HUT Kepulauan Sula ke-23: Panitia Gelar Berbagai Lomba Meriah. - thewasesanees.com

Panitia HUT Kabupaten Kepulauan Sula ke-23 Gelar Rangkaian Perlombaan Rakyat dan Budaya untuk Pererat Silaturahmi

​“Sebuah kabupaten tumbuh bukan hanya dari pembangunan infrastrukturnya, melainkan dari tawa rakyatnya yang bersatu dalam perayaan budaya. Di Kepulauan Sula, peringatan HUT ke-23 adalah panggung di mana tradisi, kreativitas, dan persaudaraan bertemu dalam satu detak jantung pengabdian bagi daerah.” — Redaksi Wasesa News.

SANANA, The Wasesa News– Momentum bersejarah bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula kembali bergulir dengan penuh kemeriahan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Sula yang ke-23 pada tahun 2026 ini. Sebagai bentuk syukur dan upaya mempererat tali persaudaraan antarwarga, Panitia Pelaksana HUT Kabupaten secara resmi mengumumkan rangkaian berbagai jenis perlombaan yang melibatkan tingkat anak sekolah hingga masyarakat umum. Koordinator Seksi Perlombaan, Maulana Usia, dalam keterangannya kepada sejumlah awak media pada Jumat pagi (08/05/2026), membenarkan bahwa perhelatan tahunan ini akan dikemas dengan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan kental akan nilai-nilai kearifan lokal. Penyelenggaraan lomba-lomba ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, namun juga sebagai ruang ekspresi bagi bakat-bakat lokal sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah kelahiran di Bumi Kepulauan Sula.

​Maulana Usia menjelaskan bahwa panitia telah menyusun daftar perlombaan yang sangat variatif untuk memastikan semua elemen masyarakat, mulai dari anak-anak usia dini hingga pimpinan instansi pemerintah, dapat berpartisipasi aktif. Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, setidaknya terdapat sembilan jenis mata lomba utama yang akan dipertandingkan. Di sektor pendidikan dan kedisiplinan, terdapat Lomba Gerak Jalan yang dikategorikan untuk tingkat SD sederajat dan SMP sederajat. Sementara itu, untuk kategori seni dan budaya, panitia menghadirkan Lomba Poco-Poco tingkat umum, Lomba Penabuh Rebana Ronggeng Gala yang sarat akan tradisi, serta Karnaval Budaya tingkat TK/PAUD yang akan menampilkan kemegahan pakaian adat nusantara. Tak ketinggalan, perlombaan yang bersifat hiburan rakyat seperti Lari Karung putra dan putri, Tarik Tambang, hingga Lomba Mewarnai bagi tunas bangsa tingkat TK/PAUD juga dipastikan akan menambah semarak perayaan tahun ini. Menariknya, terdapat lomba unik yakni Lomba Masak antar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mewajibkan para pimpinan pria untuk beradu keahlian di dapur.

​Untuk menjaga sportivitas dan keteraturan acara, panitia telah menetapkan syarat-syarat yang cukup detail bagi para calon peserta. Pada Lomba Gerak Jalan, setiap tim diwajibkan terdiri dari 16 orang dengan seragam sekolah atau pramuka yang rapi, serta diberikan kebebasan melakukan variasi barisan pada pos-pos tertentu. Di sektor hiburan, Lomba Poco-Poco mensyaratkan peserta minimal berusia 17 tahun ke atas dengan durasi lagu maksimal 10 menit menggunakan versi Toton Karibo “Ambon Manise”. Bagi para pelestari tradisi, Lomba Penabuh Rebana Ronggeng Gala mewajibkan penggunaan seragam semi adat atau batik sebagai identitas budaya. Khusus untuk Lomba Mewarnai, panitia menegaskan bahwa meski peralatan gambar disediakan, peserta wajib membawa meja gambar dan alas duduk sendiri demi kenyamanan saat berkompetisi di arena.

​Satu kategori yang diprediksi akan menyedot perhatian publik adalah Lomba Memasak Antar Pimpinan OPD. Kriteria lomba ini secara spesifik mewajibkan peserta adalah pimpinan laki-laki, yang bertujuan untuk memperlihatkan sisi humanis dan kekompakan para pejabat di luar tugas kedinasan. Jika pimpinan OPD berhalangan atau berjenis kelamin perempuan, maka dapat diwakilkan oleh suami atau pejabat pria di instansi tersebut. Sementara itu, untuk Lomba Karnaval Budaya TK/PAUD, para siswa akan tampil berpasangan menggunakan mobil hias dengan mengenakan pakaian adat daerah maupun nasional, yang merupakan simbol dari keragaman budaya yang menyatukan masyarakat Kepulauan Sula. Penilaian akan difokuskan pada kreativitas, kesesuaian kostum, dan estetika mobil hias yang ditampilkan sepanjang rute karnaval.

​Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri atau instansinya, panitia secara resmi membuka pendaftaran mulai tanggal 08 hingga 12 Mei 2026. Seluruh proses pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat dilakukan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kepulauan Sula yang berlokasi di Jalan Jenderal Besar Soeharto, Desa Fogi (Kawasan Tugu Adipura). Selain itu, panitia juga telah menunjuk sejumlah narahubung resmi yang dapat dihubungi secara langsung, yakni Idham Buamona, Surdi Djainahu, Samsul Fokaaya, dan Salasa Leib. Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia dijadwalkan akan menggelar pertemuan teknis atau technical meeting pada tanggal 14 Mei 2026 pukul 09.00 WIT guna membahas detail aturan main dan undian nomor urut peserta.

​Maulana Usia berharap melalui perayaan HUT ke-23 ini, semangat gotong royong dan kebersamaan di Kepulauan Sula semakin kokoh. Beliau mengajak seluruh warga untuk menyukseskan agenda ini dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Perayaan ulang tahun kabupaten ini bukan sekadar seremoni angka, melainkan refleksi perjalanan 23 tahun pembangunan daerah yang harus dirayakan oleh seluruh rakyat Sula dengan penuh kegembiraan. Dengan persiapan yang matang dari pihak panitia, diharapkan seluruh rangkaian lomba dapat berjalan lancar dan menjadi kenangan indah bagi masyarakat dalam merayakan hari jadi daerah yang mereka cintai.

Tomi Umarama
Tomi Umarama
Articles: 67

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!