
HALMAHERA TENGAH, The Wasesa News – Semangat persaudaraan dan upaya merawat akar budaya leluhur di tanah perantauan terus dijaga dengan kokoh oleh masyarakat asal Kepulauan Sula. Keluarga besar Sula yang berdomisili di sepanjang daratan Patani menyelenggarakan kegiatan silaturahmi akbar yang disandingkan dengan tradisi sakral Malomkub. Acara kemasyarakatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kental dengan nuansa kekeluargaan ini dipusatkan langsung di Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, serta dimeriahkan dengan tradisi unik Goyang Arisan Keluarga, Minggu (17/05/2026).

Langkah pelestarian budaya ini menjadi sebuah momentum krusial untuk menyatukan kembali seluruh ikatan emosional masyarakat rantau Sula yang tersebar mulai dari wilayah Patani Barat hingga ujung Patani Timur. Dalam kesempatan istimewa tersebut, salah satu tokoh adat yang juga orang tertua di daratan Patani, Abdullah Koroy, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi tinggi kepada seluruh anak cucu dan kerabat keluarga besar Sula yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyukseskan perhelatan suci kebersamaan ini.
Ia mengingatkan bahwa hidup di negeri orang menuntut solidaritas sosial yang tinggi di antara sesama perantau agar tidak mudah terpecah belah oleh dinamika zaman. “Saya harapkan kepada Basudara dong semua untuk selalu menjaga erat tali silaturahmi ini. Kita harus saling berbagi, saling menopang, dan saling membantu, baik pada saat suka maupun duka di negeri orang, yang mana saat ini kita hidup jauh dari sanak saudara maupun keluarga kandung yang ada di Pulau Sula,” ungkap Abdullah Koroy dengan nada haru di hadapan ratusan pasang mata keluarga besar.

Agenda kebudayaan dan sosial ini pun langsung memicu respons emosional dan mendapat tanggapan yang sangat positif dari seluruh komunitas keluarga Sula di daratan Patani. Antusiasme warga terlihat dari penuhnya lokasi acara oleh lintas generasi, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak. Kehadiran tradisi Goyang Arisan di sela-sela acara formal juga berhasil mencairkan suasana, menghadirkan tawa, sekaligus mempererat hubungan batin antaranggota kumpulan keluarga agar semakin solid dan harmonis.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan tokoh perempuan Sula di Patani, Nurlina, turut menyampaikan pandangan positif dan harapan mendalam agar nilai-nilai silaturahmi ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan. Melalui momentum kultural seperti inilah, warga rantau bisa saling mengenal lebih dekat latar belakang silsilah dan asal-usul kampung halaman mereka masing-masing yang berada di Kepulauan Sula.

”Melalui wadah seperti ini, kita yang tadinya belum saling kenal menjadi tahu asal Sula kita dari kampung mana saja. Lebih dari itu, di tempat ini kita juga bisa memetik hikmat dan mendengarkan petuah, nasihat, serta bimbingan moral langsung dari orang yang dianggap paling tua di dalam kumpulan keluarga Sula ini, sehingga kita memiliki pegangan hidup yang baik selama merantau di bumi Patani,” pungkas Nurlina menutup jalannya kegiatan dengan senyum merekah.
Sumber: Liputan Langsung Kaperwil Malut Seremonial Adat Keluarga Besar Sula Patani Utara








