/2026).
Kehadiran sosok ulama dan birokrat keagamaan di panggung utama astaka ini memberikan bobot tersendiri bagi jalannya perhelatan yang dibuka langsung oleh jajaran Pemerintah Daerah bersama Forkopimda Halmahera Tengah tersebut. H. Nurhalis Abubakar, yang dalam kesempatan ini juga bertindak dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Halmahera Tengah, memandang bahwa pelaksanaan MTQ Ke-XI di Kecamatan Patani Barat ini merupakan momentum emas untuk melakukan konsolidasi spiritual secara masif di tingkat akar rumput masyarakat pesisir.
Di sela-sela kekhidmatan acara malam pembukaan, H. Nurhalis Abubakar menggarisbawahi bahwa lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema di tengah masyarakat bukan sekadar perlombaan estetika vokal semata. Menurutnya, MTQ telah berevolusi menjadi sebuah tradisi luhur yang melekat kuat dalam kultur sosiologis bangsa Indonesia. Event ini memegang peranan yang sangat efektif sebagai media dakwah kontemporer sekaligus instrumen syiar keagamaan yang mampu menyentuh berbagai lapisan sosial demi memperkokoh keimanan publik.
Lebih lanjut, tokoh sentral beringin Nahdliyin Halmahera Tengah ini menyuarakan pandangan visionernya terkait korelasi antara nilai-nilai Al-Qur’an dengan masa depan daerah. Beliau menegaskan bahwa MTQ memiliki dimensi makna yang sangat strategis dalam menyokong program pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan religius. Intervensi spiritual melalui kecintaan terhadap kitab suci dinilai menjadi benteng pertahanan moral yang paling kokoh bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan modernisasi yang kian kompleks.
“MTQ ini harus kita posisikan sebagai sarana paling penting untuk menumbuhkan kembali kesadaran spiritual yang mendalam tentang ajaran suci Al-Qur’an sebagai dasar fundamental dalam pembangunan kepribadian umat Muslim. Melalui momentum di Desa Banemo ini, kita tidak hanya mencari qari dan qariah terbaik, melainkan sedang mempererat kebersamaan dan membangun kembali nilai-nilai Islami yang kokoh di atas tanah Bumi Fagogoru yang sangat kita cintai ini,” tegas H. Nurhalis Abubakar dengan penuh optimisme saat menutup perbincangannya.
Sumber: Kantor Kementerian Agama & PCNU Halmahera Tengah





