Warga Desa Minaluli Sula Protes Pj Kades Malas Ngantor & Lampu Mati. - thewasesanews.com

Minaluli Berubah “Gelap Gulita”: Warga Kecam Kinerja Pj Kades yang Jarang Ngantor dan Desak Bupati Sula Lakukan Evaluasi Total

​“Pemimpin adalah lentera bagi rakyatnya. Ketika kepala desa jarang berkantor dan lampu jalan dibiarkan mati, desa bukan hanya kehilangan cahaya secara fisik, tetapi juga kehilangan arah dalam pembangunan. Bupati Sula harus segera bertindak sebelum Minaluli benar-benar tenggelam dalam kegelapan administrasi.” — Redaksi Wasesa News.

KEPULAUAN SULA, The Wasesa News – Kondisi Desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, kini tengah menjadi sorotan tajam dan buah bibir hangat di jagat maya, khususnya di platform grup WhatsApp warga setempat. Desa yang seharusnya menjadi etalase karena statusnya sebagai desa transit bagi empat desa lainnya menuju Ibu Kota Kecamatan Falabisahaya, kini justru dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan akibat fasilitas publik yang terbengkalai dan lemahnya kehadiran pimpinan desa di tengah masyarakat, Kamis (14/05/2026).

Warga Desa Minaluli Sula Protes Pj Kades Malas Ngantor & Lampu Mati. - thewasesaness.com

​Keluhan utama yang memicu kemarahan kolektif warga adalah padamnya fasilitas lampu jalan di sepanjang jalan utama desa. Akibat tidak berfungsinya lampu-lampu tersebut, wajah Desa Minaluli saat malam tiba berubah mencekam dan gelap gulita. Hal ini dinilai sangat ironis bagi sebuah desa strategis yang setiap harinya menjadi jalur perlintasan utama masyarakat menuju pusat kecamatan, namun justru gagal menyediakan penerangan jalan yang layak bagi keselamatan warga.

​Kegaduhan di grup WhatsApp Desa Minaluli mencerminkan rasa frustrasi warga yang merasa ditinggalkan oleh pemimpinnya. Publik mulai mempertanyakan komitmen dan integritas Penjabat (Pj) Kepala Desa Minaluli, Nasarudin Tuguis, yang dituding jarang sekali menampakkan batang hidungnya di desa. Ketidakhadiran sosok pimpinan ini dianggap sebagai akar penyebab tidak terurusnya berbagai fasilitas desa dan pelayanan administrasi yang menjadi hak masyarakat.

​Salah seorang warga Desa Minaluli, Wahyu, menyampaikan kritik pedasnya dengan menggunakan analogi lokal yang menyindir ketidakhadiran sang pejabat. Menurutnya, kondisi Minaluli saat ini seolah kehilangan arah karena pimpinannya lebih banyak menghabiskan waktu di luar desa daripada mengurus keluhan warga di lapangan. Sindiran ini menjadi viral dan memicu gelombang protes dari warga lainnya yang merasa senasib.

Warga Desa Minaluli Sula Protes Pj Kades Malas Ngantor & Lampu Mati. - thewasesanews.com

​”Minaluli sekarang sudah seperti kehilangan induknya. Kami mendengar kabar bahwa pejabat kami sekarang lebih sering berada di Leko Sula daripada di kantor desa. Akibatnya, masalah kecil seperti lampu jalan mati saja tidak mampu diselesaikan selama berbulan-bulan. Desa transit ini seolah dianaktirikan oleh pemimpinnya sendiri,” tegas Wahyu dalam perbincangan hangat di grup tersebut.

​Masyarakat juga melontarkan kecaman keras terhadap jajaran staf desa yang dinilai tidak becus dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pemeliharaan aset desa. Publik menilai ada ketidakpedulian yang sistematis dalam tata kelola pemerintahan desa di Minaluli. Kegagalan memfungsikan kembali lampu jalan menunjukkan lemahnya koordinasi internal dan tidak adanya skala prioritas dalam penggunaan anggaran desa untuk kepentingan publik yang mendesak.

​Mempertimbangkan posisi Desa Minaluli sebagai ikon dan pintu masuk strategis di Mangoli Utara, warga secara tegas meminta atensi dan campur tangan langsung dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula. Warga mendesak Bupati Kepulauan Sula untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Nasarudin Tuguis sebagai Pj Kepala Desa. Jika pola kepemimpinan “malas berkantor” ini terus dibiarkan, dikhawatirkan pembangunan desa akan stagnan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan merosot tajam.

​Evaluasi ini dinilai sangat mendesak demi memulihkan marwah Desa Minaluli sebagai desa perlintasan yang aman bagi para pelancong dan pedagang dari desa sekitar. Warga meminta Bupati tidak hanya memberikan teguran lisan, tetapi juga melakukan penyegaran kepemimpinan jika terbukti sang pejabat gagal memenuhi kewajiban operasionalnya. Minaluli membutuhkan sosok pemimpin yang hadir secara fisik dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dasar masyarakatnya.

​Selain masalah lampu jalan, warga juga menuntut transparansi pengelolaan dana desa yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pemeliharaan fasilitas umum. Publik berharap APH (Aparat Penegak Hukum) maupun Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula dapat mengaudit kinerja administratif Desa Minaluli guna memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan rakyat. Kondisi “gelap” di Minaluli diharapkan segera mendapat titik terang melalui intervensi tegas dari Bupati sebelum aksi protes warga meluas lebih besar.

​Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Minaluli masih bersiaga dan terus menyuarakan tuntutannya di media sosial. Mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih nyata jika dalam waktu dekat fasilitas penerangan tidak segera diperbaiki dan Pj Kepala Desa tidak kunjung kembali menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat di kantor desa secara disiplin.

Sumber: Perbincangan Grup WhatsApp Warga Desa Minaluli

Avatar photo
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!