
WEDA UTARA, The Wasesa News – Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi sektor pertanian skala mikro terus digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Sebagai langkah nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga, Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, terjun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan moril kepada para penggerak pertanian di tingkat akar rumput. Didampingi oleh Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan jajaran pemerintah setempat, orang nomor satu di Bumi Fagogoru tersebut berpartisipasi aktif bersama kelompok ibu-ibu kreatif dalam kegiatan panen cabai yang dipusatkan di kebun percontohan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Weda Utara. Kehadiran pimpinan daerah di tengah kebun tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud apresiasi terhadap dedikasi kaum perempuan dalam menjaga stabilitas pangan dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
[ez-toc]

Kegiatan yang berlangsung di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara ini, merupakan bagian dari program besar bertajuk “Gerakan Petani Pekarangan TP-PKK Weda Utara”. Inisiatif ini dirancang sebagai solusi strategis untuk mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini sering terabaikan. Di bawah arahan Camat Weda Utara dan kolaborasi dengan Kopasgat sebagai pendamping wilayah, gerakan ini telah berhasil menyulap lahan-lahan kosong di sekitar pemukiman warga menjadi kebun produktif yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomis tinggi, seperti cabai rawit yang saat ini menjadi salah satu pemicu inflasi daerah jika ketersediaannya tidak terjaga.
Bupati Ikram Malan Sangadji dalam kesempatan tersebut tidak canggung untuk memetik langsung buah cabai yang siap panen bersama para ibu-ibu PKK. Ia menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam terhadap semangat dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh para “Ibu-Ibu Hebat” di Weda Utara. Menurutnya, kegigihan mereka dalam mengelola kebun percontohan ini menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat Halmahera Tengah, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu. Ikram menilai bahwa peran perempuan dalam sektor pertanian pekarangan memiliki dampak ganda, yakni terpenuhinya asupan gizi keluarga dan terciptanya peluang pendapatan tambahan bagi rumah tangga.
”Semangat dan kebersamaan ibu-ibu luar biasa ini benar-benar menjadi inspirasi bagi kita semua. Saya sangat bangga melihat bagaimana lahan pekarangan di Desa Sagea ini dikelola dengan begitu produktif. Gerakan Petani Pekarangan bukan sekadar program menanam, tapi ini adalah gerakan kemandirian. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkembang luas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Weda Utara,” ujar Ikram Malan Sangadji dengan penuh antusias di tengah suasana panen.
Lebih lanjut, Ikram menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan terus memberikan dukungan terhadap inisiatif-inisiatif kreatif yang lahir dari masyarakat. Program seperti ini dinilai sangat sejalan dengan visi besar pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi melalui kedaulatan pangan lokal. Dengan memproduksi bahan pangan sendiri di pekarangan rumah, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan barang dari luar daerah dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada stabilitas harga pasar di wilayah Weda Utara dan sekitarnya, yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat seiring dengan berkembangnya sektor industri di Halmahera Tengah.
Dalam dialog hangat bersama warga pasca-panen, Ikram juga menaruh harapan besar kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum ibu di Kecamatan Weda Utara, agar tidak pernah patah semangat dalam bertani. Ia mengajak masyarakat untuk melihat pertanian bukan lagi sebagai pekerjaan sampingan yang melelahkan, melainkan sebagai sebuah peluang ekonomi yang menjanjikan keuntungan nyata bagi daerah. Dengan adanya semangat bertani yang masif, perputaran ekonomi di tingkat desa akan semakin kencang, yang pada akhirnya akan mendongkrak pendapatan domestik bruto daerah secara keseluruhan.
”Saya berharap kepada masyarakat, terutama ibu-ibu di Kecamatan Weda Utara, harus punya semangat tinggi untuk terus bertani. Jangan biarkan ada lahan tidur di sekitar kita. Jika semua rumah tangga memiliki tanaman produktif, maka ekonomi daerah akan semakin kokoh. Kita harus menjadi tuan di negeri sendiri dengan menghasilkan pangan sendiri. Inilah cara kita mendapatkan keuntungan bagi daerah dan kesejahteraan bagi keluarga,” tegas Ikram Malan Sangadji menutup arahannya.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Ahlan Djumadil juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif TP-PKK dalam Gerakan Petani Pekarangan menunjukkan bahwa organisasi kewanitaan memiliki peran sentral dalam pembangunan daerah. Keberhasilan kebun percontohan di Desa Sagea ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di seluruh wilayah Halmahera Tengah. Dukungan dari Camat Weda Utara dan unsur TNI (Kopasgat) di lapangan juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama kesuksesan program-program kerakyatan.
Kegiatan panen raya cabai ini berakhir dengan suasana kekeluargaan yang kental. Produk hasil panen tersebut nantinya akan didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi warga dan sebagian lagi dipasarkan untuk menjadi modal pengembangan kebun selanjutnya. Langkah konsisten yang ditunjukkan oleh Bupati Ikram Malan Sangadji di Weda Utara ini diharapkan menjadi pematik bagi seluruh warga Halmahera Tengah untuk lebih mencintai sektor pertanian sebagai fondasi utama kemandirian bangsa di masa depan. Melalui Gerakan Petani Pekarangan, Halmahera Tengah optimistis dapat mewujudkan tatanan ekonomi yang kuat, di mana ketahanan pangan bukan lagi sebuah ancaman, melainkan sebuah peluang emas yang memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.
Keberhasilan di Desa Sagea hari ini menjadi catatan penting dalam perjalanan pembangunan di bawah kepemimpinan Ikram Malan Sangadji. Dengan menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan rakyat, yakni pangan dan ekonomi rumah tangga, pemerintah daerah telah menunjukkan arah pembangunan yang tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan menuju Halmahera Tengah yang lebih sejahtera.
Sumber: Humas Pemkab Halteng








