
SOFIFI, The Wasesa News – Wabup Ahlan Djumadil terus memperkuat koordinasi lintas sektoral guna memastikan stabilitas ekonomi makro dan ketahanan pangan di wilayah Bumi Fagogoru tetap terjaga, terutama menjelang momentum krusial hari besar keagamaan. Pada Jumat (08/05/2026), Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, secara resmi menghadiri agenda bergengsi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Maluku Utara. Pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini menjadi wadah krusial bagi para pemimpin daerah untuk membedah perkembangan inflasi terkini serta merumuskan rekomendasi kebijakan strategis dalam rangka mengantisipasi gejolak harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah. Kehadiran Wakil Bupati Ahlan Djumadil dalam forum ini menegaskan posisi tawar Halmahera Tengah dalam menjaga ritme pertumbuhan ekonomi yang sehat di tengah dinamika pasar global dan domestik yang fluktuatif.

[ez-toc]

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Bupati Ahlan Djumadil tidak datang sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat teknis yang memegang peranan vital dalam struktur ekonomi daerah, di antaranya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Halmahera Tengah. Kehadiran tim teknis yang lengkap ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi data dan kebijakan secara langsung dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi, sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut dapat langsung diimplementasikan dalam program kerja nyata di Kabupaten Halmahera Tengah. Fokus utama pembahasan mencakup langkah-langkah preventif untuk meredam potensi lonjakan harga komoditas pangan yang kerap menjadi pemicu utama inflasi saat permintaan masyarakat meningkat tajam.
Berdasarkan analisis data historis yang dipaparkan dalam forum tersebut, tekanan inflasi di Maluku Utara pada periode HBKN Idul Adha sepanjang tahun 2023 hingga 2025 menjadi poin perhatian yang sangat penting. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, periode menjelang Idul Adha secara konsisten menunjukkan pola peningkatan permintaan bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya yang berdampak signifikan pada pergerakan harga sejumlah komoditas kunci seperti beras, cabai, bawang, dan daging hewan kurban. Wakil Bupati Ahlan Djumadil mencermati bahwa pola musiman ini harus diantisipasi dengan manajemen stok yang lebih baik dan rantai distribusi yang efisien. Oleh karena itu, TPID Halmahera Tengah didorong untuk melakukan intervensi pasar yang lebih cepat melalui operasi pasar murah dan penguatan kerja sama antar-daerah penghasil guna memastikan pasokan barang tetap terjaga di pasar-pasar lokal.
Selain isu pengendalian inflasi, High Level Meeting ini juga secara mendalam membahas mengenai percepatan realisasi program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Sebagai bagian dari TP2DD, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi transaksi di sektor publik, mulai dari tata kelola keuangan daerah hingga sistem pembayaran pajak dan retribusi secara nontunai. Ahlan Djumadil menilai bahwa percepatan digitalisasi bukan hanya soal modernisasi teknologi, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan transaksi yang terdigitalisasi secara penuh, kebocoran pendapatan daerah dapat diminimalisir dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat serta terukur.
Melalui kegiatan strategis ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap dapat menjalin sinergi yang semakin kuat dan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perbankan dan otoritas moneter. Stabilitas harga di tingkat konsumen menjadi target utama agar daya beli masyarakat Halmahera Tengah tidak tergerus oleh kenaikan harga yang tidak terkendali. Wakil Bupati menekankan bahwa pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah adalah dua sisi mata uang yang saling mendukung dalam menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang resilien. Dengan langkah-langkah koordinatif yang matang, Pemerintah Daerah optimis dapat menyambut Idul Adha tahun ini dengan kondisi ekonomi yang stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dirisaukan oleh beban biaya hidup yang melambung tinggi.
Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan penyusunan peta jalan (roadmap) pengendalian inflasi yang akan menjadi acuan bagi seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara. Wakil Bupati Ahlan Djumadil memastikan bahwa Halmahera Tengah akan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program-program strategis tersebut demi mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan di Bumi Fagogoru. Komitmen ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan dan memperkuat posisi Maluku Utara sebagai salah satu penopang ekonomi penting di wilayah timur Indonesia.








