
MERAUKE, The Wasesa News – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 123/Rajawali kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui personel Pos Kimaam, para prajurit Rajawali turun ke sawah untuk melaksanakan kegiatan penanaman padi bersama masyarakat lokal di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (13/05/2026).

[ez-toc]

Langkah nyata ini merupakan bagian dari implementasi pembinaan teritorial yang dicanangkan oleh pimpinan TNI AD untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan, khususnya di daerah-daerah terpencil yang memiliki potensi agraris. Kehadiran prajurit di tengah sawah bukan hanya sekadar membantu tenaga, tetapi juga memberikan semangat baru bagi para petani lokal dalam mengelola lahan mereka secara lebih produktif.
Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, melalui Danpos Kimaam, Lettu Inf Akbar Giswara, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian tulus TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat di wilayah perbatasan adalah fondasi utama bagi stabilitas keamanan dan kesejahteraan jangka panjang bagi warga di ujung timur Indonesia.
Sektor pertanian di Distrik Kimaam memiliki karakteristik lahan yang unik, sehingga memerlukan sinergi dan motivasi tinggi dalam pengelolaannya. Dengan pendampingan langsung dari personel Satgas, diharapkan para petani dapat lebih bersemangat dalam memaksimalkan potensi lahan padi mereka. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjadikan Merauke sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang strategis.
“Penanaman padi bersama ini merupakan salah satu upaya nyata Satgas Yonif 123/Rajawali dalam membantu masyarakat meningkatkan hasil pertanian mereka. Kami hadir tidak hanya untuk menjaga patok perbatasan, tetapi juga untuk memastikan bahwa perut rakyat tetap kenyang melalui dukungan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Distrik Kimaam ini,” tegas Lettu Inf Akbar Giswara di sela-sela aktivitas menanam.

Danpos Kimaam juga menambahkan bahwa selain tugas pokok menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, personel Satgas terus aktif melaksanakan berbagai kegiatan teritorial yang menyentuh langsung aspek ekonomi masyarakat. Sektor pertanian menjadi prioritas karena mayoritas warga Kimaam menggantungkan hidupnya dari hasil bumi. TNI ingin memastikan proses dari masa tanam hingga panen dapat berjalan maksimal dengan bantuan tenaga maupun edukasi ringan.
Kegiatan penanaman padi yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani setempat. Warga mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran para prajurit yang tidak canggung berkotor-kotoran di lumpur sawah demi membantu rakyat. Kehadiran Satgas dinilai mampu memberikan dorongan moral dan motivasi tambahan bagi warga dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah mereka.
Dengan semangat gotong royong yang kental, sinergi antara prajurit Yonif 123/Rajawali dan warga Distrik Kimaam ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di perbatasan. Komitmen TNI untuk terus hadir membantu kesulitan rakyat adalah janji setia yang akan terus dilaksanakan demi terciptanya kesejahteraan dan ketahanan pangan yang tangguh di seluruh pelosok yurisdiksi NKRI, khususnya di Bumi Cenderawasih.
Melalui aksi tanam padi ini, Satgas Yonif 123/Rajawali membuktikan bahwa keamanan dan kesejahteraan adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Ketika pangan tersedia dengan cukup, maka masyarakat akan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai dinamika di wilayah perbatasan. Prajurit Rajawali akan terus mendampingi warga hingga masa panen tiba, demi masa depan Merauke yang lebih makmur.
Sumber: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali







