
LEBAK BANTEN, The Wasesa News – Upaya penguatan struktur organisasi di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak kembali bergulir guna memastikan distribusi pelayanan kesehatan yang prima dan akuntabel di tingkat kecamatan. Pada Rabu (06/05/2026), sebuah momen penting bagi dunia kesehatan di wilayah Kecamatan Wanasalam terselenggara melalui agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Puskesmas Parungsari. Bertempat di Aula Puskesmas Parungsari, seremoni ini menandai berakhirnya masa tugas Kepala Puskesmas sebelumnya sekaligus dimulainya mandat kepemimpinan bagi Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Puskesmas Parungsari yang baru. Sertijab ini dilakukan bukan sekadar sebagai pemenuhan aspek administratif birokrasi, melainkan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menjamin bahwa transisi kepemimpinan tidak menghambat sedikit pun akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dasar, serta menjadi momentum penyegaran visi dalam mencapai target-target pembangunan kesehatan nasional di tingkat akar rumput.
Rangkaian prosesi sertijab yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan penandatanganan berita acara yang dilakukan oleh pejabat lama dan pejabat baru di hadapan saksi-saksi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Penyerahan jabatan ini mencakup pemindahtanganan dokumen penting negara, inventarisasi aset instansi, hingga laporan mendalam mengenai capaian program kinerja yang telah direalisasikan selama periode kepemimpinan sebelumnya. Kehadiran perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, seluruh staf medis, tenaga kesehatan Puskesmas Parungsari, tokoh masyarakat, serta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Wanasalam memberikan legitimasi kuat terhadap tonggak kepemimpinan baru ini. Sinergi lintas sektoral yang tampak dalam kehadiran berbagai tokoh ini mencerminkan betapa vitalnya peran Puskesmas Parungsari dalam ekosistem kehidupan masyarakat di Lebak Selatan.
Dalam sambutan perpisahannya yang penuh haru, Kepala Puskesmas yang lama menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim medis dan staf administrasi selama masa pengabdiannya. Beliau menekankan bahwa setiap capaian yang diraih Puskesmas Parungsari selama ini adalah hasil dari kolaborasi kolektif yang tak kenal lelah, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan di wilayah pedesaan yang dinamis. “Saya menitipkan program-program unggulan yang sudah berjalan dengan baik agar terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan kualitasnya. Fokus utama kita harus selalu pada pelayanan yang inklusif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, terutama bagi warga di wilayah terpencil yang sangat bergantung pada layanan kesehatan di Puskesmas ini,” ujarnya di hadapan para hadirin yang memenuhi aula.
Senada dengan harapan tersebut, Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Puskesmas Parungsari yang baru secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memikul amanah yang dipercayakan oleh pemerintah daerah. Dalam pidato perdana pasca-sertijab, beliau berkomitmen untuk mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, dan pola kerja kolaboratif dalam menjalankan roda organisasi. Fokus kepemimpinan ke depan akan diarahkan pada maksimalisasi pelayanan kesehatan dasar serta peningkatan cakupan program Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Usaha Kesehatan Perseorangan (UKP). Beliau juga mengakui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu segera dibenahi, khususnya dalam hal sarana penunjang dan kecepatan respons medis. “Tujuan utama kami adalah memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas Parungsari. Kami ingin warga merasa nyaman dan aman saat berobat di sini, dengan standar pelayanan yang terus kita tingkatkan setiap harinya,” tegas PLT Kepala Puskesmas tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melalui perwakilannya yang hadir memberikan arahan tegas bahwa pergantian pucuk pimpinan di instansi kesehatan sama sekali tidak boleh mengganggu rutinitas pelayanan publik. Sebaliknya, momen rotasi atau penunjukan pejabat baru ini harus dijadikan sebagai pemicu (trigger) untuk menghadirkan terobosan-terobosan baru yang kreatif dalam menangani isu-isu kesehatan lokal seperti stunting, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit menular. Dinkes menekankan pentingnya keramahan petugas, kecepatan pelayanan, dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) sebagai tolok ukur utama kinerja. Selain itu, koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan komunikasi lintas sektor dengan pihak kecamatan wajib diperkuat guna mengantisipasi kendala teknis di lapangan.
Seiring dengan tuntasnya prosesi sertijab, struktur kepemimpinan di Puskesmas Parungsari kini resmi berganti nakhoda. Seluruh jajaran tenaga kesehatan dan staf administrasi menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kepemimpinan PLT yang baru demi kemajuan pelayanan kesehatan di wilayah Wanasalam dan sekitarnya. Tantangan besar kini menanti untuk mewujudkan Puskesmas yang tidak hanya sekadar tempat pengobatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan masyarakat yang proaktif. Dengan semangat baru ini, Puskesmas Parungsari optimis dapat bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang lebih modern, responsif, dan menjadi kebanggaan bagi warga Kabupaten Lebak.





